Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 228


__ADS_3

Ferdi cukup terkejut saat mendengar suara Ken. Dia buru-buru mematikan panggilan telepon tersebut. Ketakutan kembali menyelimuti Ferdi. 


Sepertinya, aku tidak akan bisa lari lagi, batin Ferdi pasrah.


Sementara itu, Ken langsung meletakkan ponsel Kiara kembali ke atas meja. Melihat hal itu, Gitta langsung berjalan mendekati sang suami.


"Siapa, Mas?"


"Ferdi."


"Eh, Ferdi kakak tiri Kia? Ngapain dia telpon lagi?" Gitta terlihat kesal.


"Dia minta bantuan."


"Cckkk. Enak saja. Berani-beraninya minta bantuan. Nggak ingat apa yang dulu sudah dilakukannya kepada Kia dan neneknya. Awas jika kamu macam-macam, Mas. Aku buat tumis 'ini'," ucap Gitta sambil menyenggol bagian bawah Ken.


Tentu saja tindakan Gitta tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh Ken. Secepat kilat Ken langsung menarik tangan Gitta menuju kamar.


"Astaga, Mas. Mau ngapain, ih. Aku belum selesai masak." Gitta langsung protes.


"Ada Bibi, Yang."

__ADS_1


"Aku mau bantuin Kia mandikan Gen."


"Gen sudah mandi. Dia sudah wangi. Sekarang kamu bantuin mandiin seniornya Gen."


"Astaga! Sudah bangkotan juga masih iri sama cucu. Ingat umur, Mas. Nyebut." 


"Iya, iya. Buutttt, buuttt, yang 'njembrung' itukan?"


"Mas!"


Gitta memukul bahu sang suami. Dia merasa sangat geram kepada Ken, karena semakin hari bukannya semakin sembuh tapi malah semakin menjadi.


Zee yang baru saja menyelesaikan aktivitas mencuci motor, langsung berjalan memasuki rumah. Dia menghampiri sang istri yang baru saja selesai memandikan Gen. Kini, Kia sedang memakaikan baju putranya tersebut.


Zee yang melihat sang istri tengah mengurus Gen, langsung berjalan mendekat dan berdiri menempel pada lengan kiri Kiara.


"Waahh, anak Daddy sudah cakep dan wangi nih. Jadi gemes. Cium dikit, ya. Cup cup cup." Bukannya mencium Gen, Zee malah memberikan kecupan bertubi-tubi pada pipi Kiara.


Sontak saja hal itu membuat Kiara langsung cemberut dan menatap tajam ke arah sang suami.


"Apaan sih, Mas. Gemes ke anak kenapa aku yang dicium, ih." Kiara langsung mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Hehehe, aku masih kotor, Yang. Sayang jika ciumi Gen yang sudah cakep dan glowing begini. Mending ciumin Mommy Gen yang masih bau acem ini, hhmm." Lagi-lagi Zee ndusel pipi dan leher Kiara. Dia benar-benar gemas dengan istrinya tersebut. Hanya saja, Zee harus lebih banyak bersabar karena belum bisa berbuka puasa. 


"Cckkk, sudah sana, ih, Mas. Mandi dulu. Bau, tau." Kiara mendorong wajah Zee dari ceruk lehernya.


"Mandiin," ucap Zee dengan ekspresi ngalem bin ngeselin.


Heran deh, laki-laki dari keluarga Geraldy kenapa begini amat yak sama pawangnya? 🤧


"Mandi sendiri, Mas. Malu sama anak." Kiara masih berusaha melepaskan belitan tangan Zee.


"Gen juga masih kecil, Yang. Lagian, kenapa Gen terus yang di 'uleng-uleng', Yang? Aku kan juga mau digituin," rengek Zee.


Kiara langsung memutar kedua bola matanya. Dia benar-benar sudah geram dengan tingkah Zee yang tidak mau mengalah dengan sang putra.


"Namanya juga masih kecil, Mas. Wajar jika aku ngurusin Gen, mandiin dia, susuin dia. Lha kamu? Sudah bangkotan juga, Mas. Malu."


"Aku nggak malu kok, Yang. Serius. Aku mana malu buka baju dan mandi di depan kamu. Mau coba?"


\=\=\=


Astaga! Itu kenapa mulut Ken dan Zee sama-sama nggak ada saringannya sih. 🤧

__ADS_1


Yang ingin melihat visual semua tokoh cerita othor, cus kepoin di igeh othor @keenandra_winda. Terima kasih.


__ADS_2