Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 117


__ADS_3

Ternyata, harapan tinggal harapan.  Rencana Zee hanya satu hari berada di Singapura, mendadak jadi molor hingga empat hari. Dia hanya bisa menggerutu kesal karena sang daddy memintanya langsung berangkat ke Jepang untuk menghadiri launching produk terbaru GC keesokan hari.


Malam itu, Zee baru saja kembali ke hotel setelah menghadiri acara launching produk terbaru GC sejak siang hari. Zee bahkan lebih memilih makan malam di dalam kamar daripada harus bergabung dengan para undangan. Tubuhnya benar-benar terasa lelah. Beberapa hari ini, dia sama sekali tidak beristirahat. Selama dua hari juga Zee harus bolos kuliah. Beruntung para dosen mengetahui siapa Zee sebenarnya.


Beruntung para dosen tersebut memberikan tugas pengganti untuk Zee ketika dia harus membolos kuliah.


Zee yang saat itu baru saja mandi, langsung mengambil ponselnya yang tadi langsung di charge begitu sampai di hotel. Dia ingin menghubungi Kiara. Namun, setelah dua kali mencoba, panggilan telepon tersebut tidak diangkat oleh Kiara. Zee mendadak panik saat tidak mendapati jawaban dari sang istri.


Zee segera menghubungi telepon rumah. Saat itu, sang asisten rumah tangga yang mengangkat panggilan Zee.


"Hallo, Bi. Ini aku Zee. Kia kemana?" tanya Zee setelah panggilan teleponnya terhubung.


"Mas Zee? Alhamdulillah Mas Zee telepon. Dari tadi kami mencoba menghubungi Mas Zee tapi tidak diangkat."


"Eh, ada apa, Bi?" Zee bisa menangkap kepanikan dalam suara asisten rumah tangganya tersebut.


"Tadi sore ada angin kencang, Mas. Kencang sekali. Pohon-pohon di depan rumah banyak yang ambruk. Kami tadi kebingungan menggeser kursi dan meja yang ada di teras belakang. Dan, karena hujan angin, Mbak Kia terpeleset jatuh, Mas."

__ADS_1


"Astagfirullah. Lalu, bagaimana keadaannya, Bi?" Zee cukup terkejut mendengar penjelasan Bi Ida.


"Alhamdulillah sudah mendingan, Mas. Tadi, pergelangan kaki Mbak Kia benar-benar nggak bisa digerakkan. Akhirnya Mang Pri memanggilkan Bu Jilah untuk mengurut kaki Mbak Kia. Sekarang sudah bisa jalan kok, Mas. Bisa ke kamar mandi sendiri, meski pelan-pelan jalannya."


"Sekarang Kia dimana, Bi?"


"Mbak Kia baru tidur, Mas. Apa mau dibangunin?"


"Nggak usah, Bi. Biarkan Kia beristirahat."


Pagi itu, Kiara merasakan suhu tubuhnya sedikit hangat. Mungkin karena efek jatuh kemarin. Meskipun masih sedikit terasa nyeri pada pergelangan kakinya, Kiara tetap turun untuk memeriksa keadaan rumah setelah kemarin ada angin kencang.


Pohon-pohon banyak sekali yang tumbang. Ranting-ranting juga banyak yang bertebaran di teras, hingga ada beberapa yang mulai masuk rumah.


Kiara berjalan pelan-pelan ke arah taman belakang. Di sana banyak sekali potongan-potongan ranting kayu yang patah. Kiara tidak menyadari saat itu Zee juga baru saja tiba dari bandara. Zee langsung buru-buru berjalan memasuki rumah untuk menemui Kiara. Dia cukup khawatir dengan keadaan istrinya tersebut.


Saat memasuki rumah, Zee melihat Kiara sedang berjalan menuju taman belakang. Dia buru-buru berjalan untuk menghampiri sang istri. Begitu sampai di belakang Kiara, Zee langsung memeluk tubuh sang istri dari belakang.

__ADS_1


Grep.


Sontak saja tindakan Zee tersebut membuat Kiara terkejut. 


"Ma-mas?" Kiara menolehkan kepala dan mendapati sang suami sudah berada di rumah.


"Hhmmm."


"Kok tiba-tiba sudah pulang?" Kiara melepaskan pelukan sang suami dan berbalik.


"Aku nggak tenang karena mikirin kamu. Kata Bi Ida kaki kamu keseleo kemarin. Bagaimana sekarang? Coba aku lihat." Sontak saja Zee langsung mengangkat rok Kiara hingga membuat si empunya berteriak kaget.


"Mass!"


\=\=\=


Emange yang mau dilihat apa sih Zee? Segitunya penasaran sama isi eh, kaki yang keseleo. 😩

__ADS_1


__ADS_2