Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 199


__ADS_3

Kening Kiara berkerut saat pintu terbuka dan dia melihat seseorang telah berdiri di depannya.


"Siapa ya?" Kiara merasa tidak mengenal tamunya tersebut.


"Oh, perkenalkan aku Rachel. Aku tetangga baru di samping rumah kamu," ucap seorang perempuan muda sambil mengulurkan tangannya ke arah Kiara.


Meskipun sedikit bingung, namun Kiara tetap menyambut uluran tangan tersebut. Tidak mungkin dia berlaku tidak sopan kepada tamu yang berkunjung.


"Kiara," ucap Kiara memperkenalkan diri.


"Iya. Aku sudah tahu dari para tetangga." Rachel masih mengulas senyumannya.


Kiara merasa tidak enak jika mereka masih terus berdiri di depan pintu. Mau tidak mau, Kiara mempersilahkan Rachel untuk masuk. 


"Mari, silahkan masuk." Kiara membuka pintu lebih lebar agar tamunya tersebut bisa masuk.


Rachel segera mengangguk dan melangkahkan kaki menuju ruang tamu rumah orang tua Zee. Rachel sempat mengedarkan pandangan sekilas ke sekitar rumah, namun segera menghentikannya saat Kiara masih menatapnya.

__ADS_1


Setelah meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkan air minum dan makanan ringan, Kiara kembali menemani Rachel di ruang tamu. Dia cukup penasaran dengan kedatangan tamu asing tersebut.


"Kalau boleh tau, kamu tinggal di rumah sebelah mana, ya?" tanya Kiara.


"Oh, aku tinggal di rumah tepat di depan rumah kamu. Sebenarnya, aku sudah pindah sejak empat hari yang lalu. Aku juga sudah berkenalan dengan para tetangga sekitar. Aku baru tahu jika kamu baru saja melahirkan dan tinggal di rumah mertua kamu."


"Oh, iya. Ini ada hadiah kecil untuk kelahiran anak kamu. Katanya, anak kamu laki-laki, kan?" Rachel tampak bersemangat saat menyerahkan bingkisan kepada Kiara.


Meskipun dengan perasaan yang masih penasaran, Kiara akhirnya menerima hadiah tersebut.


"Terima kasih, Kak. Iya, anakku laki-laki. Sayang sekali aku tidak bisa membawanya keluar. Dia baru saja tidur," ucap Kiara dengan ekspresi wajah menyesal.


Belum sempat Kiara menyahuti ucapan Rachel, terdengar suara motor berhenti di garasi samping rumah. Baik Rachel dan Kiara sama-sama menoleh ke arah Garasi yang memang masih kelihatan dari ruang tamu yang memiliki jendela kaca yang cukup besar tersebut.


"Siapa itu?" tanya Rachel sambil masih menatap ke arah garasi.


Kiara menoleh ke arah Rachel sebelum menjawab pertanyaannya. "Oh, itu Mas Zee. Suamiku."

__ADS_1


Rachel mengangguk-anggukkan kepala. Dia terlihat biasa saja. Namun, ada yang berbeda dari tatapan matanya. Bukannya Kiara tidak menyadari hal itu, namun dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


Tak berapa lama kemudian, Zee terlihat berjalan memasuki rumah. Dia menyadari jika tengah ada tamu di sana. Kiara buru-buru berdiri dan menyambut sang suami dengan mengulurkan tangan seperti biasa. Sebuah kecupan ringan juga otomatis mendarat pada kening Kiara.


"Ada tamu, Yang?" tanya Zee sambil menoleh ke arah Rachel.


"Iya, Mas. Dia Kak Rachel, tetangga baru kita."


Zee mengangguk mengerti. Setelahnya, dia menoleh ke arah Rachel tanpa berniat berkenalan.


"Silahkan dilanjut. Aku permisi dulu," ucap Zee sambil langsung ngeloyor pergi menuju ruang tengah.


Rachel yang semula hendak berkenalan, langsung mengumpat dalam hati. Dia benar-benar geram saat mendapat respon yang tidak menyenangkan terhadap dirinya. Selama ini, Rachel memang tidak pernah mendapat penolakan dari siapapun. Baru kali ini dia tidak digubris oleh Zee.


Sialaann, umpat Rachel dalam hati.


\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan vote buat Zee ya. Like, komen dan kirim hadian juga masih ditunggu.


Bagi yang kesal karena ada pelakor, tenang saja. Yang sudah mengenal cerita-cerita othor lainnya, pasti tahu gaya cerita othor. 🤭


__ADS_2