Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 126


__ADS_3

Mohon maaf, dua hari kemarin othor benar-benar ada kerjaan deadline. Ini juga belum selesai kerjaannya. Mohon maaf jika up seadanya dulu. 🙏


***


Tanpa mendengar perkataan Kiara, Zee langsung beranjak ke atas tubuh sang istri. Kedua pasang mata mereka langsung terkunci. Wajah Kiara benar-benar sudah memerah karena malu. Kiara bahkan harus memalingkan wajahnya saat melihat sesuatu dibawah sana yang sudah mengangguk-angguk karena rasa senangnya.


Karena sudah tidak sabar seperti reader semua, Zee langsung mulai beraksi. Dia merangkak ke atas tempat tidur. Tangan Zee juga sudah mulai menjalar kemana-mana. Hal itu, tentu saja membuat Kiara mulai menggila kembali. Entah mengapa dia merasa tangan suaminya itu berada di mana-mana. Kiara merasakan hampir di seluruh bagian tubuhnya tak lepas dari jangkauan tangan Zee.


Dan kini, lagi-lagi tangan Zee sudah mulai bermain 'ciluk-ba' di bagian bawah tubuhnya. Sontak saja tubuh Kiara langsung melengkung ke atas. Kedua matanya terpejam dengan erat dengan bibir tergigit. Wajah Kiara juga sudah sangat merah menahan sesuatu yang ingin sekali dilepaskannya.


"Eehhmm, Ma-maasss." Hanya kata itu yang keluar dari bibir Kiara. Kedua tangannya sudah mencengkeram sprei dengan eratnya.


Entah sejak kapan, wajah Zee sudah berada di dekat telinga Kiara. Hidung Zee bahkan sudah mulai menjelajahi rahang Kiara hingga turun kembali ke leher. Tindakan itu dilakukan Zee sambil memberikan tanda kenang-kenangan di sana berulang kali, hingga membuat Kiara semakin kelojotan.


Kini, Kiara merasakan sesuatu yang mendesak hendak keluar dari tubuhnya seiring dengan gencarnya permainan 'ciluk-ba' dari Zee. Melihat sang istri yang sudah hampir sampai tujuan, Zee semakin mempercepat gerakannya.

__ADS_1


Hingga suara pekikan Kiara terdengar dengan diiringi gerakan tubuhnya yang tidak terkontrol. Ah, akhirnya Kiara sudah melepaskan desakan yang sejak tadi membuatnya bergerak-gerak gelisah. Kini, Kiara hanya bisa terbaring lemas dengan napas memburu. Dia terlihat sangat lemas sekali.


Zee yang melihat hal itu benar-benar sudah tidak tahan lagi. Namun, dia memberikan kesempatan kepada sang istri untuk mengatur napas dulu.


Sambil menunggu napas Kiara teratur, Zee tidak membuang kesempatan. Tangannya kembali lagi menjelajah bukit gersang dan hutan yang terlihat seperti baru saja mengalami tanah longsor hingga tidak menyisakan 'rerimbunan' di sana.


Menyadari tindakan sang suami, Kiara semakin terpancing. Dia yang sudah mulai bisa mengatur napasnya kembali, langsung menoleh ke arah Zee. Lagi-lagi wajahnya semakin merah. Zee yang saat itu juga sedang menatap Kiara, langsung menyunggingkan senyumannya.


"Bagaimana? Suka?" tanya Zee sambil tangannya masih sibuk berkelana kesana kemari.


Melihat anggukan kepala Kiara, Zee langsung beringsut. Kini, posisi Zee sudah bersiap untuk lepas landas. Kedua tangan Zee berada di kanan dan kiri Kiara untuk menyangga tubuhnya. Merasakan posisi yang seperti itu, lagi-lagi Kiara merasa malu. Namun, dia berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang mengecewakan sang suami.


Zee sedikit membungkuk hingga kini wajahnya berada pada ceruk leher Kiara. Ke kanan, ke kiri, hingga hidung Zee mulai menggoda di belakang telinga Kiara. Kiara merapatkan kedua mata dan menggigit bibirnya dengan erat. Keningnya juga berkerut yang membuatnya kelihatan sedang berusaha menahan sesuatu.


Kiara merasakan hembusan napas Zee pada telinganya. Saat itu, Zee berbisik di dekat telinga.

__ADS_1


"Jangan bibirmu. Bagaimana aku bisa masuk jika kamu menggigit seperti itu?" Zee berbisik.


Mendengar hal itu, Kiara merilekskan bibirnya. Dan, hal itu tidak disia-siakan oleh Zee. Dia langsung menyambar bibir sang istri dengan rakus. Bahkan, lidah Zee sudah menyusup di dalamnya. Tangan Zee lagi-lagi menjelajah ke arah gunung gersang yang hanya ditumbuhi oleh sesuatu yang sudah sangat mengeras dan menantang.


Zee menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Kiara dan membawanya pada 'tusuk sate' alaminya. Tentu saja Kiara tidak menyadari hal itu.


Beberapa saat kemudian, Zee berhasil mendaratkan tangan sang istri pada bagian bawah tubuhnya. Tentu saja Kiara langsung kaget. Kedua bola matanya terbuka dengan lebar. Mulutnya juga hendak berbicara, namun tidak bisa karena Zee semakin gencar.


Niat hati Zee ingin mengajari Kiara menjadi 'juru pijat' pribadinya. Namun, yang didapat justru sebuah cubitan tidak sengaja di dekat saluran irigasi Zee. Sontak saja Zee langsung berteriak.


"Aduuhh. Helmku!"


\=\=\=


Mau kemana Zee pakai helm? 🤔

__ADS_1


__ADS_2