Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 247 - Meeting


__ADS_3

Zee menurunkan Gen di tempat bermainnya. Dia masih melihat wajah sang putra yang tengah memelas minta minum. Dengan cekatan, Zee segera mengambilkan botol susu yang sudah disiapkan oleh Kiara sebelum berangkat tadi.


Hap. Dengan rakus Gen segera mengenyot botol susu tersebut. Zee mengecup pucuk kepala Gen sebelum beranjak meninggalkan sang putra.


"Main dulu, ya. Daddy kerja dulu," ucap Zee sambil kembali mengusap kepala Gen.


Namun, saat hendak beranjak berdiri, Gen menarik jari Zee. Wajahnya memelas sambil melepaskan kenyotan botol susunya.


"Ana? (Kemana?)" 


"Kerja, Gen. Tuh, Daddy mau kerja di sana." Zee menunjuk mejanya yang berada tak jauh dari tempat Gen berada.


Bukannya melepaskan tangan Zee, Gen langsung mengulurkan kedua tangannya minta gendong.


"Ndong," ucap Zee sambil hendak berdiri dengan berpegangan pada pagar pembatas.

__ADS_1


Zee hanya bisa mendesahkan napas berat. Jika sudah seperti itu, Gen pasti tidak akan bisa dibujuk. Entah mengapa Gen lengket sekali dengan Zee jika berada di luar rumah. Mungkin, karena selama ini Gen sedikit lebih banyak menghabiskan waktu dengan Zee karena Kiara sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah.


Namun, hal itu tidak berlaku jika Kiara di rumah atau sedang libur kuliah. Gen sudah bisa dipastikan akan nemplok kepada sang mommy.


Zee segera meraup Gen ke dalam gendongannya. Mau tidak mau, Zee mengajaknya berjalan menuju meja kerjanya. Sambil mendudukkan Gen di atas meja, Zee langsung mulai membuka laptopnya. Ada beberapa email yang harus diperiksanya sebelum memulai rapat sebentar lagi.


Seperti sudah hafal, Gen duduk sambil mengenyot botol susunya. Tak lupa juga Zee mengambilkan mainan berupa gambar-gambar binatang. Gen cukup tertarik dengan gambar-gambar binatang tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, Zee sudah harus bersiap untuk mengikuti meeting. Mau tidak mau, Zee mengajak serta Gen. Zee juga tidak mungkin dititipkan kepada karyawan yang lain. Sudah bisa dipastikan dia akan menjerit-jerit histeris.


Zee berjalan memasuki ruangan meeting sambil menggendong Gen di tangan kirinya. Di tangan kanan Zee sudah membawa beberapa berkas untuk bahan meeting hari itu.


Begitu memasuki ruangan meeting, sudah ada sekitar dua puluh orang di sana. Semuanya tentu bukan wajah-wajah asing bagi Zee karena sudah sering bertemu dan bekerja sama.


Gen yang masih berada di dalam gendongan Zee sambik mengenyot botol susunya, langsung melepaskan kenyotannya. Dia tersenyum cerah ke arah para peserta meeting tersebut.

__ADS_1


"Aooo," sapa Gen sambil melambaikan tangan ke arah peserta meeting.


Tentu saja hal itu membuat para peserta kaget sekaligus bingung harus membalas apa. Sebenarnya, bukan kali pertama mereka melihat Gen. Namun, biasanya mereka akan melihat Gen saat berada di ruangan Zee atau Ken. Dan, sesekali sedang bermain dengan papa Vanno jika sedang berkunjung.


Gen yang merasa sapaannya tidak direspon, langsung merengek saat Zee hendak duduk.


"Aoo aooo," ulang Gen dengan wajah sedikit ditekuk. Lagi-lagi, para peserta rapat bingung harus membalas apa. Masa iya mereka harus melambaikan tangan membalas Gen, batin mereka bingung.


Belum sempat Zee menenangkan Gen, terdengar lengkingan tangis Gen. Jangan lupakan botol susunya yang langsung dilempar di tengah-tengah meja rapat.


"Huuaaaa. Atal. Huaaaaa."


•••


Anak kecil saja tahu rasanya nggak di respon, bagaimana dengan orang dewasa? 🤭🤭

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakan. 🤗


Sambil nunggu up, bisa mampir di cerita othor yang lain 'Terangga Kamar' dan 'The Unexpected Partner' yang baru mulai up hari ini. Selamat membaca 🤗


__ADS_2