
Braakkk.
Tubuh Yudha terpental ke belakang hingga menabrak rak yang ada di belakangnya. Sontak saja hal itu membuat beberapa barang yang sudah tersusun rapi di rak tersebut jatuh berantakan.
Kiara yang semula ketakutan, langsung merasa lega saat melihat seorang laki-laki yang sudah berdiri di depannya tersebut.
"Nona tidak apa-apa?" tanya laki-laki itu.
"Tidak apa-apa. Terima kasih, Gar," jawab Kiara sambil menoleh ke arah laki-laki yang menolongnya tadi.
Siapa laki-laki itu? Ya, dia adalah Elgar, bodyguard Kiara. Kiara dan anggota keluarga Geraldy yang lainnya memang mempunyai bodyguard masing-masing. Almarhum daddy Evan memang memberikan pengawal masing-masing kepada keluarganya. Beliau tidak ingin jika kejadian yang menimpa keluarganya dulu terulang kembali.
Dan, hal itu ternyata dilanjutkan oleh papa Vanno. Papa Vanno bahkan terbilang cukup ekstrim dalam menjaga keluarganya. Sudah cukup papa Vanno mengalami masa-masa menegangkan saat putrinya, Khanza mengalami kecelakaan hingga menyebabkan dia kehilangan janinnya.
Kejadian yang terjadi tersebut, rupanya menarik perhatian beberapa pengunjung dan karyawan. Kericuhan yang terjadi tersebut rupanya dimanfaatkan oleh Yudha untuk melarikan diri.
Sebenarnya, Elgar mengetahui jika Yudha melarikan diri. Namun, dia tidak mengejarnya karena khawatir jika Kiara tidak ada yang melindungi. Elgar khawatir jika Yudha akan kembali lagi.
Setelah menjelaskan kepada para pengunjung dan karyawan, Kiara juga mengganti rugi beberapa barang yang rusak. Hari itu, Kiara tidak jadi belanja. Moodnya sudah cukup buruk setelah kejadian yang baru saja dialaminya.
__ADS_1
Kiara langsung beranjak menuju kantor Zee. Hanya Gen dan Zee yang bisa membuat moodnya membaik.
Tak butuh waktu lama, Kiara sudah tiba di kantor Zee. Dia langsung beranjak menuju ruangan kerja suaminya tersebut. Namun, belum sampai Kiara di ruangan Zee, terlihat sang putra tengah berjalan-jalan dengan ditemani oleh kakeknya.
"Gen, sayang!" Panggil Kiara saat mendapati sang putra tengah memainkan boneka beruangnya sambil berjalan.
Mendengar suara sang mommy, Gen langsung menoleh. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Kedua tangannya langsung terulur ke arah mommynya tersebut.
"Amiii! Aaaa, Amiii!" Gen langsung berteriak-teriak heboh. Dia langsung berlari-lari kecil menyongsong tubuh Kiara yang berjalan menghampirinya.
Hap.
"Kok sudah datang? Zee bilang kamu belanja tadi, Ki?" tanya Ken yang berdiri tak jauh dari Kiara tersebut.
Kiara menoleh ke arah Ken dan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi sendu.
"Nggak jadi, Dad," jawab Kiara lirih.
Ken yang mendengar jawaban Kiara, langsung mengerutkan kening. Tak bisa dipungkiri, Ken bisa melihat ada yang tidak beres dengan menantunya tersebut. Ken melihat Elgar berdiri tak jauh dari Kiara. Tidak biasanya laki-laki itu mengikuti Kiara hingga masuk ke dalam kantor. Biasanya, Elgar akan mengikuti Kiara dari jauh. Kecuali, ada sesuatu yang mengharuskan laki-laki tersebut mengikuti Kiara sedekat itu.
__ADS_1
Ken menatap Elgar dengan tatapan menuntut. Jangan lupakan ekspresi wajah Ken yang benar-benar menggelap dan tegas. Elgar yang melihat ekspresi Ken, langsung bergidik ngeri. Entah mengapa para penerus Geraldy tersebut mampu membuat orang merinding hanya dengan menatap ekspresi wajahnya.
"Gar, ikut ke ruanganku!" Ucap Ken dengan ekspresi dingin.
Seketika Elgar langsung mengangguk patuh.
"Baik, Tuan."
Ken menoleh ke arah Kiara dan Gen sebelum beranjak meninggalkan mereka.
"Sebaiknya, kamu dan Gen menunggu Zee di ruangannya. Sepertinya, Gen sudah mulai mengantuk," ucap Ken.
Seketika Kiara langsung setuju.
"Baik, Dad. Aku akan menunggu Mas Zee di ruangannya saja."
Hhmmm, kira-kira Ken mau apa ya?🤔
Bagi yang masih punya jatah vote, mau dong bagi-bagi votenya, biar agak rame 🤭
__ADS_1