
Zee hanya bisa tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa malu saat mendapati tatapan tajam dari sang istri.
"Hehehe, nggak mau apa-apa, Yang. Ya, siapa tau aku bisa membantu kamu, kan?" ucap Zee.
Kiara hanya bisa mencebikkan bibir. Belum sempat dia menyahuti ucapan Zee, mereka mendengar rengekan kecil dari Gen. Zee buru-buru berjalan menghampiri box bayi sang putra. Dengan hati-hati, Zee mengangkat tubuh Gen ke dalam gendongannya. Diayun-ayunkannya sebentar tubuh bayi tersebut agar kembali tenang, namun sama sekali tidak berhasil. Gen justru menangis semakin kencang.
"Bawa sini, Mas. Sepertinya, dia sudah haus." Kiara mengambil bantal untuk menyusuii dan menatanya di atas pangkuan.
Dengan hati-hati, Zee memberikan Gen kepada sang istri dan membantunya mendapatkan posisi yang nyaman. Setelah itu, Kiara mulai melucuti kancing bajunya agar memudahkan bagi Gen menemukan sumber nutrisinya.
"Mas, bisa minta tolong ambilkan baju ganti. Ini bagian depan basah," ucap Kiara.
Zee segera mengangguk dan berjalan menuju lemari baju. Dia segera mengambilkan baju yang sudah disiapkan untuk Kiara. Tentu saja baju-baju tersebut memiliki kancing pada bagian depannya untuk memudahkan Kiara menyusuii Gen.
Setelah sang putra cukup kenyang dan terlelap, Zee membantu membawanya kembali ke dalam box bayi. Zee juga merapikan selimut dan guling di kanan kiri Gen agar putranya tersebut nyaman. Begitu selesai, Gen langsung membantu Kiara berganti baju.
Malam itu, Zee bisa tidur cukup meskipun dia harus terbangun setiap dua jam sekali untuk membangunkan Gen dan Kiara. Meskipun begitu, Zee benar-benar menikmati masa-masa menjadi ayah baru.
***
__ADS_1
Dua hari berlalu, kini Kiara dan Gen sudah bersiap-siap untuk pulang. Hari ini, mereka sudah diperbolehkan pulang oleh sang dokter.
Orang tua Zee dengan penuh semangat sudah berada di rumah sakit sejak pagi untuk menjemput menantu dan cucu pertama mereka. Siapa lagi jika bukan Gitta dan Ken. Bahkan, Ken sengaja absen untuk tidak mengantarkan keberangkatan Papa Vanno ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan rutin.
Papa Vanno terpaksa menuruti permintaan Khanza untuk melakukan pemeriksaan rutin yang sudah mulai enggan dilakukannya sejak meninggalnya Opa Evan dan Oma Nadia.
"Semua sudah siap, Sayang?" tanya Gitta sambil menggendong sang cucu. Dia menoleh ke arah Kiara yang saat itu sedang dibantu Zee turun dari brankar.
"Sudah, Mom. Semua barang-barang sudah di masukkan ke dalam tas," jawab Kia sambil mendudukkan diri di atas kursi roda. Ya, Zee memang membawakan kursi roda untuk Kiara. Dia tidak ingin sang istri kecapekan saat berjalan menuju mobil.
"Bagus. Kalau begitu, kita sudah siap pulang."
Kurang dari satu jam kemudian, mobil yang saat itu dikendarai Ken sudah memasuki halaman rumahnya. Ya, Zee dan Kiara akan tinggal di rumah orang tua Zee setelah melahirkan. Kiara merasa kesulitan jika harus mengurus Gen seorang diri. Apalagi, dia dan Zee sama sekali belum mempunyai pengalaman merawat bayi.
Kedatangan Kiara dan Gen disambut oleh asisten rumah tangga yang berada di rumah Ken. Mereka sama antusiasnya saat melihat Gen.
Begitu memasuki rumah, Kiara langsung menuju kamarnya yang berada di dekat ruang tengah. Dulu, kamar itu memang difungsikan untuk ruang kerja Ken. Namun, setelah Kiara hamil tua, ruangan itu direnovasi dan digabung menjadi satu dengan kamar di sebelahnya. Alhasil, kini ruangan tersebut sudah berganti menjadi kamar Zee dengan segala keperluan Gen berada di dalamnya.
Begitu memasuki kamar, Kiara cukup terkejut saat melihat barang-barang baru milik Zee sudah berada di sana.
__ADS_1
"Mas, i-ini?" Kiara tidak menyelesaikan ucapannya dan menoleh ke arah Zee.
Sambil mendesahkan napas berat, Zee menjawab pertanyaan Kiara.
"Ini semua Mommy yang atur, Yang. Mommy dan Daddy membeli semua keperluan Zee double."
"Hhaa? Double? Maksudnya bagaimana?" tanya Kiara bingung. Pasalnya, dia tidak mengetahui apa-apa dengan semua dekorasi kamarnya tersebut.
"Ya, itu. Mommy dan Daddy membeli semuanya samaan. Seperti, box bayi itu, Mommy juga beli dua. Satu di taruh di sini, satu ditaruh di kamar Mommy."
Kiara mengerutkan kening. "Eh, untuk apa?"
"Mommy dan Daddy mau jika Gen juga sering-sering tidur dengan mereka."
"Eh,"
\=\=\=
Siapkan vote buat Zee ya. Jangan lupa juga kasoh like, komen dan hadiah banyak-banyak untuk Zee.
__ADS_1
Bagi yang belum mampir di igeh othor, silahkan mampir di @keenandra_winda. Othor akan spill informasi dan cerita baru di sana. 🤗