
Zee langsung terdorong ke belakang dengan rahang menahan nyut-nyutan. Dia langsung bersiaga saat hendak mendapati bogeman lagi.
Sebelum Zee mendapatkan bogeman lagi, dia sudah lebih dulu menendang laki-laki yang tadi memukulnya. Laki-laki tersebut langsung terjengkang ke belakang saat mendapat tendangan yang sangat keras pada perutnya.
"Siapa lo pukul-pukul gue?!" Zee langsung berusaha berdiri. Dia mulai bersiap-siap pasang kuda lumping.
Laki-laki tersebut berusaha berdiri sambil mengusap-usap perutnya bekas tendangan Zee. Dia menatap nanar ke arah Zee sambil membuang ludah.
"Kamu penanggung jawab proyek itu, kan? Kamu juga yang menolak penambahan biaya. Cckkk, anak ingusan berani-beraninya bermain-main denganku!" Laki-laki tersebut terlihat sedikit sempoyongan.
Zee bisa mencium bau minuman keras. Zee yakin, laki-laki di depannya tersebut pasti agak mabuk.
"Kalau iya kenapa? Lo mau apa, hah?!" Zee menantang laki-laki tersebut.
"Awas saja, aku akan menghancurkanmu!" Laki-laki tersebut membuat gerakan untuk mengambil ancang-ancang hendak memukul Zee dengan cara menunduk.
Zee bersiaga untuk menghadapi serangan tersebut. Namun, dugaannya salah. Laki-laki tersebut bukannya memukul atau memberikan tendangan, tapi dia justru mengambil batu sebesar kepalan tangan dan melemparkannya kepada Zee.
Tindakan tiba-tiba tersebut membuat Zee terkejut. Dia tidak bisa menghindar dengan sempurna. Alhasil, kening sebelah kiri Zee menjadi sasaran.
__ADS_1
"Aauuuwww!" Zee langsung berteriak. Dia memegangi keningnya. "Katamu kitek! (Mohon maaf, ini umpatan dalam bahasa Jawa, tidak bisa disebutkan dengan jelas.) Masih berani lo sama gue, hah?!" Zee menatap laki-laki tersebut dengan tatapan tajam.
"Buat apa aku takut, sini maju kalau berani." Laki-laki tersebut menantang Zee.
Dalam sekejap saja, baku hantam antara Zee dan laki-laki tersebut tak terelakkan. Mereka saling tonjok. Zee yang sudah punya sabuk hitam dari olahraga taekwondo pun tidak tinggal diam. Dia yang memiliki kesadaran penuh langsung memberikan hadiah bertubi-tubi pada laki-laki tersebut.
Serangan Zee benar-benar membuat laki-laki tersebut tak berkutik. Dia jatuh tersungkur dan meringis kesakitan. Ketika Zee hendak melayangkan hadiah lagi, tiba-tiba terdengar teriakan.
"Berhentiii!"
Zee menoleh ke arah sumber suara. Dalam keadaan sinar lampu yang tidak terlalu terang, Zee melihat seorang perempuan berlari-lari ke arah mereka. Dia langsung mendorong tubuh Zee yang saat itu tengah berada di atas tubuh laki-laki itu.
Mau tidak mau, Zee beringsut mundur. Tidak mungkin juga dia memukul perempuan, kan? Zee berpikir, mungkin perempuan tersebut adalah keluarga laki-laki itu dan berniat untuk menolongnya.
Namun, dugaan Zee ternyata salah. Bukannya menolong, ternyata perempuan tersebut malah menendang-nendang dan memberikan beberapa pukulan kepada laki-laki tersebut.
"Sudah kubilang jangan buat masalah lagi! Aku sudah cukup capek menyelesaikan semua masalah yang kamu buat. Br*ng**k!" Perempuan tersebut masih memukuli laki-laki itu membabi buta.
Laki-laki tersebut tidak tahan lagi, dan memilih pergi dari tempat tersebut dengan terseok-seok. Umpatan tak henti-hentinya keluar dari mulutnya saat berjalan meninggalkan Zee dan perempuan tersebut.
__ADS_1
Setelah memastikan kepergian laki-laki itu, si perempuan menoleh ke arah Zee. Wajahnya masih terlihat sedang meringis meski cahaya tidak terlalu terang.
"Ma-maaf. Wajah kamu jadi banyak luka. Biar aku obati." Perempuan tersebut masih menatap Zee dengan tatapan bersalah.
"Kamu siapa? Apa hubungan kamu dengan laki-laki itu?" tanya Zee sambil mengamati perempuan yang berada di depannya tersebut.
"Aku, Kiara. Tadi, adalah kakak tiriku."
"Kakak tiri?"
\=\=\=
Waahhh, hilalnya sudah kelihatan nih 🤭
Bagi vote buat Zee dong. Kira-kira, akan ada kegesrekan lagi nggak ya? 🤔
Semoga saja Zee tidak mewarisi kegesrekan orangtuanya.
Jangan lupa kasih dukungan buat othor juga, kasih like dan komen, biar othor nggak merasa sendiri 🤧
__ADS_1