Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 143


__ADS_3

Di kampus, otak Zee benar-benar tidak dapat diajak bekerja sama. Entah apa yang membuatnya masih memikirkan perkataan Kiara tadi pagi.


"Baju terbaru koleksi butik Mommy? Aarrggghh, benar-benar membuat frustasi." Zee mengusap kasar wajahnya. Otaknya sudah benar-benar membayangkan tubuh Kiara dengan balutan baju haram namun halal dipakai di depannya tersebut. Zee juga bisa membayangkan wajah malu-malu Kiara yang sudah memerah.


Tak disangka, pikiran kotornya tersebut membuat sesuatu dibawah sana sudah hidup dan membuat celananya sesak. Zee hanya bisa mengumpat dalam hati. 


Selama sekitar lima puluh menit ke depan, Zee harus benar-benar berkonsentrasi untuk mengerjakan ujiannya. Dia harus bisa fokus dan segera keluar dari ruang kelasnya tersebut. Setelah itu, Zee akan langsung menjemput Kiara dan membawanya pulang. Atau paling tidak, menyekapnya di ruangan pribadi sang mommy.


Sementara di butik, Kiara terlihat sudah mulai sibuk. Dia berjalan kesana kemari untuk memeriksa persiapan show yang akan berlangsung akhir bulan ini. Kiara membantu menata dan memisahkan koleksi terbaru butik Gitta berdasarkan temanya.


Sejak pagi, bahkan tidak ada karyawan yang menganggur di butik. Hampir semuanya bekerja seolah diburu waktu. Kiara juga tak kalah sibuknya.


Menjelang pukul sepuluh, Gitta baru saja tiba. Dia langsung mencari keberadaan sang menantu.


"Kia, hari jadi ikut Mommy?" tanya Gitta saat sudah berada di belakangnya.


Kia menoleh dan mendapati sang mertua sudah berada di belakangnya.

__ADS_1


"Boleh, Mom. Sekalian mau belajar juga. Hehehe."


Gitta tersenyum hangat. Dia benar-benar bersyukur memiliki menantu seperti Kiara. Setelahnya, pekerjaan kembali dilakukan. 


Sekitar satu jam kemudian, Kiara merasakan sesuatu pada tubuhnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Kiara buru-buru mencari pegangan agar tubuhnya tidak merosot jatuh. Pandangan matanya juga mulai terasa berat dengan kepala mulai berputar.


Merasa tak sanggup lagi berdiri, Kiara mencoba berpegangan pada dinding dan hendak berjalan menuju sofa yang terletak di dekat tangga. Namun ternyata, tubuhnya tidak dapat diajak bekerja sama. Tiba-tiba, Kiara merasa lemas dan pandangan matanya langsung kabur. Dan tak lama kemudian, brukk. Kiara terjatuh di atas lantai.


Salah satu karyawan butik yang kebetulan berada tak jauh darinya, langsung menoleh saat mendengar suara terjatuh. Seketika kehebohan terjadi saat karyawan tersebut berteriak-teriak dengan keras.


Sementara di kampus, tidak sampai lima puluh menit kemudian, Zee terlihat sudah selesai. Dia buru-buru beranjak dari ruang kelasnya tersebut. Namun, saat hendak menuju tempat parkir, El memanggil Zee. Mau tidak mau, Zee menghentikan langkah kakinya dan berhenti menunggu El.


"Butik."


"Jemput Kia?"


"Hhhmmm."

__ADS_1


El terlihat mendesahkan napas ke udara. Ya, dia tahu jika akhir-akhir ini Zee memang jarang berkumpul dengannya. El juga tahu jika Zee baru saja berduka dan mendapat beberapa masalah dengan perusahaan keluarganya. 


"Mau ikut keluar? Revina ngajak nonton bareng-bareng." El masih berdiri di depan Zee.


Zee menatap lekat-lekat wajah El sebelum mendesahkan napas beratnya. Setelah itu, dia menggelengkan kepala.


"Sorry, El. Gue sudah tidak bisa jalan seperti dulu lagi. Ada yang memang sudah jadi prioritas gue. Tapi, gue juga nggak menutup kemungkinan untuk tetap jalan dengan anak-anak. Jika gue free, gue janji bakalan ikut gabung."


El mengangguk-anggukkan kepala. Dia bisa memahami maksud Zee. Setelahnya, dia segera berpamitan. 


Sepeninggal El, Zee melanjutkan langkah kakinya menuju tempat parkir. Namun, belum sempat dia mengambil motor, terdengar suara ponselnya berbunyi. Zee segera mengambil ponsel tersebut dan menyambungkan panggilan masuk.


"Hallo, Mom. Ada apa?"


"Zee, Kiara pingsan!"


\=\=\=\=

__ADS_1


Yaahhh, koleksi baju terbaru dari butik Mommy apa kabar? 🤧


__ADS_2