Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 114


__ADS_3

Zee benar-benar gemas melihat tingkah Kiara. Zee sedikit menarik tangan Kiara hingga membuat tubuhnya hampir menabrak dada bidang Zee. Beruntung Kiara langsung menghalangi dengan tangan kanannya.


"Eh, Ma-mas?" Kiara tampak panik. Bagaimana tidak, saat ini posisi tubuhnya sangat dekat dengan tubuh Zee. Meskipun hampir setiap malam mereka berbagi tempat tidur, namun Kiara dan Zee tidak pernah berinteraksi fisik secara berlebihan.


"Kamu takut?" tanya Zee sambil masih mengamati manik Kiara.


Entah karena gugup atau apa, Kiara menganggukkan kepalanya beberapa kali. Namun, setelah dia menyadari apa yang dilakukannya, Kiara buru-buru menggelengkan kepala.


Zee menyunggingkan bibirnya. Dia tahu jika sang istri tengah merasa gugup. Hal yang sama pun dirasakan Zee. Namun, Zee berusaha untuk membuang jauh-jauh rasa canggung tersebut. Jika tidak ada yang memulai, bisa dipastikan rumah tangganya akan berjalan di tempat.


"Mulai sekarang, kita harus membiasakan diri untuk lebih intens lagi. Sebisa mungkin, buang rasa canggung yang ada pada diri kita masing-masing. Apa kamu mau mencobanya?" Zee masih menatap wajah Kiara lekat-lekat.


Entah Kiara bisa mencerna dengan baik perkataan Zee atau tidak. Yang pasti, saat ini jantungnya sedang berlompatan. Napasnya juga terasa tercekat. Apakah ada orang sesak napas hanya karena berdekatan dengan seseorang? batin Kiara.


Kiara mengangguk-anggukkan kepala. Melihat hal itu, Zee merasa cukup puas. Dia mengendurkan pegangan tangannya pada tangan Kiara. Zee mendekatkan wajahnya pada wajah Kiara.


Kiara yang melihat hal itu menjadi semakin panik. Namun, entah mengapa dia tidak mendorong Zee atau bahkan beringsut mundur. Kiara justru berdiam diri dan memejamkan mata. Kiara menunggu detik-detik mendebarkan yang akan dilakukan oleh Zee.

__ADS_1


Satu detik


Dua detik


Tida detik


Kiara menunggu benda kenyal yang akan mendarat pada bagian wajahnya, entah itu pipi, hidung, kening, atau bahkan bibirnya. Jantung Kiara benar-benar berdebar dengan sangat kencang saat itu.


Namun, bukannya merasakan apa yang dibayangkannya, Kiara justru merasakan hembusan napas Zee pada ceruk lehernya. Kiara langsung membuka kedua matanya. Dia benar-benar terkejut saat wajah Zee sudah menyusup pada lehernya. 


Kiara hendak mendorong wajah Zee, namun sudah terlambat. Bibir Zee sudah mendarat dengan sempurna di sana. Bahkan, kecupan-kecupan basah sudah Zee berikan di beberapa tempat di leher Kiara.


Kiara ingin mendorong wajah Zee jauh-jauh dari lehernya, namun tubuhnya benar-benar berkhianat. Tubuh Kiara justru bereaksi sangat baik dengan tindakan Zee. Kepalanya malah menengadah seolah memberikan akses yang luas bagi Zee. 


Kedua tangan Kiara hanya bisa mencengkeram sprei dengan kuat. Bibirnya hanya bisa mendesahh menahan suara yang hendak menerobos dari bibirnya.


Zee yang menyadari jika sang istri sudah mulai menerima rangsangan darinya, mulai sedikit berani. Zee menggigit dan menye*sap leher Kiara di beberapa tempat untuk meninggalkan jejak. Mendapati tindakan Zee, lagi-lagi Kiara hanya bisa merem melek.

__ADS_1


Kali ini, Zee tidak tinggal diam. Dia ingin membuktikan sesuatu yang selama ini membuatnya sangat penasaran. Tangan kiri Zee mulai merambat naik. Dia menelusupkan tangan kirinya pada punggung Kiara. Lembut dan hangat, itu yang dirasakan Zee.


Zee memutar-mutar jarinya dan menggerakkan jarinya hingga hanya bagian ujung jari-jarinya yang mengenai kulit punggung Kiara.


Tindakan Zee tersebut memberikan efek yang luar biasa bagi Kiara. Tubuhnya meremang tak karuan. Kali ini, bukan hanya tangan dan tengkuknya yang bereaksi, namun, bagian inti bawahnya juga terasa menggeliat.


"Aaaeehhhmmm, Maasss." Kiara bahkan tidak membuka kedua matanya sambil mendongakkan kepalanya.


Zee tidak berhenti. Dia justru semakin menjadi dengan membuat banyak pola di punggung Kiara. Sintak saja hal itu membuat Kiara mencengkeram lengan Zee.


Rupanya, Zee tidak cukup berhenti sampai situ. Gerakan tangan kirinya kini mulai berpindah pada pinggang Kiara. Dia menyentuhnya dari atas hingga bawah berulang kali. Lagi-lagi Kiara hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


Tak mau semakin penasaran, Zee akhirnya menggerakkan tangannya ke bagian depan tubuh Kiara. Dan, grep. Zee dan Kiara sama-sama tersentak kaget.


"Astaga, ternyata bukan mangkuk ini mah, degan beneran. Apa ada santannya ya?"


\=\=\=

__ADS_1


Merusak suasana saja Zee 😏


__ADS_2