Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 195


__ADS_3

"Tentu saja kamu harus lebih giat belajar menjadi seorang ayah. Jangan hanya giat mencetaknya saja." Ken langsung menyahuti ucapan Zee.


Mendengar jawaban sang daddy, Zee hanya bisa melongo. Bisa-bisanya daddy mengatakan hal absurd seperti itu, batin Zee.


Belum sempat Zee menyahuti ucapan Ken, terdengar panggilan dari seorang perawat yang memberitahukan jika Kiara sudah akan dipindahkan ke ruang perawatan. Zee dan kedua orang tuanya bergegas menghampiri.


Mereka segera beranjak menuju ruang perawatan Kiara. Saat itu, Kiara sudah sadar kembali. Dia bisa melihat kedatangan suami dan mertuanya di sana. Dengan mengulas senyumannya, Kiara menyambut pelukan Gitta.


"Sayang, terima kasih sudah berjuang melahirkan cucu Mommy. Terima kasih banyak. Cup cup cup." Gitta memberikan pelukan dan kecupan bertubi-tubi kepada Kiara.


Dengan tenaga yang masih cukup lemas, Kiara membalas pelukan tersebut sambil tersenyum.


"Sama-sama, Mom."


Kini, gantian Ken yang juga mengucapkan terima kasih kepada menantunya tersebut sambil mengusap pucuk kepala Gitta. Setelahnya, giliran Zee yang langsung menghambur untuk memeluk sang istri. Dia langsung mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada seluruh bagian wajah Kiara tanpa merasa malu meskipun masih ada kedua orang tuanya.


Kiara yang merasa malu dengan tingkah Zee, berusaha menjauhkan wajahnya dari serangan sang suami. Namun, karena tenaganya masih lemah, Kiara gagal melakukan niatnya.

__ADS_1


Melihat tingkah sang putra, Gitta langsung mendengus kesal. Dia teringat dengan tingkah Ken yang juga sama-sama tidak tahu tempat dan waktu.


"Zee, ini masih ada Mommy dan Daddy, lho. Apa kamu tidak malu melakukan hal itu?" tegur Gitta.


Zee menoleh sekilas ke arah Mommy dan Daddynya yang tengah cemberut. "Biarin. Aku kan ciumin istriku sendiri. Mommy dan Daddy jika mau boleh niru, kok," ucap Zee dengan santainya.


Kali ini, Ken yang menyahuti ucapan sang putra. "Ccckkk, kami sudah punya jurus sendiri. Nggak perlu niru kamu yang masih amatiran," ucap Ken sambil mendengus kesal.


Gitta langsung menyikut perut Ken setelah suaminya itu menjawab Zee. Ken pun hanya bisa meringis sambil memegangi perutnya.


Beberapa saat kemudian, seorang perawat datang sambil mendorong box bayi. Dia mengantarkan putra Zee dan Kiara. Gitta yang melihat sang cucu, langsung histeris. Dia sudah tidak sabar untuk menggendong cucu pertamanya tersebut.


Dengan penuh semangat, Zee memperhatikan arahan perawat yang saat itu sedang membantu Kiara. Putranya pun juga terlihat sangat antusias saat sudah berhasil mendapatkan sumber asupan gizinya.


Perawat tersebut meninggalkan Kiara dan Zee setelah berhasil membantu mencari posisi yang nyaman bagi Kiara. Zee masih tak bisa mengalihkan tatapannya pada sosok mungil yang tengah berada di dalam pangkuan istrinya tersebut. Kedua matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Kiara menoleh dan mendapati sang suami tengah tersenyum haru sambil menatapnya. Kening Kiara berkerut sambil meraih tangan Zee yang berada di dekatnya.

__ADS_1


"Ada apa, Mas?"


Zee menggelengkan kepala sambil masih mengulas senyumannya.


"Nggak apa-apa, Yang. Aku hanya bahagia. Aku benar-benar tidak menyangka jika aku bisa membuat anak." Zee terkekeh geli dengan omongannya sendiri.


Kiara hanya bisa mencebikkan bibir sambil menatap tajam ke arah Zee.


"Apa maksudnya itu? Kamu kira ini anak siapa jika bukan anak kamu, Mas," Kiara langsung menggerutu kesal.


"Tentu saja itu anakku, Yang. Aku kan yang menanam benih dan hampir setiap hari menyiraminya."


"Cckkk. Kamu kira tanaman apa pakai disirami segala."


Tawa Zee langsung pecah setelah mendengar ucapan sang istri. Namun, dia segera menghentikannya agar tidak mengganggu aktivitas sang putra.


Beberapa saat kemudian, kegiatan Kiara menyusui putranya sudah selesai. Kini, Gitta sudah masuk kembali ke dalam ruang perawatan dan langsung mengambil alih cucu pertamanya tersebut ke dalam gendongan.

__ADS_1


Kedua netranya berkilat-kilat bahagia saat menciumi pipi cucunya tersebut. Ken juga tak kalah bahagianya. Dia sudah mulai membayangkan apa saja yang bisa dilakukan dengan sang cucu.


Kira-kira si Ken mau ngapain sama cucunya ya? 🤔


__ADS_2