
Mendengar teriakan sang suami, sontak saja Kiara langsung terkejut. Wajahnya mendadak khawatir saat melihat Zee mengusap-usap helm yang tiada duanya itu. Entah apa yang dipikirkan Kiara, dia langsung beringsut dan bersimpuh di depan sang suami.
Kiara yang tadi cukup terkejut karena baru pertama kali menyentuh 'tusuk sate alami', kini secepat kilat langsung bertindak. Tanpa canggung, Kiara langsung mengusap-usap dan mengelus-elus bekas cubitan tak sengajanya. 🙄
Sontak saja hal itu membuat Zee kaget. Dia cukup terkejut melihat tindakan tiba-tiba Kiara.
"Ma-maaf, Mas. Aku nggak sengaja tadi," Kiara mendongakkan wajahnya dengan ekspresi memelas.
Zee yang melihat ekspresi Kiara yang seperti kucing minta dikasihani tersebut, menjadi semakin gemas. Tak terasa si tusuk sate alami mulai menggeliat kembali.
Secepat kilat Zee langsung mendorong tubuh Kiara hingga terlentang. Zee langsung me*lu*mat dan me*nye*sap bibir ranum sang istri. Kali ini, lebih dalam, lebih liar, bahkan lebih menuntut. Zee benar-benar sudah tidak sanggup menahan lava panas di dalam tubuhnya yang seperti akan meledak tersebut.
"Eemmpphhhh, eemmhhh." Hanya suara-suara adu mulut yang terdengar dalam kamar tersebut.
Kali ini, Kiara sudah mulai berani. Dia mengangkat kedua tangannya dan menyisipkannya pada rambut belakang sang suami. Sesekali Kiara menekan kepala Zee untuk melakukan lebih, dan lebih lagi.
Selanjutnya, Zee mulai bergerak di bawah sana. Kedua kakinya berhasil membuka jalur peluncuran roket alaminya. Lho, kok ganti lagi, thor? Ada yang bilang katanya jika dibilang tusuk sate jadi geli. Cuilik je 😩
Zee menahan kedua kaki Kiara agar tidak menutup jalur peluncuran roketnya. Setelah memastikan berhasil, Zee mulai pasang gaya, eh pasang posisi yang tepat agar sasaran tidak meleset saat roket diluncurkan.
Karena masih sama-sama baru, Zee mulai dengan peluncuran percobaan. Kali ini, Zee mulai bermain di halaman landasan. Dia berputar-putar di halaman tersebut hingga membuat si empunya landasan tidak sabar. Hal itu terlihat dari gerakan Kiara yang sering bergerak-gerak mengejar roket. Baru kali ini ada yang mengejar roket 😩
Zee melepaskan bibirnya pada bibir Kiara. Kali ini, Zee mengendalikan roketnya agar tidak jalan-jalan lagi dan salah sasaran. Kini, roket Zee sudah mulai bermain 'ciluk-ba'. Kiara menanti detik-detik peluncuran roket tersebut dengan menggigit-gigit bibirnya.
Melihat ekspresi sang istri, Zee berusaha menenangkan.
"Tenang saja, aku nggak akan langsungan, kok. Maju mundur dulu. Kalau sudah mulai terbiasa, baru maju terus." Omong opo to Zee. 🤧
Kiara sudah tidak mendengar perkataan Zee. Dia sedang fokus menunggu detik-detik perubahan pada dirinya tersebut.
Beberapa saat kemudian, Kiara merasakan ada sesuatu yang mendesak di bawah sana.
__ADS_1
"Auuhhh, Masss. Se-sereett." Kiara merintih sambil meringis.
Zee mengajak si roket mundur. Namun, beberapa saat kemudian, dia mengajak maju. Begitu terus hingga jadi nyanyi maju mundur cantik.Â
"Nggak apa-apa, tahan sebentar lagi, ya."
"Ta-tapi, ini kegedean, Mas. Yakin bisa masuk semua?"
"Bisa, pasti bisa."
"Jika tidak muat, jangan dipaksa ya, Mas. Aku takut nanti harus dijahit." 😱
Zee sudah tidak begitu mendengar perkataan Kiara. Dia sedang fokus untuk menyelesaikan misinya.
"I-iya, Yang. Nanti nggak usah dijahit, diplester saja."
"Eeghhh, eeghhh i-iyaahh. Aduuhhh sakit, Mas. Lebih cepat."
"Enak. Eh, sakit."
"Yang mana yang benar?" Zee masih bergerak pelan namun pasti di bawah sana.
"E-enak. Jangan di sudahi ya, Mas." Entah Kiara sadar apa tidak mengatakannya. Jika ada rekaman video, bisa dipastikan dia akan malu mendengar ucapannya sendiri.
Ketika keduanya sudah merasa sama-sama tidak mampu lagi menahan sesuatu dari dalam tubuh, Zee langsung meminta persetujuan.
"Aku sudah nggak kuat lagi. Hari ini mau nyicil dulu atau langsung bayar lunas?" tanya Zee sambil menahan geramannya.
Kiara yang juga sudah sama-sama merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Zee, langsung menjawab," Lu-lunas, Mas."
Mendengar jawaban sang istri, secepat kilat Zee langsung memasang mode kecepatan penuh. Kali ini, Zee ingin meluncurkan roket miliknya hingga bisa menembus awang-awang.
__ADS_1
Kiara menahan jeritannya saat merasakan sesuatu dibawah sana. Dia langsung memeluk leher Zee dan menggigit bahu suaminya tersebut untuk menahan teriakan.
Zee yang menyadari apa yang dirasakan oleh sang istri langsung memberikan rang*sangan. Kali ini, tangan kanan dan bibir Zee mulai bergerak saat roketnya masih diam kebingungan karena gelap.
Beberapa saat kemudian, Kiara mulai bereaksi terhadap rang*sangan yang diberikan oleh sang suami.
"Heegghhhh, ge-gerakin cepat, Mas. Su-sudah kedutan."
"Dengan senang hati," jawab Zee sambil menyambar bibir ranum Kiara.
Kali ini, Zee mulai bergerak. Pelan-pelan, hingga kecepatan penuh pun sudah di coba. Kiara yang awalnya masih meringis dan merintih kesakitan, kini sudah mulai mengikuti gerakan Zee.
Hingga Kiara akhirnya harus menyerah kalah. Dia langsung menggelepar kelojotan saat lava panasnya mendesak keluar. Zee yang masih belum ingin meledak, menunggu beberapa saat lagi hingga Kiara bisa menormalkan napasnya.
Hal seperti itu terus berulang hingga ledakan Kiara sudah keempat kalinya. Kini, Zee sudah mulai merasakan dorongan untuk meledak.Â
Bagai kuda yang bergerak dengan sangat cepat, Zee langsung menenggelamkan roketnya sedalam-dalamnya agar ledakan tersebut tetap teredam di dalam. Ledakan itu juga bersamaan dengan ledakan Kiara hingga membuat keduanya saling berebut untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya guna mengisi paru-paru mereka.
Hah hah huh huh huh.
Suara sahut-sahutan napas keduanya terdengar di penjuru kamar. Kedua pasang netra mereka saling bertemu. Sebuah senyuman juga terbit dari bibir keduanya. Zee mengusap peluh yang menempel pada kening sang istri. Ditatapnya wajah istrinya tersebut dengan tatapan bahagia.
"Terima kasih, Yang. Terima kasih sudah mempercayaiku." Zee mengecupi pipi Kiara dengan kecupan bertubi-tubi.
Wajah Kiara sudah memerah mendengar perkataan sang suami.
"Sama-sama, Mas. Tapi, ehm, apa itu bisa dilepas? Sepertinya bergerak-gerak lagi di dalam," wajah Kiara tampak sedikit panik.
"Aku tau jika kamu masih sakit, tapi bisakah kita menambah lagi? Setidaknya, dua atau tiga kali lagi."
\=\=\=
__ADS_1
Kiara be like….