
"Gitta!"
Gitta menghentikan langkah kakinya saat mendengar sebuah suara memanggil namanya. Dia menoleh ke arah kanan, dan melihat seorang laki-laki tengah berjalan ke arahnya dengan senyuman lebar.
Kedua bola mata Gitta hampir keluar saat menyadari siapa laki-laki yang berjalan ke arahnya tersebut.
"Agus?" Gitta bergumam lirih, namun masih bisa didengar oleh si empunya.
"Iya, ini aku, Agustino. Apa kabar?" tanya Agus sambil tersenyum ke arah Gitta.
"Baik." Gitta terlihat enggan berlama-lama berada disana dengan Agus.
"Hhmm, ternyata kamu semakin cantik saja. Sudah hampir tiga tahun lalu aku pergi ke LA untuk melanjutkan kuliah, tak disangka kita bertemu lagi disini." Agus masih mengamati Gitta dari atas sampai bawah dengan tatapan menilainya.
Gitta terlihat kesal dengan tingkah Agus ini. Sebenarnya, laki-laki itu lebih sering dipanggil dengan sebutan Tino. Namun, karena saat itu Gitta punya dua orang teman yang memiliki nama sama-sama Tino, jadilah dia memanggilnya dengan panggilan Agus.
Gitta masih tidak merespon perkataan Agus, hingga suara Zee menyadarkan Gitta jika dia tidak sendiri di sana.
"Capa, Mi?" tanya Zee sambil memakan biskuit kesukaannya. Jangan lupakan bibirnya yang sudah penuh dengan remahan biskuit tersebut.
"Oh, ini teman Mommy, Sayang. Om Agus."
Jawaban Gitta tersebut cukup membuat Agus terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka jika Gitta sudah menikah dan mempunyai seorang putra.
"Kamu sudah menikah, Git?" Agus berusaha memastikan.
"Iya."
__ADS_1
Zee terlihat menatap wajah Agus dengan tatapan menilai. Mungkin, Zee mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu dengan laki-laki di depannya tersebut.
"Ados?"
Sontak saja perkataan Zee membuat kaget Agus. Gitta yang sudah paham maksud Zee pun tidak kaget.
"Eh, apa maksudnya itu tadi? Ados? Mandi maksudnya?" Agus masih menatap Zee dan juga Gitta bergantian.
"Agus maksudnya. Putraku belum begitu fasih berbicara."
"Oh," Agus mengangguk-anggukkan kepala. "Ngomong-ngomong, sedang apa kamu disini?" tanya Agus penasaran.
"Kerja."
"Oh, ternyata bagus juga pilihan tempat kerja kamu. Tahu juga kamu tempat yang bagus untuk mendapatkan uang yang banyak." Agus terkekeh geli saat mengatakannya.
Sebenarnya, mereka berbeda tingkat dengan Gitta. Hanya Adeva yang seangkatan dengan Gitta. Karena keluarga mereka punya usaha bersama, mereka jadi membuat geng seperti itu. Namun, setelah Adeva mengalami kecelakaan sekitar dua tahun lalu dan pindah ke Singapura, mereka berempat tidak lagi terlihat bersama. Hingga kini, Gitta secara tidak sengaja bertemu dengan Agus di butik mertuanya.
"Dimanapun aku bekerja, sepertinya bukan urusan kamu"
"Ckckck, dari zaman kuliah dulu sampai sekarang masih saja sombong kamu, Git." Cibir Agus.
"Siapa yang kamu maksud sombong?"
"Kamu lah. Siapa lagi orang disini jika bukan kamu. Ingat, tidak ada yang bisa bersikap sombong di depanku." Ucap Agus dengan mata menatap Gitta dengan tajam.
Gitta tersenyum tipis sebelum menjawab perkataan Agus. "Dari dulu aku sama sekali tidak ada niatan untuk menyombongkan diri di depan kamu." Gitta menjawab dengan enteng hendak meninggalkan Agus.
__ADS_1
Namun, lagi-lagi langkah kakinya terhenti saat mendengar sebuah suara memanggilnya. "Mbak Gitta!"
Gitta menoleh ke arah sumber suara. Terlihat seorang wanita seusianya berjalan ke arahnya dengan senyum lebar.
"Aku kira Mbak Gitta nggak datang. Kata Mbak Risa, hari ini Mbak Gitta datang sedikit terlambat." Perempuan tersebut masih mengulas senyumannya.
"Oh, iya, maaf. Aku harus mengurus putraku dulu sebelum berangkat tadi. Mita sudah lama?"
"Belum lama sih, Mbak. Belum ada setengah jam, kok. Hehehe."
Gitta menganggukkan kepala sambil membalas tersenyum. "Baiklah, ayo masuk ke ruanganku dulu," ajak Gitta sambil berbalik.
"Tunggu! Yang, kamu kenal Gitta?" Suara Agus menghentikan langkah Mita.
"Iya, Beib. Mbak Gitta ini pemilik butik ini, tentu saja aku sudah mengenalnya. Ada apa?" Mita mengerutkan kening bingung.
"Eh, kamu serius, Yang? Ini kan butik milik GC?" Agus tampak bingung.
Kali ini, bukan Mita yang menjawab pertanyaan Agus, tapi Gitta. "Memang benar, butik ini milik GC. Apa ada yang salah?"
Kening Agus berkerut. "Kamu, ada hubungan apa dengan keluarga Geraldy?"
"Aku? Menantu di keluarga Geraldy."
\=\=\=\=
Ambyar mak pyar balik kanan bubar jalan.
__ADS_1
🤭🤭