
Setelah itu, Pak Warto mulai menceritakan kisah Kiara. Zee yang sedang diobati pun mendengarkan dengan serius. Entah mengapa dia merasa tertarik mendengar kisah Kiara.
"Dulu, Kiara adalah anak seorang pedagang yang cukup sukses di desa ini, Nak. Kami sudah bertetangga sejak dulu. Mendiang orang tuanya juga mempunyai lahan perkebunan yang cukup luas. Namun, setelah ibunya meninggal dan ayah Kiara menikah lagi, perlahan-lahan usaha ayahnya mulai surut."
"Kiara yang saat itu ikut dengan ayah dan ibu tirinya, tidak lagi mendapatkan perhatian. Ayah Kiara yang harus sering pergi ke luar kota untuk mengantarkan hasil panen, membuat Kiara sering disiksa oleh ibu dan saudara tirinya."
"Puncaknya, setelah ayah Kiara meninggal. Kiara benar-benar menjalani kehidupan yang sangat suram. Dia dipaksa untuk melakukan semua pekerjaan rumah dan bekerja. Bahkan, beberapa kali Kiara hampir mengalami pelecehan oleh anaknya Yono, mantan lurah. Dia benar-benar sangat menyukai Kiara, bahkan sudah terobsesi dengannya."
"Kiara berulang kali mencoba untuk pergi dari desa ini. Namun, dia selalu mengurungkannya karena nenek satu-satunya membutuhkannya. Neneknya sedang sakit, beliau sering keluar masuk rumah sakit. Kiara tidak tega meninggalkannya."
"Mengetahui hal itu, Narti, ibu tiri Kiara memanfaatkan kelemahan Kiara. Dia dan anaknya memaksa Kiara menerima perjodohan dengan Yudha, anaknya Yono yang sangat terobsesi dengan Kiara. Narti berjanji akan membiayai pengobatan nenek Kiara jika dia mau menerima perjodohan tersebut."
__ADS_1
"Hingga akhirnya, Kiara mau menerima perjodohan tersebut. Namun, sebelum sampai pernikahan itu digelar, Yudha sudah tertangkap polisi. Dia terlibat jual beli barang haram. Pernikahan pun belum bisa dilakukan."
"Yono tidak terima saat mengetahui putranya mendekam di dalam penjara. Dia akhirnya menyebarkan berita jika Yudha di jebak karena tidak ingin nama baiknya tercoreng."
"Sejak saat itu, banyak sekali omongan warga yang merasa kasihan kepada Kiara. Mereka bersyukur Kiara belum sempat menikah dengan Yudha. Hal itu terdengar oleh Yono. Dia merasa kesal dan beranggapan jika berita itu sengaja disebar oleh Kiara."
"Yono menyusun rencana untuk membuat nama Kiara jelek dimata masyarakat. Dia menyebarkan berita bahwa Kiara telah selingkuh dengan lurah sekarang. Karena berita itu juga, rumah tangga lurah baru itu juga sempat goyah. Yono menyebarkan sebuah foto Kiara dan Pak Santoso, lurah baru, memasuki sebuah kamar bersama-sama."
Zee benar-benar terkejut mendengar cerita Pak Warto. Dia sama sekali tidak menyangka jika ada cerita seperti itu. Entah mengapa dia merasa iba dengan keadaan Kiara.
Setelah cukup lama mengobrol dan luka Zee juga sudah diobati, Zee segera berpamitan. Dia hendak pulang ke rumah pak Iskandar karena waktu juga sudah mendekati pukul sepuluh malam. Zee khawatir dengan Ilham yang berada di rumah sendirian.
__ADS_1
Saat itu, Kiara juga belum siuman. Namun, Pak Warto dan sang istri berjanji untuk menjaga Kiara hingga siuman.
Setelah berpamitan, Zee segera berjalan menuju tempat mobilnya terparkir. Tubuhnya benar-benar terasa nyeri. Zee ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, Zee sudah tiba di rumah Pak Iskandar. Dia segera membuka pintu dan melihat Ilham tertidur di ruang tengah dengan televisi yang masih menyala. Zee segera membersihkan diri dan beranjak untuk tidur di ruang tengah juga.
Ketika hendak memejamkan mata, Zee menyadari ponselnya tidak ada. Dia mencari-cari ponselnya namun tidak ketemu. Setelah mengingat-ingat, Zee meletakkan ponselnya di atas kursi rotan kecil di pojok rumah Kiara.
"Kok bisa ketinggalan segala, sih. Mana besok pagi mau pulang juga. Hhhh, besok pagi-pagi saja akan aku ambil. Sekarang capek, mau tidur dulu." Zee bergumam sambil menarik selimut.
\=\=\=
__ADS_1
Kapan nikahnya sih, thor? Sabar, setelah ini juga nikah. Siapkan isi amplopnya dulu ya. Kalau amplopnya, othor sudah punya banyak 🤭