Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 129


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa, Kiara menerima bantuan Zee untuk beranjak menuju kamar mandi. Dia bahkan merasa kesulitan untuk melangkah. Bagian bawah tubuhnya terasa sangat, ah sudahlah.


Namun, bukan Zee yang tidak mencari kesempatan dalam kesempitan. Bukannya pergi setelah mengantar Kiara ke kamar mandi, Zee malah ikut bergabung dengan Kiara.


Ayo, tebak-tebakan. Apa yang kira-kira dilakukan Kiara dan Zee di sana?


Hingga sekitar setengah jam kemudian, kiara dan Zee sudah selesai. Mereka segera mengeringkan tubuh dan berganti baju. Kiara yang sudah sangat kelaparan, langsung menyerbu makanan yang dibawakan oleh Zee, setelah membereskan sprei tempat tidur. 


Kiara benar-benar malu saat melihat ada bercak merah di sprei yang tadi dipakainya. Meskipun begitu, dia merasa sangat bahagia karena sudah melakukannya dengan sang suami.


Makan sore tersebut dilakukan sendiri oleh Kiara. Zee sudah lebih dulu makan sebelum Kiara bangun tadi. Saat ini, Zee meninggalkan Kiara di dalam kamar. Dia sedang bsrada di dekat jembatan untuk menerima panggilan dari sang papa.


"Lalu, bagaimana keadaan Opa sekarang, Pa?"


"Sudah lebih baik dari semalam, Zee. Kamu tenang saja. Daddy dan mommy kamu juga sudah ada di sini," jawab papa Vanno.


"Tapi aku nggak bisa tenang, Pa. Kenapa baru memberitahu ku sekarang jika Opa ngedrop?"

__ADS_1


"Maafkan Papa. Papa nggak mau ganggu liburan kamu, Zee."


"Mengganggu apanya, Pa. Liburan kan bisa dilakukan kapan-kapan. Tapi, kesehatan Opa kan jauh lebih penting."


"Iya, iya. Maafkan Papa."


"Nanti malam kami akan pulang. Kami akan langsung ke Singapura."


Terdengar helaan napas berat dari papa Vanno. Papa Vanno sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan oleh Zee.


"Baiklah. Terserah kamu saja. Yang penting, hati-hati."


Setelah itu, panggilan telepon terputus. Zee mendesahkan napas ke udara. Dia benar-benar kesal dengan kedua orang tuanya. Mereka tidak pergi ke Bali seperti perkataan mommy dan daddynya. Ternyata, kedua orang tuanya tersebut pergi ke Singapura karena mengetahui kondisi Opa Evan sudah ngedrop.


Ken dan Gitta tidak memberitahu Zee karena tidak ingin membuat liburan sang putra yang sudah direncanakan jauh-jauh hari berantakan. Meskipun begitu, Zee tetap berterima kasih kepada kedua orang tuanya. Berkat mereka lah sekarang dia sudah tidak perjaka lagi. 😩


Zee segera beranjak untuk memberitahu Kiara tentang kondisi sang Opa. Kiara yang memang belum pernah bertemu langsung dengan Opa Evan, cukup terkejut mendengarnya. Kiara juga mengusulkan untuk segera pulang. Zee benar-benar bersyukur dengan pemikiran terbuka sang istri.

__ADS_1


Malam itu juga, Zee dan Kiara langsung berangkat menuju Singapura. Sejak sore, Zee sudah menghubungi Dino, asisten sang daddy untuk menyiapkan jet pribadi untuknya. Zee ingin segera sampai secepat mungkin ke Singapura.


Menjelang subuh, Zee dan Kiara sudah tiba di Bandar Udara Internasional Changi. Keduanya sudah di jemput oleh utusan papa Vanno. Zee dan Kiara pun langsung buru-buru agar mereka bisa segera tiba di rumah sakit tempat Opa Evan dirawat.


Tak berapa lama kemudian, Zee dan Kiara sudah sampai di rumah sakit. Mereka segera berjalan menuju ruang perawatan sang opa.


Namun, langkah kaki Zee dan Kiara langsung terhenti saat melihat seluruh anggota keluarganya berada di sana sambil menangis. Zee dan Kiara buru-buru menghampiri keluarganya.


"Pa?" Zee yang saat itu sudah berdiri di dekat papa Vanno.


Mendengar suara Zee, sontak seluruh orang yang berada di sana menoleh. Tak terkecuali dengan sang daddy.


"Ada apa ini?" Zee masih bingung dengan reaksi keluarganya tersebut.


"Opa Evan sudah meninggal, Zee."


\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan buat othor ya.


__ADS_2