Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 221


__ADS_3

Setelah menitipkan Gen kepada Bi Ani, Zee bergegas menuju ruang tamu. Dia cukup penasaran dengan siapa yang berkunjung ke rumah orang tuanya pagi itu.


Begitu sampai di ruang tamu, Zee cukup terkejut setelah melihat siapa yang berada di sana. Seorang laki-laki yang masih Zee ingat wajah dan namanya. Pun dengan tindakan dan perkataannya tempo hari.


"Kamu?" Zee berjalan perlahan ke arah ruang tamu dengan tatapan tajamnya.


"I-iya." Laki-laki tersebut tampak gugup.


"Apa yang membuatmu datang kesini pagi ini? Apa yang kamu inginkan?" tanya Zee setelah duduk berhadapan dengan laki-laki itu.


"Ehm, sa-saya ingin meminta maaf." Laki-laki itu masih sedikit gugup. Ekspresi wajahnya sangat bertolak belakang dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap.


Kening Zee berkerut setelah mendengar ucapan laki-laki tersebut. "Minta maaf?" 


Laki-laki tersebut menganggukkan kepala dengan penuh keyakinan.


"Iya, Mas Zee. Saya ingin minta maaf atas apa yang saya dan keponakan saya lakukan. Jujur, kami terpaksa melakukannya karena diiming-imingi bayaran besar oleh seseorang," ucap laki-laki tersebut.


Ya, laki-laki tersebut adalah Wawan, paman dari perempuan yang todak sengaja tertabrak oleh Zee kemarin.

__ADS_1


Lagi-lagi kening Zee berkerut. Meskipun sebenarnya dia sudah mengetahui hal itu, tapi Zee masih pura-pura tidak tahu.


"Apa maksudmu?"


Laki-laki tersebut menatap wajah Zee sekilas sebelum mulai menjelaskan. Dia juga sedikit bergeser untuk membenahi tempat duduknya sebelum mulai bersuara.


"Sebenarnya begini Mas Zee. Saya dan Intan, keponakan saya, mendapat tawaran untuk melakukan pekerjaan ini. Kami sudah beberapa hari mengintai aktivitas Mas Zee sebelum melakukan eksekusi rencana tersebut."


"Kami mendapat tawaran untuk melakukan rencana itu dari seseorang. Laki-laki itu menawarkan upah yang lumayan besar menurut kami jika kami berhasil menjalankan rencana ini dengan baik."


"Awalnya, kami mengira target kami adalah orang biasa. Laki-laki yang menawarkan pekerjaan ini kepada kami tidak menjelaskan secara detail siapa target kami."


Lagi-lagi kening Zee berkerut. Dia tidak menyangka jika Wawan juga adalah korban disini. 


"Berapa dia menawarkan uang kepada kalian?" tanya Zee.


"Dua puluh lima juta. Kami masih menerima bayaran lima juta di awal. Dia menjanjikan jika kami selesai membuat laporan ke polisi, uang sisa pembayaran akan diberikan. Namun ternyata, semua itu adalah bohong."


Zee masih menatap wajah laki-laki itu dengan ekspresi biasa saja. Dia tidak terlalu terkejut karena memang dari awal Zee juga sudah tahu siapa dalang di balik peristiwa yang menimpanya. Siapa lagi jika bukan Ferdi, kakak tiri Kiara.

__ADS_1


Belum sempat Zee menanggapi ucapan Wawan, tiba-tiba sebuah suara memanggil Zee dari belakangnya.


"Mas?"


Zee menoleh dan mendapati Kiara sudah berdiri tak jauh di belakangnya. Zee tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk meminta Kiara mendekat.


"Sini, Sayang. Ada yang mau aku jelaskan."


Kiara mengangguk dan menuruti ucapan Zee. Dia duduk di samping Zee sambil menatap wajah Wawan dengan tatapan bingungnya.


"Siapa dia, Mas?" tanya Kiara penasaran.


"Oh, dia adalah Wawan. Orang suruhan Ferdi, Yang."


"Apa?"


\=\=\=


Sudah ada jatah vote, sisakan satu buat Zee ya.

__ADS_1


Kasih komen yang banyak biar othor semakin bersemangat.


__ADS_2