
Ken langsung bersungut-sungut kesal setelah mendengar jawaban sang putra. Rupanya, Zee tidak mudah dibohongi jika menyangkut pabrik nutrisinya. Entah mengapa putra Ken tersebut selalu saja posesif dengan pabrik nutrisinya. Mungkin, dia sudah mulai mengetahui jika sang daddy selalu menyabotase pabrik nutrisi tersebut. Entahlah, othor belum dibisiki Zee alasannya.
Keesokan hari, keluarga Geraldy mendapat kabar yang sangat membahagiakan. Mereka mendapat kabar tentang kehamilan Khanza. Saat ini, Khanza dan Al sedang berada di Surabaya.
***
Hari berganti hari. Siang itu, mommy Retta baru saja memasuki rumah Ken sambil menggendong Zee yang telah terlelap. Dia langsung berjalan menuju kamar Ken untuk menidurkan sang cucu. Gitta yang kebetulan sedang berada di dapur, melihat kedatangan mommy Retta dan menawarkan bantuan.
"Biar aku saja yang menidurkan Zee, Mom," tawar Gitta.
"Nggak usah, Sayang. Kasihan nanti Zee malah terbangun dari tidurnya. Biar Mommy bawa ke kamar saja."
Gitta menganggukkan kepala dan mengekori langkah kaki mommy Retta. Gitta membantu membukakan pintu kamar dan merapikan tempat tidur sebelum Zee ditidurkan. Batita tersebut sempat menggeliat beberapa kali sebelum kembali terlelap.
Setelah memastikan kenyamanan Zee, Gitta segera menyusul mommy Retta yang sudah lebih dulu keluar dari kamarnya.
"Mommy mau kembali ke hotel?" tanya Gitta saat menghampiri mertuanya tersebut di dapur.
"Iya, Sayang. Mommy menunggu jemputan daddy kamu."
"Eh, memangnya daddy kemana, Mom?"
"Tadi dia ada meeting di d'Green. Setelah itu pulang jemput Mommy."
__ADS_1
"Apa akan ada acara di hotel, Mom? Kenapa harus kembali lagi "
"Ada klien yang ingin bertemu dengan Mommy, Sayang."
Kening Gitta berkerut. "Apa tidak bisa diwakilkan, Mom? Kenapa tidak besok saja?"
"Tidak bisa, Sayang. Klien kita kali ini ingin mengadakan kerjasama. Mereka mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Mereka mengajak hotel kita untuk bekerja sama dalam paket liburan yang mereka tawarkan."
Gitta hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak berapa lama kemudian, terdengar suara mobil daddy Vanno. Mommy Retta segera beranjak keluar rumah. Dia akan pergi ke hotel bersama dengan daddy Vanno.
"Mas, kenapa perasaanku tidak enak, ya." Kata mommy Retta sambil menoleh ke arah sang suami yang tengah fokus menyetir.
"Ada apa, Yang? Mungkin karena kamu kecapekan, jadi pikiran kamu sudah kemana-mana."
"Sudah, banyak-banyak berdoa dan jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak baik."
"Iya, Mas."
Hari itu, daddy Vanno menemani mommy Retta di hotel. Dia tidak tega membiarkan sang istri sendirian karena kepikiran dengan apa yang dikatakan mommy Retta tadi siang.
Menjelang petang, daddy Vanno dan mommy Retta sudah bersiap untuk pulang. Mereka tidak langsung pulang ke rumahnya, tapi justru pulang ke rumah Ken. Gitta sudah memasakkan makanan kesukaan kedua mertuanya tersebut.
"Waahh, baunya enak sekali ini. Kamu yang masak sendiri, Sayang?" Tanya mommy Retta saat melihat Gitta tengah menyiapkan makan malam.
__ADS_1
"Iya, Mom. Kebetulan hari ini aku kan memang libur, jadi bisa mencoba banyak resep makanan. Hehehehe."
"Baguslah. Dengan begitu, kamu bisa mengontrol makanan untuk keluarga kamu."
"Iya, Mom. Mommy dan Daddy silahkan bersih-bersih dulu. Aku akan menyelesaikan untuk menyiapkan makan malam dulu."
"Baiklah, Sayang. Mommy akan bersih-bersih dulu," kata mommy Retta sambil berjalan menghampiri daddy Vanno yang tengah menjahili Zee yang berada di ruang tengah bersama dengan Ken. "Mas, bersih-bersih dulu, gih. Jangan dekat-dekat Zee, banyak kuman." Kata mommy Retta.
Daddy Vanno hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelahnya, dia langsung mengekori mommy Retta yang berjalan menuju kamar mereka yang berada di rumah Ken.
Tak butuh waktu lama bagi mommy Retta dan daddy Ken untuk menyelesaikan bersih-bersihnya. Mereka sudah selesai dan langsung bergabung dengan Gitta dan juga Ken untuk makan malam bersama. Tentu saja Zee juga ikut bergabung dengan mereka.
Mereka makan malam dengan diselingi obrolan-obrolan kecil. Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara ponsel daddy Vanno berdering. Daddy segera melihat layar ponsel tersebut, dan segera menyambungkannya saat mengetahui siapa penelepon malam itu.
"Hallo, Al."
"Dad, Kha-Khanza keguguran. Sekarang dia koma."
"Apaaa?!"
\=\=\=
Untuk informasi karya terbaru othor, bisa kepoin igeh othor @keenandra_winda
__ADS_1