Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 60


__ADS_3

Bugh bugh bugh.


Suara pintu kamar tamu yang digedor oleh Zee, membuat suasana subuh di rumah daddy Vanno langsung heboh. Tak terkecuali kedua orang yang tengah berada di dalamnya.


"Astaga! Itu Zee, Mas." Mommy Retta langsung kaget saat mendengar suara cucunya yang tengah berada di depan pintu.


Bukan daddy Vanno namanya jika tidak berulah. Sudah tahu jika sang cucu tengah menggedor-gedor pintu, dia justru semakin gencar bergerak-gerak dibawah sana.


"Biarinh, Yang. Lanjutkan dulu. Sedikit lagi, nih."


"Eh, auhh, Mas. Ada Zee, aduuhh." Mommy Retta masih berusaha menghentikan tindakan daddy Vanno. Namun, semua usahanya sia-sia. 


Daddy Vanno malah semakin cepat bergerak. Hingga terjadi ledakan besar secara bersamaan di bawah sana. Desa*han lega langsung keluar dari bibir keduanya.


Secepat kilat, daddy Vanno langsung beranjak. Hal yang sama juga dilakukan oleh mommy Retta. Mommy Retta buru-buru menuju kamar mandi sementara daddy Vanno segera memakai celana dan kaosnya. Beruntung mereka membawa pakaiannya ke kamar tamu.


Setelah itu, daddy Vanno segera berjalan ke arah pintu dan membukanya. Terlihat anak dan cucunya sudah berdiri di depan pintu kamar tamu.


"Eh, kalian? Ada apa kesini subuh-subuh begini?" tanya daddy Vanno sambil mengulurkan tangan ke arah Zee.


"Papa tedepit apa? (Papa kejepit apa?" Pertanyaan polos Zee benar-benar membuat terkejut daddy Vanno.


"Eh, papa nggak kejepit, Sayang."


Zee menoleh ke arah sang daddy dan papanya bergantian. Wajahnya terlihat bingung. Ken yang melihat hal itu hanya bisa menghembuskan napas beratnya.


"Tadi Zee dengar Daddy teriak kejepit dari dalam. Makanya dia gedor-gedor pintu karena khawatir Daddy kenapa-napa," ucap Ken.


"Eh, memang kedengeran, ya?"

__ADS_1


"Jelaslah. Kenceng banget malahan. Lagian, ngapain sih main di kamar tamu, disini kan nggak ada peredam suaranya, Dad."


"Hehehe, di kamar Daddy sudah lusuh, Ken. Daddy risih jika sudah lusuh gitu," jawab daddy Vanno sambil nyengir. Daddy Vanno benar-benar tidak merasa bersalah. Beeuuhhh, punya bapak model gini enaknya diapain ya? 🤔


Setelah itu, Zee diberikan kembali kepada Ken. Daddy Vanno ingin membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh dulu. Baru setelah itu, gantian Ken yang menjalankan kewajibannya.


Menjelang pukul lima, Zee sudah merengek untuk memainkan helikopter yang dibelikan oleh daddy Vanno. Mau tidak mau, daddy Vanno menemani sang cucu untuk bermain. 


Lalu, dimana Ken? Dia sudah bergelung di atas karpet bulu yang ada di ruang keluarga rumah sang daddy. Tubuhnya masih terasa capek. Beruntung hari itu dia hanya ada jadwal untuk meninjau lokasi proyek siang hari. Jadi, Ken bisa beristirahat sebentar.


Mommy Retta membangunkan Ken saat sarapannya sudah siap. Dia menggoyang-goyangkan bahu sang putra hingga terbangun.


"Bangun, Ken. Sudah siang ini. Mandi dulu, habis itu sarapan."


Ken menggeliatkan badannya. Dia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan menatap wajah sang mommy.


"Sudah jam tujuh lewat. Kalian sampai rumah jam berapa sih semalam?"


"Jam sepuluh atau jam sebelas mungkin," ucap Ken sambil beranjak duduk. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh rumah tapi tidak menemukan keberadaan sang putra. "Dimana Zee, Mom?"


"Ada di kamar mandi sama Gitta."


"Eh, Gitta kesini?"


"Iya. Dia tahu jika Zee pasti tidak mau diajak mandi."


Ken mengangguk-anggukkan kepala. Dia segera berdiri dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Saat itu, bertepatan dengan daddy Vanno yang baru saja pulang dari lari paginya.


"Ckckck, masih muda itu olahraga yang banyak, Ken. Jangan molor terus jika pagi," kata daddy Vanno sambil menghampiri sang putra.

__ADS_1


"Namanya juga capek, Dad. Tubuhku rasanya pegal-pegal semua ini." Ken menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"Minta Mang Ikun pijit, biar nggak terlalu capek."


"Kapan-kapan saja, Dad. Hari ini harus survey lokasi proyek."


Daddy Vanno mengangguk-anggukkan kepala. "Jadi bener Edrick itu putranya pak Gio?"


"Benar, Dad. Seperti yang aku bilang kemarin, dia punya motif melakukan hal itu."


"Kamu fokus saja ke proyeknya, Ken. Untuk urusan Edrick, biar daddy yang urus."


Ken menoleh ke arah daddy Vanno. "Memangnya apa yang akan Daddy lakukan?"


Belum sempat daddy Vanno menjawab pertanyaan Ken, terdengar suara Zee dari arah tangga.


"Papa, Ji au beyyi comas yang puanjaaaannng."


"Eh, omas apaan sih, Ken?"


"Bukan omas, Dad. Itu lho kartun anak-anak. Thomas namanya."


"Thomas? Boneka laki-laki maksudnya? Masa iya punyanya panjang?"


"Lhoh?"


\=\=\=\=


Halah embuh No, Vanno. Aku puyeng 😩

__ADS_1


__ADS_2