Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 212


__ADS_3

Saat Ken dan Gitta berjalan menuruni tangga, dia melihat Zee yang saat itu tengah menggendong Gen. Rupanya, putranya tersebut sedang bangun dan menyusu pada botol susunya. Tentu saja botol susu tersebut berisi ASI dari sang mommy.


Melihat hal itu, Gitta langsung bergegas menghampiri sang putra.


"Sini, biar Mommy yang gendong. Kamu belum mandi, kan?" pinta Gitta sambil berjalan ke arah Zee.


"Belum, Mom. Masih gantian sama Kiara."


Zee menyerahkan Gen kepada sang mommy. Setelah itu, Zee menoleh ke arah Ken yang saat itu juga sudah berada di sana. Zee tahu jika ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh daddynya tersebut.


"Daddy ingin bicara denganku?" tanya Zee.


"Iya. Tapi, kamu mandi dulu gih. Nanti kita bicara, sama Kia juga."


Zee bisa langsung paham jika hal yang ingin dibicarakan oleh daddynya itu pasti berkaitan dengan kejadian yang tadi siang dialaminya.


"Ada kaitannya dengan masalah tadi siang, Dad?" Zee terlihat sudah tidak sabar.

__ADS_1


"Hhhmmm." Bukannya menjelaskan, Ken malah mengikuti Gitta dan menoel-noel pipi cucunya tersebut.


"Bicara sekarang saja, Dad." Rupanya, Zee sudah benar-benar tidak sabar. Zee tahu daddynya pasti sudah mendapat informasi dari Juan.


Ken menoleh ke arah putranya tersebut sambil masih memainkan jari Gen yang sedang mengenyot botol susunya.


"Nanti saja, Zee. Sana mandi dulu. Tungguin Kiara juga. Dia juga harus mendengar apa yang akan Daddy bicarakan nanti."


Mau tidak mau, Zee hanya bisa menuruti ucapan sang daddy. Dia segera beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri. Beruntung saat itu Kiara juga sudah selesai.


"Mas, kira-kira Kia bisa menerima apa tidak, ya? Aku khawatir dia nanti akan syok dan akan berdampak pada Gen," ucap Gitta setelah kepergian Zee menuju kamar.


"Nanti kamu ikut temenin Zee kan, Mas?"


"Pasti, Yang. Mana mungkin aku diam saja di rumah."


Gitta sedikit lebih lega setelah mendengar jawaban sang suami. Setidaknya, putranya nanti tidak akan sendirian.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, Zee dan Koa terlihat sudah selesai membersihkan diri. Mereka keluar dari kamar bersama-sama dan berjalan menghampiri Ken serta Gitta yang sudah menunggu mereka di ruang tengah yang menghadap langsung ke arah kolam renang.


Zee menarik Kia untuk duduk di sofa yang berada di samping kedua orang tuanya tersebut.


"Kami sudah disini, Dad. Sekarang, bisa jelaskan kepada kami ada apa sebenarnya," ucap Zee sambil menatap wajah kedua orang tuanya.


Ken dan Gitta saling berpandangan. Setelah itu, mereka kembali menoleh ke arah Zee dan Kia yang sudah bersiap mendengarkan apa yang akan disampaikan kepada mereka. 


Ken melihat jika Kiara sudah cukup tenang. Mungkin, Zee tadi sudah meminta agar istrinya itu agar lebih tenang. Ken yakin jika Kiara bisa melakukan hal itu karena tidak mau berdampak pada putranya.


Ken menghirup napas dalam-dalam sebelum mulai berbicara. "Sebelum Daddy menjelaskan sesuatu, Daddy minta kalian berusaha memahami sesuatu. Jangan dulu panik dan khawatir. Terutama kamu, Kia. Usahakan emosi kamu tidak mudah terpancing. Jika hal itu sampai terjadi, kasihan Gen yang akan ikut berpengaruh nanti. Kamu bisa melakukannya?" tanya Ken sambil menatap ke arah Kiara.


Kiara yang sudah mengerti hal itu pun langsung mengangguk yakin. "Iya, Dad. Aku mengerti."


"Bagus. Sekarang, Daddy akan menceritakan semua informasi yang Daddy dapatkan dari Om Juan."


\=\=\=\=

__ADS_1


Sudah ada jatah vote, sisakan buat Zee ya.


Kasih like dan komen banyak-banyak  uat othor, biar semangat upnya. Terima kasih.


__ADS_2