Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 250 - Tidak Baik-baik Saja


__ADS_3

Kening Edward berkerut setelah mendengar ucapan Zee. Dia masih berusaha mencerna apa maksud Zee sebenarnya.


"Maksudnya apa?" tanya Edward.


Zee menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Zee masih berusaha meredam emosinya. Dan, tentu saja Zee tidak mau melakukan hal-hal konyol dengan memukul Edward yang memang tidak tahu apa-apa. Belum tahu, lebih tepatnya.


Zee mengulurkan tangan ke arah Edward. Dengan kening berkerut, Edward menyambut uluran tangan Zee.


"Perkenalkan. Saya Zoey Alexander Geraldy. Saya suami Kiara," ucap Zee dengan ekspresi tegas.


Kedua bola mata Edward langsung terbuka dengan lebar. Tentu saja dia cukup terkejut karena sama sekali tidak menyangka jika Zee adalah suami Kiara. Dalam bayangan Edward, Kiara adalah istri dari seorang Geraldy yang mungkin usianya tidak jauh berbeda dengannya. Namun ternyata, dugaan Edward keliru.


Suami Kiara bukan om-om yang susah terlihat tua, namun ternyata masih sangat muda yang seusia Kiara. Edward bahkan sampai tak mampu berkata-kata lagi.


"Asuaminya Kiara?" Edward masih tampak tidak percaya.


Zee melepaskan jabatan tangannya dan menatap tajam ke arah Edward sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Benar. Anda tidak salah orang. Saya suaminya Kiara. Kami menikah sekitar dua tahun yang lalu. Bahkan, saat ini putra kami sudah berusia satu tahun."


Edward masih menatap wajah Zee. Sepertinya, dia enggan mempercayai apa yang baru saja disampaikan oleh Zee. Namun, tentu saja Edward tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kini, dia sudah mengetahui dan bertemu langsung dengan suami Kiara. Kedepannya, Edward akan mulai menjauhi Kiara.


"Saya minta maaf kalau saya lancang menyukai istri Anda. Saya benar-benar tidak tahu siapa suami Kiara yang sebenarnya. Sangat sedikit sekali informasi yang saya dapatkan tentang hal itu," ucap Edward.


Zee menganggukkan kepala. Tentu saja dia mengerti jika Edward tidak tahu tentang hal itu. Itulah salah satu alasan Edward tidak langsung memukul Edward tadi.


"Saya tahu itu. Tapi, saya minta Anda untuk menjaga jarak dengan istri saya mulai sekarang. Kiara bukalah mahasiswa yang masih lajang yang bisa Anda cari perhatiannya."


Sepeninggal Edward, Zee tidak bisa langsung merasa tenang. Entah mengapa masih ada rasa jengkel dan kesal di hatinya. Zee benar-benar tidak menyangka jika ada yang melirik Kiara di kampus. Selama ini, keluarga Geraldy memang mempunyai pengawal pribadi sendiri-sendiri meski tidak terlihat. Namun, para pengawal pribadi itu mengawasi dari kejauhan. Mereka akan menjaga anggota keluarga Geraldy dari kemungkinan resiko penculikan atau kejahatan dari luar.


Karena merasa moodnya sudah tidak baik lagi, Zee segera meminta Riska untuk mengosongkan jadwalnya setelah makan siang. Zee ingin langsung menjemput Kiara di kampus.


Zee segera mengambil ponselnya. Dia langsung menghubungi Kiara setelah memutuskan untuk segera pulang.


"Hallo, Mas?" sapa Kiara dengan suara kecil. Sepertinya, dia sedang ada di kelas.

__ADS_1


"Pulang jam berapa?"


"Jam dua selesai kelas langsung pulang, kok. Ada apa? Apa Gen rewel?" 


"Tidak. Nanti aku jemput di kampus."


"Eh, kok tumben? Ada apa, Mas? Semua baik-baik saja, kan?" tanya Kiara yang mulai panik.


Kiara memang sering di antar Zee ketika pergi ke kampus. Namun, dia jarang sekali di jemput oleh Zee karena jadwal kuliahnya tidak sesuai dengan jadwal kerja Zee.


"Tidak. Ada yang tidak baik-baik saja."


"Ha?"


•••


Kira-kira, Zee mau apa nih?

__ADS_1


__ADS_2