
Meski sudah protes, Gitta tetap tidak bisa menghentikan keinginan suaminya itu untuk membawa pulang mobil yang diinginkan sang cucu. Eh, yang ingin mobil baru Gen apa Ken sih ini? 🙄
Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, Gitta masih menggerutu kesal. Dia bahkan sempat menghubungi mertuanya untuk mengadukan tingkah Ken. Dan, seperti biasa, Ken selalu berkelit jika mommynya sudah mengomel. Apalagi, Daddynya membela Ken. Beuuhhh, terasa seperti di awang-awang mah itu si Ken.
Melihat sang istri yang masih cemberut, Ken langsung berjalan mendekat. Dia harus membujuk sang istri jika tidak mau di diamkan semalaman.
"Yang, kok cepat sekali jalannya. Nanti kakinya pegel-pegel lagi, lho." Ken menyejajari langkah kaki sang istri.
"Biarain."Â
Gitta masih terus melangkah dan mengabaikan Ken yang saat itu menggendong Gen yang tampak antusias melihat banyaknya balon yang sedang dihias oleh beberapa staf.
"Yang, jangan ngambek gini, dong. Malu sama cucu."
"Biarain." Lagi-lagi Gitta masih tidak menggubris ucapan sang suami.
"Gen, Sayang. Lihat tuh, mama kamu ngambek. Nggak mau ngomong sama Papa. Nanti kita main ke rumah Papi Vanno, ya. Kita bobok sana. Okay?" Ken berusaha menarik perhatian Gitta.
__ADS_1
"Api?" Dan, ternyata bukan hanya Gitta yang tertarik. Gen pun terlihat antusias. Dia selalu betah jika sedang bermain dengan kakek buyutnya tersebut.
Gitta menghentikan langkah kakinya saat mendengar ucapan Ken. Keningnya berkerut dengan tatapan mata tajam.
"Kamu mau ngajak Gen menginap di rumah Daddy, Mas?" tanya Gitta memastikan.
"Ho oh."
Gitta hanya bisa mendesahkan napas berat sebelum kembali bersuara.
Ken hanya bisa mengangguk. Sebenarnya, dia tidak terlalu berniat untuk membawa Gen menginap ke rumah daddynya hari itu. Ken tahu jika orang tuanya akan ke menghadiri acara amal nanti malam di yayasan panti asuhan yang terletak tak jauh dari komplek perumahan mereka. Dan, tentu saja Ken tidak mau sendirian di sana hanya berdua dengan Gen.
"Iya. Tapi temenin ya, Yang?"
Gitta hanya menatap wajah sang suami kesal sebelum mengambil alih sang cucu ke dalam gendongannya. Setelah itu, mereka memutuskan untuk mencari makan untuk Gen.
Sepanjang perjalanan menuju resto, Ken sempat menerima beberapa panggilan dari sekretarisnya. Ada beberapa file yang harus Ken periksa siang itu juga. Mau tidak mau, Ken harus menyelesaikan pekerjaannya hari itu juga. Beruntung mereka hendak mencari tempat makan untuk Gen.
__ADS_1
Saat itu, Gen yang sedang berada di dalam gendongan Gitta, langsung menoleh ke arah sang mama. Dia sudah terlihat bosan dan mulai merengek.
"Ma, Ji au te te te." Gen merengek karena botol susunya tadi sudah di lempar.
Ken yang saat itu sedang berjalan di samping Gitta, mendengar ucapan sang cucu pun langsung menjawab.Â
"Eh, nanti saja, ya. Nunggu Mommy Gen pulang sekolah, okay? Gen bisa nen nen sama Mommy. Kalau Mama, nggak bisa."
Gitta langsung merengut kesal sambil menatap wajah suaminya itu. "Apaan sih, Mas. Biarin napa, ish."
"Nggak bakal keluar isinya, Yang. Jika bisa keluar isinya, aku sudah kenyang dari dulu. Lha ini di sedot sampai kempong juga tetap pah poh."Â
"Astaga, Mas!"
•••
Jika ketemu makhluk seperti Ken, mau di…
__ADS_1