Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 49


__ADS_3

“Ami mimi cucu.”


Gitta langsung menoleh ke arah sumber suara. Dia melihat putranya sedang menggeliat karena terbangun.


“Aku susuin Zee dulu, Mas. Kamu segeralah mandi. Mau aku ambilkan makan malam?” tanya Gitta sambil menoleh ke arah Ken.


Meski mencebikkan bibirnya, Ken segera menggelengkan kepala. “Nggak usah, Yang. Aku mandi saja dulu.”


Gitta segera mengangguk dan beranjak menuju tempat tidur. Dia langsung menyusui Zee yang sudah mulai merengek kembali. Ken segera beranjak menuju tempat tidur. Tubuhnya terasa sangat lengket. Tak berapa lama kemudian,  Ken terlihat keluar dari kamar mandi dengan baju kebesarannya, kaos tipis dan celana boxxeerrr idola Gitta. 🙄


Ken segera beranjak menuju tempat tidur dan langsung merebahkan diri di samping sang putra yang tengah mengenyot pabrik nutrisinya. Ken mengecup belakang tubuh Zee dengan penuh rasa sayang. Gitta yang belum kembali terlelap hanya bisa tersenyum ke arah sang suami.


“Istirahatlah, Mas. Kamu pasti sangat capek,” ucap Gitta.


Ken menatap wajah sang istri dan mendekatkan wajahnya. Tentu saja dia langsung menyambar bibir ranum Gitta dan me*lu*matnya dengan lembut. Setelah keduanya merasa cukup kehabisan napas, Ken segera melepaskan pagutannya.


"Selamat malam, Yang." Ken merapatkan tubuhnya pada punggung Zee. Dia mengecupi pucuk kepala sang putra dan memeluknya dengan erat. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah terlelap.


Pagi itu, Gitta sudah bangun dan mulai berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Sementara Ken, masih bergelung di atas tempat tidur. Tentu saja bersama dengan Zee yang hanya memakai kaos dalam dan popoknya. Zee sudah nangkring di atas perut sang daddy yang saat itu sedang tidur terlentang.


Beberapa saat kemudian, Zee terlihat menggerakkan tubuhnya. Dia bangun dari tidurnya dan mengerjab-ngerjabkan matanya. Kedua netranya menatap sang daddy yang tengah tertidur pulas di depannya.


"Tedi?" Suara serak Zee mengusik tidur Ken.


Ken mengerjab-ngerjabkan kedua matanya dan tersenyum saat melihat Zee sudah bangun.


"Eh, jagoan Daddy sudah bangun," Ken beringsut memeluk Zee ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Tedi teyyon Ji? (Daddy kelonin Zee?)"


"Iya, Sayang. Tadi malam Daddy kelonin Zee lama."


"Bobo cini?"


"Iya, bobo sini sama Zee."


"Teyyon Ami?"


"Iya, kelonin Mommy juga."


"Tak mimi cucu Ji? (Tidak minta mimi susu Zee, kan?)"


Ken hanya bisa mendesahkan napas ke udara. Dia menggelengkan kepala. "Tidak, Sayang. Daddy tidak minta susu Zee. Tedi mau mayonaise saja."


"Iya, mayonaise. Sekarang, Zee mau bobo lagi atau mau mandi bareng Daddy?"


"Andi!" Zee langsung beranjak duduk dari tidurnya.


Tanoa menunggu lebih lama lagi, Ken segera menggendong sang putra menuju kamar mandi. Pagi itu, Ken dan Zee segera mandi bersama. Tak berapa lama kemudian, terlihat Gitta memasuki kamar. Dia mendengar suara Ken dan Zee dari dalam kamar mandi. Gitta berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi.


"Mas, jangan lama-lama mandinya. Zee Sayang, ayo cepat mandinya. Habis ini, ikut Mommy beli ikan, yuk."


Seketika Zee yang sedang berada di dalam kamar mandi langsung bersemangat setelah mendengar perkataan sang mommy. 


"Ja! Beyyii itan, Ted. Udah udaahh. Ji au beyyi itan." Zee langsung berteriak-teriak heboh.

__ADS_1


Ken hanya bisa menghembuskan napas beratnya saat mendengar permintaan sang putra. Setelah itu, dia segera membantu Zee menyelesaikan mandinya.


Begitu keluar dari kamar mandi, Gitta sudah mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil alih Zee. Ken mengikuti istri dan putranya dari belakang.


"Ami, anti beyyi itan toi meyyah cama itan yeye icam?"


"Eh untuk apa?"


"Tuk bayapan."


"Eh, balapan?"


"Ja." Zee tampak mengangguk-anggukkan kepala dengan penuh semangat. "Ji au cepelti Tedi cama Papa bayapan ci meyyah, ci icam. Yyeeeee."


"Eh, kalian balapan motor, Mas?"


\=\=\=


Sekedar mengingatkan 


motor daddy Vanno 



Motor Ken


__ADS_1


__ADS_2