Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 198


__ADS_3

Tak terasa satu minggu sudah usia Baby Gen. Zee dan keluarganya juga sudah mengadakan acara akikahan untuk anggota keluarga baru mereka. Suasana suka cita masih menyelimuti keluarga besar Geraldy dengan lahirnya penerus baru keluarga mereka.


Seperti beberapa hari kemarin, para wanita di keluarga Zee sudah disibukkan dengan aktivitas mengurus baby Gen sejak pagi mama Retta dan juga Gitta sudah terlihat heboh saat memandikan baby Gen.


"Gen kuat sekali susunya Git. Bilangin Kiara untuk makan yang banyak. Jangan sampai dia lemas karena kurang makan," ucap mama Retta sambil membuka popok sang cicit.


"Iya, Mom. Sudah, kok. Beruntung Kia juga tidak pilih-pilih makanan. Dia mau makan apa saja yang disiapkan Bi Ani," jawab Gitta sambil menyiapkan air hangat untuk mandi Gen.


"Oh iya, Ken sudah memberitahu jadwal Daddy kamu?"


Gitta menoleh ke arah sang mertua. "Jadwal operasi mata Daddy, Mom?"


"Iya."


"Sudah. Semalam Mas Ken sudah ngomong. Daddy mau dioperasi, Mom?" tanya Gitta.


"Ya, mau tidak mau. Jika sudah anak-anaknya yang ngomel, dia pasti tidak akan bisa berkutik lagi."


Gitta mengangguk-anggukkan kepala. Dia mengetahui jika ayah mertuanya itu akan menjadi sangat keras kepala jika menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri.


"Baguslah kalau begitu. Jika tidak dipaksa, Daddy pasti tidak akan mau, Mom."

__ADS_1


"Kamu benar."


Setelah itu, aktivitas kedua wanita beda generasi tersebut kembali dilanjutkan untuk memandikan baby Gen. 


Sementara sang putra tengah mandi, Kiara juga sedang berada di dalam kamar mandi. Dia juga melakukan hal yang sama, yaitu membersihkan diri. Zee juga membantu sang istri dengan menyiapkan semua keperluannya.


Begitu semua keperluan Kiara sudah siap, Zee langsung beranjak menuju ruang tengah untuk menemui sang daddy. Namun, dia sudah terlambat. Ken sudah berangkat ke kantor sejak pagi.


Mendapati sang daddy sudah berangkat, Zee melanjutkan langkah kakinya menuju ruang belakang tempat dimana mommy dan neneknya memandikan Gen.


"Waahhh, anak Daddy sudah mandi nih. Mau cium dong, Mom." Zee langsung mendekat dan merengek kepada sang mommy.


Mendengar ucapan mommynya, Zew hanya bisa mencebikkan bibir. 


"Kenapa cium saja nggak boleh, sih." Zee menggerutu kesal.


"Kamunya belum mandi Zee, banyak kuman." Kali ini sang nenek yang menjawab.


Hhhhh. Zee hanya bisa mendesahkan napas beratnya. Mau tidak mau, Zee hanya bisa menuruti ucapan ibu suri dan ibu negara. Bagi Zee, tidak ada yang bisa menang melawan kedua wanita tersebut.


Setelahnya, Zee segera bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri. Beruntung saat itu Kiara sudah selesai. Hari ini, Zee akan melanjutkan pengerjaan skripsinya. Dia sudah membuat janji dengan dosen pembimbing di kampus.

__ADS_1


Menjelang sore, Kiara baru saja menidurkan Gen ke dalam box bayinya. Zee belum pulang karena dia langsung berangkat ke kantor setelah dari kampus. Ibu mertuanya juga pergi ke butik untuk memeriksa beberapa pekerjaan yang sempat ditinggalkannya saat membantu Kiara mengurus Gen.


Kiara berjalan menuju dapur setelah berhasil membuat Gen terlelap.


Bi Ani dan Bi Siti sudah berada di dapur untuk membuat makan malam.


"Eh, ada Mbak Kia. Ada yang bisa kami bantu, Mbak?" tanya Bi Siti setelah melihat Kiara memasuki dapur.


"Nggak ada, Bi. Aku hanya mau mengambil air minum. Bibi masak apa?" 


Belum sempat Bi Siti menjawab pertanyaan Kiara, terdengar suara bel dari pintu depan. Bi Siti hendak beranjak untuk membukakan pintu, namun Kiara melarangnya.


"Biar aku saja yang buka, Bi. Bibi lanjutkan saja memasaknya," ucap Kiara. Setelah itu, Kiara langsung berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.


Ceklek.


Kening Kiara berkerut saat pintu terbuka dan dia melihat seseorang telah berdiri di depannya.


"Siapa ya?"


Siapa sih itu? 🤔

__ADS_1


__ADS_2