Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 183


__ADS_3

Tak terasa usia kehamilan Kiara sudah memasuki minggu ke tiga puluh. Zee juga semakin posesif saat Kiara meminta izin untuk keluar rumah tidak bersamanya. Bahkan, Zee harus mendapatkan laporan keberadaan Kiara setiap tiga puluh menit sekali.


Pagi itu, Kiara sudah bersiap. Dia akan memeriksakan kehamilan bersama sang suami. Sejak semalam, Kiara sudah memberikan ceramah singkat kepada Zee agar tidak menanyakan hal-hal aneh saat bertemu dengan dokter Andara. Kiara benar-benar malu jika Zee sampai kelewatan.


"Sudah siap, Yang?" tanya Zee saat berjalan menghampiri Kiara yang sudah menunggu di ruang tengah sambil memainkan ponselnya.


Kiara menoleh dan menatap sang suami yang sudah berada di belakangnya.


"Sudah. Ayo, berangkat sekarang." Kiara segera memasukkan ponsel ke dalam tas dan beranjak berdiri. Zee membantu Kiara berdiri sambil mengusap-usap perutnya yang sudah membuncit tersebut.


"Baik-baik, Boy. Sebentar lagi kita bertemu. Daddy sudah nggak sabar buat main sama kau. Cup cup cup." Zee membungkuk sambil menciumi perut Kiara.


Sudah sangat hafal dengan tingkah Zee, Kiara langsung mendorong wajah sang suami. Jika dibiarkan, sudah bisa dipastikan jika bukan hanya perut buncitnya yang mendapat kecupan. Namun, sudah pasti Zee akan merembet ke, ah sudahlah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Zee dan Kiara segera berangkat menuju rumah sakit. Mereka sudah membuat janji dengan dokter Andara. Kembali lagi, Kiara mengingatkan Zee untuk tidak menanyakan hal-hal aneh kepada dokter Andara. Dengan patuh, Zee mengangguk-anggukkan kepala menyetujui ucapan sang istri.


Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Zee dan Kiara sudah tiba di rumah sakit. Dengan telaten, Zee membantu Kiara turun dari mobil dan menuntunnya menuju ruang pemeriksaan. 


Karena sudah membuat janji sejak semalam, Zee dan Kiara langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Para perawat pun juga langsung membantu mereka. Siapa lagi yang tidak mengenal Zee dan Kiara, mereka sudah seperti penghuni tetap rumah sakit sejak beberapa bulan terakhir karena keberadaan mereka yang hampir setiap minggu wara wiri di sana. Dan, semua itu tentu saja karena ulah Zee yang benar-benar membuat malu Kiara.


"Bagaimana Mbak Kia, apa ada keluhan?" tanya dokter Andara sebelum memulai memeriksa kandungan Kiara.


"Ehm, nggak ada, Dok. Pergerakannya juga sudah lumayan, Dok."


Baby Boy? Ya, setelah diperiksa beberapa minggu yang lalu, ternyata janin yang berada di dalam perut Kiara berjenis kelamin laki-laki. Zee benar-benar bahagia akan mendapatkan putra. Dia berharap, sang putra akan mewarisi semua gen keluarganya. 


Kalau gen cakep sih boleh-boleh saja, Zee. Asal jangan gen gesrek kamu turunin ke anak kamu. 🤧

__ADS_1


Dengan penuh semangat, Zee membantu sang istri menaiki brankar. Dia selalu bersemangat saat Kiara akan melakukan usg. Zee benar-benar sangat takjub jika dia bisa melihat sendiri calon buah hatinya yang sudah ditunggu-tunggu sejak beberapa bulan ini.


"Nah, Mas Zee, Mbak Kia, lihat pergerakan Baby Boy sangat aktif. Dia bergerak-gerak dengan cukup aktif. Wajahnya juga sudah mulai terlihat mirip siapa, nih." Dokter Andara tersenyum sambil masih terus mengamati janin Kiara.


Zee tampak antusias. Wajahnya semakin berbinar bahagia. Kedua matanya bahkan seperti tak berkedip saat menatap layar monitor tersebut. Namun, seketika kening Zee berkerut saat kedua matanya menatap sesuatu di sana.


"Dok, itu si junior Boy kenapa kecil begitu, ya? Dia bisa tumbuh jadi besar dan panjang, kan? Masa iya aku nggak menurunkan ukuran 'itu' kepada anakku, Dok?"


\=\=\=


Dokter Andara be like …


Cussss komen kira-kira apa yang akan dilakukan dokter Andara 🤭

__ADS_1


Jangan ada yang mau nampol Zee ya, di tecup-tecup saja 🤭🤭


__ADS_2