
Zee masih menatap pesan yang baru saja masuk pada nomor ponselnya. Dia tidak mengenal nomor baru tersebut. Namun, dia yakin jika orang yang mengirimkannya sudah mengenalnya dengan baik. Zee bukan tipe orang yang suka menyebarkan nomor ponselnya sembarangan.
Dan, hal itu terjadi sejak zaman dia masih sekolah, kuliah, hingga sekarang. Untuk urusan pekerjaan, Zee lebih suka memberikan nomor telepon Riska, sekretarisnya.
Tak mau terlalu ambil pusing, Zee menyimpan nomor tersebut. Dia akan mengambil tindakan jika sudah mulai keterlaluan. Setelah menyimpan ponselnya, Zee segera beranjak menuju kamar untuk beristirahat.
Keesokan pagi, Zee sudah bermain air dengan Gen. Dia memandikan putranya tersebut di teras belakang. Gen sudah merengek ingin mandi di kolam mainan miliknya. Mau tidak mau, Zee menuruti keinginan putranya tersebut.
"Mas, kamu siap-siap saja dulu. Biar aku yang mandikan Gen," ucap Kiara sambil berjalan mendekati Zee.
"Kamu nggak kuliah?" Zee balik bertanya.
"Kuliah, Mas. Hari ini aku ada kuliah jam kedua dan ketiga, kok."
Zee menganggukkan kepala. "Ya sudah. Nanti aku antar."
Kening Kiara berkerut. Tidak biasanya Zee mengantarnya jika dia ada kuliah agak siang.
"Kenapa harus repot-repot mengantarku, Mas? Kamu nggak kerja?"
"Kerja. Aku hanya nggak mau ada yang ngelirik kamu lagi di kampus," jawab Zee dengan tatapan kesalnya.
__ADS_1
Kiara hanya bisa mendesahkan napas berat. Sepertinya, efek kemarin masih belum bilang, batin Kiara.
"Ya sudah. Terserah kamu saja, Mas. Tapi, aku nggak mau kerjaan kamu terganggu di kantor."
"Aku atasannya." Zee tidak mau kalah.
Ingin sekali Kiara menyahuti ucapan Zee. Namun, dia mengurungkan niatnya untuk mendebat suaminya tersebut. Jika emosi Zee masih hangat-hangatnya seperti ini, sudah dipastikan jika Kiara tidak akan bisa menang berdebat.
Zee membujuk Gen untuk segera menyelesaikan mandi paginya tersebut. Namun, sang putra tetap saja tidak mau beranjak dari kolam mainannya. Hingga sebuah suara mengalihkan perhatian Gen.
"Gen, Sayaaanngg!"
Mendengar namanya dipanggil, sontak saja Gen langsung menoleh. Dan, begitu melihat sang kakek tengah berjalan ke arahnya, Gen langsung jingkrak-jingkrak kegirangan.
Ya, Ken lah saat itu yang sedang berkunjung ke rumah Zee. Dia langsung menghampiri sang cucu dan mengangkatnya dari dalam kolam mainannya tersebut.
"Ouuwwhh, Gen kok masih mandi? Nggak mau ikut Papa?" Ken menciumi pipi gembul cucunya tersebut hingga membuat Gen terkekeh geli.
Gen menahan wajah kakeknya tersebut agar tidak menciuminya. Dia langsung tertawa-tawa geli saat lagi-lagi sang kakek berhasil menciumi pipi gembulnya.
"Daddy nggak ke kantor?" tanya Zee yang saat itu baru saja membereskan peralatan mandi Gen.
__ADS_1
"Ke kantor. Tapi agak siangan. Hari ini nggak ada jadwal meeting." Ken masih sibuk menjahili cucunya tersebut.
"Yang kemarin kerjasama dengan daddynya El sudah beres, Dad?"
"Hhhmm. Sudah."
Setelah itu, Zee beranjak untuk bersiap-siap. Sementara Gen, sedang bersiap dengan bantuan Bi Ani dengan ditemani oleh Ken.
Tak berapa lama kemudian, Gen sudah bersiap. Pagi itu, Ken akan mengajak sang cucu ke sebuah mall yang baru akan diresmikan oleh GC minggu depan. Ken ingin mengajak cucunya mengunjungi tempat bermain yang ada di mall tersebut. Dan, tentu saja dia akan mengajak Gen menjemput Gitta terlebih dahulu di butik.
Pagi ini, Gitta sudah berangkat ke butik lebih pagi. Dia ada janji untuk menemui sepasang calon pengantin untuk memesan gaun pengantin mereka.
Sementara itu, Zee dan Kiara juga sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Zee bersikeras untuk mengantar Kiara ke kampus hari itu.
Tak berapa lama kemudian, mobil Zee sudah memasuki area kampus Kiara. Dia langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir di depan fakultas Kiara. Zee juga dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Kiara.
"Nggak usah begini juga kali, Mas. Aku malu nanti dilihat yang lainnya," ucap Kiara saat Zee menariknya ke dalam pelukan dan meninggalkan sebuah kecupan singkat pada pucuk kepala Kiara.
Belum sempat Zee menyahuti ucapan sang istri, sebuah suara sudah menginterupsinya.
"Ka-kalian?"
__ADS_1
•••
Hhhmmm, siapa lagi sih itu?