Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 109


__ADS_3

Keesokan pagi, rumah Ken sudah sangat berisik. Ulah siapa lagi jika bukan karena mommy Retta yang sudah heboh di sana. Bahkan, matahari pun belum menampakkan sinarnya, mommy Retta sudah menggegerkan rumah sang putra. Ken yang baru saja bangun langsung beranjak menemui sang mommy. 


"Mommy apaan sih? Kenapa pagi-pagi sudah geger di sini?" Ken menyapa sang mommy dengan wajah bantalnya.


"Mommy ingin menemui cucu menantu mommy. Dimana dia sekarang?"


"Mungkin masih adu lemas dengan Zee di kamarnya." Ken menjawab dengan santainya.


Gitta yang juga baru keluar dari dalam kamar pun langsung mencubit pinggang sang suami.


"Kamu itu mulutnya lemes banget sih, Mas. Apaan itu adu lemas?" Gitta masih menggerutu kesal.


"Benar. Suami kamu itu benar-benar lemes banget mulutnya, Git. Mommy juga heran, jangan-jangan di kantor dia dan daddynya suka minum oli."


Ken hanya bisa mencebikkan bibirnya. "Kalau itu nggak hanya di kantor, Mom. Di rumah pun kami juga suka melakukannya. Oli kami kan beda. Jika oli pada umumnya berwarna hitam, tapi oli kami berwarna putih," jawab Ken sambil ngeloyor pergi menuju ruang tengah dimana sang daddy juga sudah berada di sana.


Mommy Retta dan Gitta hanya bisa melongo mendengar perkataan Ken. Setelah itu, Gitta segera mengajak mommy Retta menuju kamar Zee. Mereka berniat untuk membangunkan Zee dan juga Kiara.


Namun, langkah kaki mereka terhenti saat melihat tiba-tiba pintu kamar Zee terbuka. Terlihat Kiara keluar dari dalamnya dengan membawa keranjang pakaian kotor. Kiara belum menyadari keberadaan Gitta dan mommy Retta di sana. Hingga saat dia mendongakkan kepala, seketika langkah kakinya terhenti. Kiara terkejut melihat dua orang wanita berada tak jauh darinya dengan senyuman mengembang.

__ADS_1


"Yyaaa, ini cucu menantuku?" Tiba-tiba saja mommy Retta langsung menghambur untuk memeluk Kiara. Hal itu membuat Kiara gelagapan dan menjatuhkan keranjang pakaian kotor.


Kiara yang baru pertama kali bertemu dengan mommy Retta merasa sedikit canggung. Meskipun begitu, Kiara membalas pelukan mommy Retta.


Setelah cukup puas, mommy Retta langsung melepas pelukannya. Dia menatap wajah Kiara dengan tatapan bahagia.


"Ah, akhirnya si kutub selatan sudah menikah. Mama bahagia sekali, Sayang." Mommy Retta benar-benar bahagia. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya tersebut.


Gitta yang mengetahui jika Kiara masih bingung pun berjalan mendekat. Gitta memperkenalkan mommy Retta kepada Kiara.


"Kia, Sayang, ini neneknya Zee. Kamu bisa memanggilnya mama Retta."


Kiara menoleh ke arah Gitta kemudian menganggukkan kepala. Dia sudah cukup mengerti karena kemarin Gitta juga sudah menjelaskannya. Hanya saja, baru kali ini dia bertemu dengan nenek Zee secara langsung. Setelah itu, Kiara juga berkenalan dengan daddy Vanno. Kiara benar-benar bersyukur karena keluarga barunya tersebut menerimanya dengan baik.


"Ceritanya panjang, Dad."


"Tapi bukan karena tawon, kan?" Kali ini daddy Vanno meledek sang putra.


Ken hanya bisa mendengus kesal karena godaan sang daddy.

__ADS_1


"Bukan karena tawon, tapi karena degan." Ken menjawab sambil menggerutu kesal.


Daddy Vanno bahkan tidak menanggapi kekesalan sang putra. Dia mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Benar juga. Daddy yakin Zee setiap hari pasti akan dengan senang hati memanjati degan tersebut. Dan, daddy juga yakin saat ini Zee belum bangun karena kecapekan sudah naik turun untuk mencicipi degan."


Kali ini, Ken benar-benar geram dengan perkataan sang daddy. 


"Astaga, Dad. Bisa tidak pikirannya jangan kesana terus. Zee juga masih kecil, belum mengerti hal-hal seperti itu," ucap Ken.


Daddy Vanno mencebikkan bibirnya sambil menoleh ke arah Ken. "Kecil-kecil kok sudah berani kawin."


Belum sempat Ken menjawab pertanyaan sang daddy, terdengar suara dari belakang mereka.


"Siapa yang kawin?"


\=\=\=\=


Nah lho, suara siapa itu?

__ADS_1


Jangan tinggalkan jejak buat othor, ya. Kalau buat Zee, bisa kasih vote dan hadiah. 🤗


 


__ADS_2