Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 272 - Tidak Suka Isinya


__ADS_3

Setelah menghadiri acara pernikahan sang sahabat, Zee segera mengajak istri dan putranya pulang. Sudah lewat jam tidur siang Gen, balita tersebut tampak merengek karena sudah mulai mengantuk.


Kini, Zee dan Kiara beserta Gen sudah berada di dalam mobil untuk melakukan perjalanan menuju rumah. Gen yang sudah mulai mengantuk, langsung merengek kepada Kiara.


"Mimi mimim." Gen dengan tidak sabarnya langsung menarik-narik baju bagian depan sang mommy.


Kiara segera membuka kancing depan bajunya agar sang putra segera mendapatkan asupan nutrisi alaminya. Zee sempat melirik aktivitas anak dan istrinya itu sebelum kembali fokus pada jalanan di depannya.


"Jadi ke Jawa Timur besok, Mas?" tanya Kiara setelah sang putra anteng menyesap sumber nutrisi favoritnya dan sang daddy tersebut.


"Iya. Sebelum bulan puasa, kita mengunjungi makam keluarga kamu dulu."


Kiara tampak berkaca-kaca. Dia sangat bahagia mendapatkan suami seperti Zee. Selain meshoom, Zee juga termasuk laki-laki yang cukup perhatian dengan hal-hal seperti itu.


"Terima kasih, Mas. Aku benar-benar bahagia memiliki suami seperti kamu," ucap Kiara sambil menggenggam tangan Zee yang berada di sampingnya tersebut.

__ADS_1


Zee menoleh sekilas dan membawa tangan Kiara ke depan wajahnya. Zee langsung mengecup punggung tangan istrinya tersebut dengan ekspresi tak kalah bahagianya.


"Aku yang harus berterima kasih, Yang. Kamu dan Gen adalah anugerah terindah dalam hidupku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya nanti jika tidak bertemu dengan kamu," ucap Zee sambil membawa tangan Kiara dan mengarahkannya pada pangkal pahanya.


Jangan lupakan tindakan Zee selanjutnya yang membawa tangan Kiara untuk menekan-nekan dan mengusap-usap dengan gerakan naik turun naik turun. 🙄


Sontak saja tindakan Zee tersebut langsung membuat Kiara terkejut hingga dia sedikit berteriak.


"Mas! Kamu apa-apaa, sih?!" Kiara langsung melepaskan tangannya dan mendelik tajam ke arah Zee. Dia melupakan sang putra yang tengah mengenyot squishy jumbo miliknya.


Tentu saja hal itu membuat Gen yang sudah 'sier-sier' terkejut karena teriakan sang mommy. Alhasil, Gen langsung melepaskan kenyotannya dan menangis dengan kencang.


"Cup, cup, cup, Sayang. Maafkan mommy. Maaf mommy lupa ada kamu tadi. Maaf ya, Gen." Kiara menciumi pucuk kepala sang putra sambil masih berusaha menenangkan tangis Gen.


"Ami atal (mommy nakal). Jen aget (Gen kaget). Huuaaa huuaaa." Gen masih menangis dengan keras.

__ADS_1


Kiara melirik Zee yang tampak tidak terpengaruh dengan tangisan Gen. Tentu saja hal itu membuat Kiara semakin kesal.


"Bantuin kek, Mas. Ini anak kamu nangis kejer masa diam saja begitu," ucap Kiara sambil menoleh ke arah Zee.


"Kan bukan aku yang buat Gen nangis, Yang," jawab Zee sambil menoleh ke arah Kiara dan tersenyum nyengir.


Tentu saja jawaban Zee tersebut membuat Kiara semakin kesal. Namun, Kiara tidak memperpanjang kekesalannya karena dia sudah kembali fokus untuk menenangkan sang putra dengan kembali membujuk Gen.


"Gen, Sayang. Maafkan mommy, ya. Sekarang, mimim lagi, yuk. Terus bobo. Mau, ya?" Kiara membujuk Gen sambil menyodorkan sumber nutrisi alami ke bibir Gen.


Gen yang masih meraung-raung tersebut, nampak enggan menuruti permintaan sang mommy. Namun, Kiara tidak hilang akal. Dia kembali membujuk Gen dengan menawarkan nutrisi tersebut kepada sang daddy.


"Gen tidak mau mimim? Ya sudah, jangan marah jika mimimnya dihabiskan oleh daddy, ya?"


Mendengar ucapan sang istri, Zee langsung tersenyum smirk.

__ADS_1


"Tenang saja, Gen. Daddy tidak suka isinya. Daddy hanya suka bungkusnya. Nanti, daddy bantu ambil isinya dan akan daddy berikan kepada Gen. Okay?"


Sek sek piye maksud e Zee? 🙄


__ADS_2