Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 249 - Hanya Ingin Tahu


__ADS_3

"Edward Jackson," ucap laki-laki itu sambil menjabat tangan Zee.


Setelah ini, obrolan dilanjut dalam bahasa Indonesia, othor mah lemah dalam bahasa asing. Maunya bahasa planet nya Gen saja. 🤧


Kening Zee masih berkerut. Dia merasa asing dengan nama Edward Jackson. Dia juga merasa jika belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Meskipun begitu, Zee tetap mempersilahkan tamunya tersebut untuk duduk.


"Silahkan duduk, Sir." Zee mempersilahkan tamunya.


"Terima kasih," jawab Edward sambil mendudukkan diri di sebuah sofa yang berada tepat di seberang Zee. Tatapan matanya mengedar di seluruh bagian ruangan, hingga kembali berpusat pada wajah Zee.


Zee masih menatap penuh penasaran wajah tamunya tersebut. Hingga beberapa saat kemudian, Zee langsung bertanya.


"Sebelumnya, saya minta maaf. Apa kita pernah bertemu sebelum ini?" tanya Zee.


Edward menatap Zee dengan ekspresi sedikit menilai. Laki-laki berusia sekitar tiga puluh tahun tersebut, langsung menggelengkan kepala.


"Belum. Kita memang belum pernah bertemu sebelum ini."


Zee mengangguk-anggukkan kepala. Dengan masih mengerutkan kening bingung, dia kembali bertanya.

__ADS_1


"Lalu, kalau boleh saya tahu, ada perlu apa Anda datang kesini?"


"Sebenarnya, saya datang kesini hanya untuk mengkonfirmasi sesuatu. Saya benar-benar penasaran."


Dengan ekspresi yang masih bingung, Zee masih menunggu penjelasan tamunya tersebut.


"Mengkonfirmasi? Maksud Anda mengkonfirmasi apa ya?"


Edward menatap wajah Zee lekat-lekat sebelum menjawab.


"Saya hanya ingin mengetahui apakah anda mengenal Kiara Adina putri? Seorang mahasiswi semester dua di universitas X?"


"Tentu saja saya mengenal Kiara. Kalau boleh tahu, Anda siapa?"


Edward berdehem sebentar sebelum menjawab pertanyaan Zee. "Saya adalah dosen baru di kampus Kiara. Saya berasal dari Finlandia, dan baru mengajar semester ini di kelas Kiara. Sejak awal masuk kelas Kiara, saya sudah tertarik dengannya."


"Saya sudah coba berkali-kali mendekati Kiara, namun selalu tidak mendapatkan respon. Bahkan, Kiara selalu bilang jika dia sudah menikah dan punya anak. Namun, dia selalu tidak mau mengaku jika saya bertanya siapa suaminya. Saya pikir, dia hanya berbohong untuk menghindari saja."


"Dan, kemarin saya baru mendapatkan informasi dari salah seorang teman baik Kiara tentang keluarga dari suami Kiara. Jika ingin mengetahui siapa suami Kiara, saya harus datang ke kantor GC dan menemui pemiliknya. Apa saya bisa mencari informasi itu dari Anda?" tanya Edward sambil masih menatap wajah Zee.

__ADS_1


Kira-kira, apa yang dirasakan Zee saat mengetahui ada orang yang menyukai istrinya? 


Tentu saja Zee ingin sekali ngamuk. Bahkan kalau bisa, Zee ingin merobek mulut dan meencongkell kedua mata Edward yang sudah berani melihat dan menyukai istrinya. Namun, Zee sekuat tenaga menahan emosi tersebut.


Tidak mungkin dia akan mengamuk di kantor sementara Gen sedang terlelap di dalam kamar yang ada di ruangan tersebut. Zee tidak ingin Gen merasa terganggu dan melihat dirinya mengamuk.


Zee menarik napas dalam-dalam untuk menyuplai oksigen yang masuk ke dalam tubuhnya. Setelah merasa cukup tenang, Zee baru bersuara.


"Sebelum datang kesini, sudahkah Anda mencari tahu informasi tentang GC?" tanya Zee. 


Edward menganggukkan kepala. "Tentu saja sudah. Namun, saya sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun tentang pemilik GC ataupun informasi tentang Geraldy."


"Bukankah dari hal itu saja Anda seharusnya sudah mengerti mengapa tidak menemukan informasi apapun tentang Geraldy? Lalu, kenapa Anda nekat datang kemari?"


•••


Hhmmm, Zee emosi nggak ya ini?


Sudah ada jatah vote, cuss sisakan juga buat Zee ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2