Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 220


__ADS_3

Malam itu, Zee dan Kiara terlelap setelah mengobrol tentang banyak hal. Kiara masih khawatir dengan keluarga tirinya yang bisa saja semakin bertingkah. Setelah cukup lama mengobrol, Zee baru bisa menenangkan Kiara. Hingga kini mereka bisa terlelap setelah Kiara menyusuii Gen yang juga sudah kembali terbangun.


Hal berbeda terjadi di dalam kamar Ken. Sepasang suami istri tersebut tengah bergulat dan bekerja cukup keras di atas ring empuk. Entah sudah sejak pukul berapa Ken seperti tidak mau berhenti.


"Mas, kenapa pasukanmu masih saja muncul, sihh?" tanya Gitta dengan napas ngos-ngosan. Tubuhnya sudah terasa remuk dengan Ken yang masih semangat bergerak dan berpegangan pada balon tiup yang tak akan bisa meletus tersebut.


"Tenang, Sayang. Mereka justru bersemangat untuk terus muncul. Mereka mau memenangkan pertarungan ini," jawab Ken.


"Hah hah hah, mereka sudah menang, Mas. Aku nyerah deh. Panas, Mas. Ngilu."


Ken masih bergerak dengan kecepatan penuh seolah-olah tidak mendengar ucapan Gitta.


"Tahan sebentar lagi, Yang. Mau sampai pungkasan ini." Ken masih terus berusaha membuat Gitta mengikuti permainannya.


"Dari hampir satu jam yang lalu kamu bilang begitu, Mas. Ini ujung-ujungnya naik lagi, ih."


Seperti biasa, Ken tidak menggubris ucapan Gitta. Hingga beberapa saat kemudian, dia sudah berhasil melepaskan pasukannya ke medan pertempuran.


Tubuh Ken dan Gitta langsung ambruk. Napas mereka memburu dengan peluh membasahi seluruh tubuh. Tidak ada kata terucap dari bibir keduanya. Baik Gitta maupun Ken, masih berusaha menenangkan diri.


Hingga beberapa menit kemudian, Ken berbalik dan memberikan kecupan bertubi-tubi pada wajah sang istri.


"Terima kasoh, Yang. Terima kasih banyak. Aku benar-benar tidak menyangka jika semakin hari 'gigitan' kamu semakin membuatku menggila. Hehehe." Ken menatap Gitta dengan tatapan bahagianya.

__ADS_1


Gitta hanya mendengus kesal setelah mendengar ucapan Ken.


"Gigit, gigit. Kamu kira pakai gigi, Mas?!" Gitta langsung beranjak dari posisinya. Dia berniat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Hehehe, nggak punya gigi, Yang. Meskipun ompong, benar-benar membuatku sangat puas." Ken hanya tersenyum nyengir sambil menatap ke arah Gitta.


Tentu saja hal itu membuat Gitta sangat kesal. Dia sudah berhasil turun dari tempat tidur dan berniat untuk beranjak menuju kamar mandi. Namun, gerakan tiba-tiba Ken yang menggendongnya membuat Gitta terpekik kaget.


"Mas!"


"Nggak apa-apa, Yang. Aku nggak mau kamu kecapekan jalan," ucap Ken sambil membopong Gitta berjalan menuju kamar mandi.


"Astaga, Mas. Jarak kamar mandi juga nggak sampai sepuluh meter." Gitta masih menggerutu kesal.


Setelah membersihkan diri, Ken dan Gitta langsung terlelap. Ken dan Gitta hanya bisa berdoa semoga esok hari semua permasalahan yang menyangkut sang putra bisa diselesaikan dengan baik.


Keesokan pagi, Ken dan keluarganya sarapan bersama seperti biasa. Dia juga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Sementara Zee, dia dilarang untuk pergi kemanapun oleh Ken.


"Jadi, pagi ini laporannya akan dibuat, Dad?" tanya Zee sambil menyuapkan sarapannya.


"Iya. Kita tinggal menunggu waktu saja untuk membuat Ferdi keluar kandang."


Zee hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Dia sudah memasrahkan semuanya kepada sang daddy.

__ADS_1


Setelah sarapan, Ken langsung berangkat ke kantor. Sementara Zee, dia langsung bermain dengan Gen yang baru saja selesai mandi tersebut.


"Aku gendong saja ya, Yang." Pinta Zee setelah putranya itu selesai berganti baju.


"Boleh. Tapi nanti jika sudah bobok langsung di tidurkan, Mas. Jangan dibiasakan digendong."


"Iya."


Setelahnya, Zee mengangkat tubuh mungil putranya tersebut dan menggendongnya di teras belakang. Kiara segera beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara bel dari depan. Asisten rumah tangga bergegas untuk membukakan pintu. Tak berapa lama kemudian, asisten rumah tangga berjalan menghampiri Zee.


"Mas Zee, ada tamu."


"Eh, cari saya, Bi?" Zee pun berbalik dan menatap wajah Bi Ani.


"Iya."


\=\=\=


Hhmmm siapa ya? 🤔


Sudah ada jatah vote, sisakan satu buat Zew ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2