
"Maksudnya?"
"Nanti kamu akan tau sendiri jika sudah berada di sana. Pesan Papa hanya satu. Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang suruhan Prasojo."
Zee masih mengerutkan kening bingung. Namun, dia segera mengangguk mengiyakan. Setelahnya, Zee mendapatkan penjelasan dari Ken dan Papa Vanno tentang apa yang harus dilakukannya. Kepala Zee rasanya sudah mau pecah karena banyak sekali yang harus dilakukannya. Beruntung ujian kuliahnya, hanya tinggal menyisakan dua mata kuliah untuk esok hari.
Setelah semua penjelasan dari daddy dan papanya selesai, Zee segera beranjak pulang. Dia pulang dengan mengendarai sepeda motornya, sementara papa Vanno pulang bersama dengan Ken.
Menjelang maghrib, Zee baru sampai di rumah. Dia langsung membersihkan diri setelahnya. Malam itu, Zee menghabiskan waktu dengan menempel pada tubuh Kiara. Entah mengapa dia merasa nyaman mengusap-usap perut sang istri dan mengusuk-usukkan wajahnya pada perut Kiara.
"Mas, geli ih. Mana bisa tidur jika begini terus?" Kiara berusaha mendorong kepala Zee agar kembali naik ke atas bantalnya. Saat ini, posisi Zee sedang memeluk perut Kiara dengan wajahnya berada tepat di depan perutnya.
"Sebentar lagi." Usuk-usuk lagi.
"Dari luar saja, Mas. Kepalanya nggak usah dimasukkan ke dalam baju juga, ih."
Ya, ternyata sejak tadi kepala Zee sudah berada tepat di depan perut Kiara, lebih tepatnya berada di dalam baju tidur yang dipakai oleh sang istri.
__ADS_1
"Hhhmmm."
"Jangan ham hem gitu, Mas. Geli ini," Kiara masih memprotes tindakan Zee.
Menyadari tubuh sang istri bergerak-gerak semakin tidak nyaman, Zee mengeluarkan kepalanya dan beringsut naik ke atas bantal. Dia menatap tingkah sang istri yang sedang membenahi bajunya yang sudah tersingkap ke atas.
"Tadi, ada apa ke kantor, Mas? Apa ada masalah lagi?" tanya Kiara setelah menarik selimut dan kini menghadap sang suami.
"Nggak ada apa-apa, sih. Hanya daddy dan papa minta bantuan untuk mengurus kantor selama beberapa hari," jawab Zee sambil menarik tubuh Kiara ke dalam pelukannya.
"Eh, memangnya kenapa? Daddy dan papa mau kemana?" Kiara mendongakkan kepala menatap wajah Zee.
"Apa ada masalah seperti kemarin lagi, Mas?" Kiara tampak khawatir. Dia bisa ikut merasakan ketegangan yang dialami oleh keluarganya saat itu.
Zee menggelengkan kepala sambil mengusap surai hitam sang istri.
"Ini nggak seperti yang kamu pikirkan, Sayang. Hanya ada beberapa hal yang harus ditangani langsung oleh Papa dan juga Daddy disana. Jangan khawatir."
__ADS_1
"Maaf, Mas. Aku hanya mengkhawatirkan kalian." Kiara menyurukkan wajahnya pada ceruk leher Zee dan memeluk tubuhnya dengan erat. Dia menjadi suka saat bisa mengendus-endus aroma tubuh sang suami.
"Jangan khawatir. Semuanya baik-baik saja, kok. Jangan sampai kekhawatiran kamu mempengaruhi kandungan ini, ya." Zee mengusap-usap perut Kiara lagi.
"Iya, Mas. Maaf." Kiara semakin menyurukkan wajahnya pada leher Zee. Dia juga mulai meninggalkan beberapa kecupan di sana.
Tindakan Kiara tersebut, benar-benar membuat Zee mulai mupeng. Namun, dia ingat pesan dokter untuk tidak menjenguk calon anaknya, setidaknya sampai kondisi Kiara dan kandungannya kuat. Zee benar-benar berusaha menahan keinginan alaminya tersebut.
"Sayang, jika kamu melakukan hal ini terus-terusan, aku bisa nggak tahan nanti," Zee terdengar menahan geramannya.
Kiara menjauhkan wajahnya dari leher sang suami. Sebenarnya, bukan hanya Zee yang menahan keinginan alami tersebut. Kiara pun juga merasakan hal yang sama. Kalau boleh jujur, sejak kemarin pun Kiara sudah merasakan keinginan itu. Namun, karena kondisinya masih belum memungkinkan, Kiara hanya bisa menahan keinginannya tersebut.
"Ma-maaf, Mas." Kiara menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Zee. Entah mengapa tiba-tiba air matanya malah menetes.
Zee yang melihat hal itu menjadi panik.
"Hei, kenapa menangis? Maaf, maaf, Sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih begini. Ini, jika kamu mau melakukan yang seperti tadi, aku akan membuka kaosku agar kamu bisa melakukan hal seperti tadi dengan mudah," ucap Zee sambil beranjak duduk dan membuka kaosnya.
__ADS_1
\=\=\=\=
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.