
Mendengar ucapan Zee, sontak saja Kiara dan Sang mommy mendelik ke arahnya. Mereka benar-benar geram dengan bibir Zee yang suka ngomong seenaknya.
"Apaan sih, Mas. Malu tau." Kiara mencubit perut sang suami. Dia benar-benar merasa tidak punya muka lagi di hadapan sang mertua.
"Aduuhhh. Memangnya kenapa sih, Yang? Aku kan ngomong jujur." Zee masih mengusap-usap perut bekas cubitan Kiara.
"Mulutnya di jaga, Mas." Kiara berbisik di dekat telinga Zee.
Tak menjawab ucapan sang istri, Zee hanya mencebikkan bibir. Setelahnya, dia menarik lengan sang istri dan berjalan menuju kamarnya. Dia ingin mengajak sang istri beristirahat dan bermanja-manja dengannya. Entah mengapa akhir-akhir ini Zee merasa sangat manja sekali terhadap Kiara.
Melihat tingkah sang putra, mommy langsung bersuara. "Jangan macam-macam, Zee. Awas kalau kamu sampai mengganggu Kiara."
Zee hanya menoleh sekilas ke arah mommynya sebelum menjawab. "Mau macam-macam bagaimana sih, Mom. Aku nggak suka macam-macam, ih."
Tak mau kalah, mommy menyahuti ucapan sang putra sebelum keduanya menutup pintu kamar.
__ADS_1
"Kamu memang nggak suka macam-macam, Zee. Kamu sukanya satu macam seperti daddy kamu." Mommy masih mendengus kesal dengan tingkah putranya.
Baik Zee dan Kiara, tidak membalas ucapan mommy. Keduanya sudah memasuki kamar dan langsung beranjak menuju tempat tidur. Seperti biasa, Zee langsung 'ndusel' di tempat favoritnya. Entah mengapa Zee betah berlama-lama di lembah berbukit tersebut. Lembut-lembut kenyal.
Kiara yang sudah mulai hafal dengan tingkah sang suami, hanya bisa diam dan membiarkan sang suami melakukan apa yang diinginkannya. Semakin mendekati persalinan, Kiara mulai bisa merasakan jika Zee tengah cemburu. Lebih tepatnya, cemburu kepada sang calon buah hati. Zee tampak khawatir jika Kiara akan melupakannya setelah kelahiran putranya nanti.
"Mas, nanti setelah lahiran, Mommy minta kita tinggal disini. Bagaimana?" Kiara bertanya sambil mengusap surai hitam Zee.
Zee melepaskan aktivitas mulutnya dan mendongakkan kepala melihat wajah sang istri. Keningnya berkerut saat menatap intens istrinya tersebut.
"Kenapa harus pindah ke sini?"
"Mommy ingin membantu mengurus baby kita, Mas. Kita kan masih belum berpengalaman. Jika kita tetap tinggal di rumah, mommy akan kesulitan membantu. Kasihan mommy juga jika harus bolak balik, Mas." Tak ingin membuat Zee marah, Kiara memberikan sebuah kecupan pada pipi kiri sang suami.
Zee tampak berpikir sebelum akhirnya mengangguk setuju. Dia berpikir memang ada baiknya tinggal sementara di rumah orang tuanya. Dengan begitu, Zee dan Kiara tidak akan kerepotan mengurus bayi berdua. Selain itu, mereka juga bisa belajar menjadi orang tua.
__ADS_1
"Baiklah. Aku setuju jika kita pindah kemari sementara. Besok, aku akan memindahkan seluruh keperluan kita ke sini," ucap Zee sambil mulai melanjutkan kembali aktivitasnya.
Kiara tersenyum mendengar ucapan Zee. Dia bersyukur memiliki suami dan keluarga baru yang sangat menyayanginya.
Perkiraan Dokter Irma, Kiara akan melahirkan kurang lebih dalam waktu dua minggu kedepan. Segala persiapan juga sudah dilakukan sebaik mungkin. Keperluan baby juga sudah disiapkan. Bahkan tak tanggung-tanggung, Ken memesan set perlengkapan bayi dari produk terkenal dari luar negeri.
Tak memperdulikan protes Zee, Ken dan Gitta membeli apapun yang mereka inginkan untuk cucu pertama mereka. Zee yang tidak akan pernah menang berdebat melawan orang tuanya, hanya bisa pasrah.
Malam itu, Zee tengah bergelung di atas tempat tidur sambil memeluk tubuh Kiara dari belakang. Tangannya masih mengusap-usap perut buncit sang istri, sementara bibirnya mendaratkan beberapa kecupan basah pada tengkuk Kiara.
Awalnya, kecupan dan usapan pada perut Kiara masih wajar. Namun, lama kelamaan terasa menuntut. Tak hanya tengkuk, Zee mulai menjelajah leher Kiara dan meninggalkan beberapa stempel basah di sana. Tangannya juga mulai bergeser dari perut Kiara hingga ke bawah.
Dengan ahlinya, tangan Zee mulai menyingkap bagian bawah baju Kiara. Menyadari apa yang diinginkan sang suami, Kiara menolehkan kepala sedikit.
"Kamu mau, Mas?"
__ADS_1
\=\=\=
Jawaban Zee...