
Bahagiakah sekarang? Sahabat sudah akan menikah dengan perempuan lain. Dan, kamu bisa mengejar Revina. Cckkk. Sahabat macam apa itu?
Zee langsung geram setelah membaca pesan tersebut. Rupanya, si pengganggu itu tidak kapok. Kali ini, Zee tidak akan tinggal diam lagi. Dia mengetikkan pesan kepada Juan untuk mulai membalas apa yang sudah berani dia lakukan.
Tak berapa lama kemudian, Zee mendapatkan balasan dari Juan. Dia cukup puas saat membaca pesan tersebut. Sepertinya, esok hari dia akan cukup sibuk.
Beberapa saat kemudian, Kiara sudah terlihat keluar dengan Gen. Sudah tidak menangis lagi, Gen yang berada di dalam gendongan sang mommy, terlihat menggigiti jelly. Zee langsung mengambil alih Gen dari gendongan Kiara.
"Uuhhh, anak Daddy sudah kenyang?" Zee langsung mengecupi pipi gembul Gen.
"Kyaaa. Auuhh ana! (Jauh sana!)" Gen langsung mendorong wajah Zee yang berusaha mengecupi pipi gembulnya. Dia selalu merasa kesal saat daddynya itu menciumi pipinya.
Tak berapa lama kemudian, Zee dan Kiara beserta Gen langsung berangkat ke acara pernikahan El. Mereka tidak mau datang terlalu terlambat di acara penting sahabat Zee tersebut.
"Kak El beneran serius ingin menikahi Fara kan, Mas?" tanya Kiara saat dalam perjalanan menuju rumah orang tua El.
__ADS_1
Zee menoleh ke arah sang istri dengan kening berkerut. "Maksud kamu apa, Yang?"
"Ya, maksudnya Kak El serius beneran menikahi Fara, bukan hanya sebagai pelarian atau main-main, kan?"
Zee menggelengkan kepala. "Enggak, Yang. Aku yakin El serius menikahi Fara. Dia bukan orang seperti itu. Lagi pula, orang tua El pasti juga tidak akan membiarkan putranya berbuat aneh-aneh dan mempermainkan Fara. Mereka sudah menganggap Fara seperti anak mereka sendiri."
Kiara mengangguk-anggukkan kepala. "Iya, Mas. Aku lega mendengarnya. Setelah mengetahui cerita tentang keluarga Fara, aku jadi bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Fara. Ceritanya, hampir sama dengan apa yang kita alami dulu, Mas," ucap Kiara sambil mengusap pipi Gen yang sudah tampak kotor karena makanannya.
"Merasakan apa maksudnya, Yang? Jangan bilang kamu merasa tidak sabar untuk segera buka puasa ya, waktu itu?"
Kiara mencebikkan bibir sambil mendengus kesal setelah mendengar ucapan Zee. Entah mengapa Zee selalu saja mengaitkan hal apapun dengan aktivitas yang satu itu. Kiara benar-benar baru menyadari jika suaminya itu orang yang kelewat meshooommm setelah menikah dengannya.
Kening Zee berkerut sambil menoleh sekilas ke arah Kiara. Dia tidak mungkin lama-lama menatap sang istri karena harus fokus pada jalanan yang ada di depannya tersebut.
"Pemikiran apa maksud kamu, Yang? Jangan bilang jika kamu dulu punya niatan untuk melarikan diri dariku dan membuatku menjadi duda. Begitu?" Zee langsung memasang wajah di tekuknya.
__ADS_1
"Cckkk. Apaan sih, Mas? Mana ada pemikiran seperti itu. Takut banget jadi duda," cibir Kiara.
"Ya, tentu saja takut, Yang. Kan capek solo karir. Enakan duet, bisa bagi-bagi kerjaan."
Kiara hanya bisa mendesahkan napas beratnya. Dia sudah cukup capek beradu pendapat dengan suaminya itu.
"Terserah deh, Mas. Sak karepmu. Tapi yang jelas, aku hanya berharap semoga Fara tidak beranggapan jika Kak El hanya memanfaatkan pernikahan ini untuk keperluannya saja."
"Untuk masalah itu, kamu tenang saja, Yang. Aku sudah kasih briefing kepada El. Dan, aku yakin dia tidak akan berani macam-macam untuk acara sakral seperti pernikahan."
Kening Kiara berkerut saat mendengar jawaban Zee. Dia menoleh ke arahnya dengan ekspresi penasaran.
"Memang kamu kasih Kak El briefing tentang apa, Mas?"
•••
__ADS_1
Hayo, ada yang ingat Zee kasih briefing apa ke El?
Mohon maaf up lama, banyak yang dikerjakan menjelang lebaran. 🙏