Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 232


__ADS_3

Dengan langkah berat, Zee akhirnya berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dia sempat menggerutu kesal kepada tamunya yang datang disaat dia sudah bersiap untuk tidur siang.


Jarang-jarang Zee bisa tidur siang dengan ditemani Kiara. Biasanya, Zee masih di kampus, di kantor, atau bahkan jika di rumah, Kiara pasti sedang mengasuh putranya tersebut. Namun, siang ini Zee harus bersabar karena kembali tidak bisa beristirahat siang.


Zee melangkahkan kaki menuju ruang tengah. Kedua netranya langsung menemukan sosok tamu yang mengganggu istirahat siangnya tersebut.


"El, kok tumben ada disini?" sapa Zee saat sudah berada di ruang tamu.


Ya, El lah yang siang itu tengah berkunjung ke rumah orang tua Zee. El yang kebetulan ada urusan di dekat perumahan tersebut, memutuskan untuk mampir sekalian. Toh, sudah lama El tidak datang ke rumah Zee atau rumah orang tuanya.


Terakhir, El sempat datang dengan Revina untuk menjenguk Gen yang baru lahir.


"Tadi kebetulan gue ada di sekitar sini. Jadi, gue putuskan mampir sebentar. Memangnya kenapa? Gue ganggu lo?" tanya El saat melihat Zee tampak kesal.

__ADS_1


"Cckkk. Nggak ganggu juga sih, hanya saja gue tadi mau minta kelonin Kia juga," jawab Zee tanpa dosa.


Sontak saja El hanya bisa melongo mendengar ucapan sang sahabat. Bisa-bisanya sahabatnya itu mengatakan hal aneh seperti itu di depannya. Mana dia masih bujang lagi, gerutu El dalam hati.


"Ccckkk. Ngomongnya, Zee. Nggak lihat apa lo ngomong sama siapa? Gue masih bujang kali, di rem dikit napa kalau ngomong," ucap El kesal.


"Ya, mau gimana lagi? Namanya juga sudah nikah, El. Ya begini ini," jawab Zee lagi-lagi dengan ekspresi tanpa dosa.


"Ya kali kelakuan orang yang sudah menikah seperti ini, Zee? Perasaan nggak ada orang yang sudah menikah terus kelakuannya seperti lo ini."


Ada nggak sih? Othor tanya nih. 🤔


El hanya bisa menggerutu kesal setelah melihat tingkah Zee yang sudah kembali seperti biasanya. Selanjutnya, obrolan kembali mereka lakukan setelah asisten rumah tangga mengantarkan air minum dan cemilan untuk Zee dan juga El.

__ADS_1


"Jadi, lo sudah putuskan untuk lanjut S2 di luar negeri, El?" tanya Zee penasaran. Pasalnya, Zee tahu jika El masih saja galau dengan perasaannya kepada sahabat mereka, Revina.


El mendesahkan napas berat sambil menyeruput kopi susu yang sudah disajikan untuknya.


"Iya. Gue sudah bicarakan ini baik-baik dengan orang tua gue, Zee."


"Dan, mereka setuju lo lanjutin kuliah di luar negeri? Dua tahun lho, El. Itupun juga kalau cepat langsung lulus. Kalau enggak, ya molor. Emang mereka ngizinin putra semata wayang mereka kuliah di luar negeri?" tanya Zee. 


Zee tahu jika El sama sepertinya yang juga merupakan anak tunggal dari orang tuanya. Dulu saja, Zee harus berdrama ria untuk meminta izin kepada orang tuanya untuk melanjutkan kuliah keluar negeri. Namun, semua yang dilakukannya langsung gagal total karena dua seniornya sangat mahir berdrama melawannya. Ehm, ada yang masih ingat cerita drama ini nggak?


El hanya bisa mendesahkan napas berat ke udara sebelum menjawab pertanyaan Zee.


"Aku sudah menjelaskannya kepada mommy. Dia yang paling berat melepaskanku," jawab El.

__ADS_1


Zee menyetujui ucapan El. Sama sepertinya dulu, mommynya juga yang terlihat berat mengizinkannya melanjutkan kuliah ke luar negeri.


Scroll ya


__ADS_2