Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 225


__ADS_3

Kiara langsung menunjukkan ponselnya kepada Zee. Kening Zee berkerut saat melihat nama Ferdi di layar ponsel Kiara.


"Mau apa laki-laki itu menghubungi kamu, Yang?" tanya Zee.


"Entahlah, Mas. Aku juga nggak tahu. Ini bagaimana? Diangkat apa tidak?"


"Kamu angkat saja. Aku mau tau apa yang dia inginkan."


Kiara menganggukkan kepala dan menggeser tombol berwarna hijau tersebut. Zee juga langsung beranjak untuk menitipkan Gen kepada Bi Ani. Setelah itu, dia bergegas menghampiri Kiara.


"Hallo," ucap Kiara setelah panggilan teleponnya terhubung.


"Kia, tolong aku." Suara laki-laki di seberang sana langsung terdengar di telinga Kiara.


Kening Kiara berkerut saat mendengar suara Ferdi. Kiara menoleh saat Zee menepuk bahunya dan meminta untuk mengalihkan ke mode loudspeaker. Kiara pun menuruti permintaan Zee.


"Apa maksud kamu?" tanya Kiara.

__ADS_1


"Kia, tolong aku. Aku tahu ini semua ulah keluarga kamu. Tolong bantu aku. Aku tidak mau masuk penjara!" Suara Ferdi terdengar mendesak. Sepertinya, dia tengah berlari dengan napas terengah-engah.


"Cckkk. Membantu kamu? Untuk apa aku harus repot-repot membantu kamu setelah semua yang kamu lakukan kepadaku?"


"Kia, jangan ngomong seperti itu. Kita ini kan keluarga."


"Keluarga gundulmu! Mana ada keluarga yang berbuat seenaknya seperti kamu dan ibumu. Dan lagi, bukan keluarga namanya jika membayar orang untuk menjebak keluarganya sendiri." Kia terlihat sangat emosi.


"Tolong jangan seperti ini. Bantu aku sekali ini saja. Aku sudah tidak bisa lari lagi. Ada beberapa orang yang mengejarku. Ibu juga sudah dibawa oleh mereka. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi."


"Apa urusannya denganku?" Kiara menjawab ucapan Ferdi dengan ketus.


"Kakak kamu bilang? Kakak gundulmu itu! Sekarang baru mengaku kakak, mengaku keluarga. Dulu, kalian kemana saat aku kesulitan mencari biaya untuk nenekku? Kalian kemana saat aku mendapat fitnah dari Yono dan antek-anteknya, hah?"


"Apa yang kalian lakukan? Tidak ada! Kalian justru mendukung mereka. Kalian justru menyetujui saat anak Yono yang berandalan itu berniat menikahiku. Kalian kemana, hah!" Kiara nyaris berteriak jika Zee tidak memeluk pinggangnya.


Melihat Kiara yang tengah emosi, Zee langsung merebut ponsel sang istri. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Kiara akan lebih histeris lagi.

__ADS_1


"Jangan lagi mengganggu istriku! Apa yang kamu alami sekarang, adalah akibat dari perbuatanmu sendiri. Ingat, kemanapun kamu pergi, kamu tidak akan pernah bisa lolos dari kami," ucap Zee yang langsung mematikan panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari Ferdi.


Kiara langsung berbalik dan memeluk erat tubuh suaminya. Entah mengapa air matanya langsung luruh saat mengingat perlakuan Ferdi dan ibunya dulu.


"Ssstt. Jangan diingat-ingat lagi, Yang. Mereka akan mendapatkan balasan atas apa yang mereka lakukan." Zee mengusap-usap punggung Kiara untuk menenangkannya.


Saat itu, bertepatan dengan Ken yang juga sedang turun dari lantai dua. Dia menghentikan langkah kakinya saat melihat Zee dan Kiara tengah berpelukan. 


"Ada apa? Kenapa Kia menangis?" tanya Ken.


Kiara buru-buru melepas pelukannya dan menghapus air mata yang masih menggenang di kedua bola matanya.


"Barusan si Ferdi telepon Kia, Dad," jelas Zee.


Kening Ken berkerut saat menatap ke arah Zee dan Kiara bergantian. "Ferdi telepon? Mau apa dia?" tanya Ken.


"Mau minta tolong Kia. Sepertinya, dia melarikan diri."

__ADS_1


Ken tampak biasa saja. Sebenarnya, Ken sudah tahu jika Ferdi melarikan diri saat akan ditangkap. Alhasil, hanya ibunya saja yang berhasil dibawa oleh pihak kepolisian.


Sebentar lagi kelar kok masalah si Ferdi. Cuuss kasih dukungan yang banyak buat othor ya.


__ADS_2