Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 268 - Masih Ada Gangguan


__ADS_3

Sore itu, Gen baru diantar pulang oleh Ken dan Gitta. Begitu sampai rumah, Gen langsung minta mandi. Dia benar-benar sangat tidak nyaman jika tubuhnya terasa lengket. Kiara segera membawa putranya tersebut untuk mandi sebelum petang menjelang.


Sementara Gen sedang dimandikan, Gitta dan Ken sedang berada di dapur rumah Zee. Mereka membuat jus jeruk kesukaan Ken. Zee yang melihat hal itu, berjalan menghampiri sang mommy.


"Aku mau juga, Mom." Zee langsung nempel-nempel pada mommynya.


Ken yang berada di depan kulkas, langsung menoleh melihat tingkah sang putra.


"Ngapain dekat-dekat, ih? Sana nunggu di ruang makan. Nanti juga dibawakan mommy kamu, Zee."


Mendengar ucapan daddynya, Zee langsung mengerucutkan bibir karena kesal.


"Mom, kenapa Daddy semakin hari semakin akut sih? Masa sama anak saja dicemburuin," ucap Zee mencibir Ken.


"Cckkk. Jangankan kamu, Zee. Sama Gen saja cemburunya minta ampun. Mommy juga heran. Sudah aki-aki juga masih lebay banget," ucap Gitta sambil melirik ke arah Ken.


"Meski aki-aki, aku masih hot kok, Yang. Sumbunya juga masih 'greng'. Dijamin bisa buat kamu kepanasan terus." Ken tidak mau kalah.


Hhhhh. Gitta dan Zee hanya bisa mengelus dada. Entah mengapa mulut Ken semakin lama semakin 'ndlower'.

__ADS_1


Setelah itu, Zee segera beranjak menuju ruang makan di susul oleh Ken. Dia menarik kursi yang berada di depan Zee.


"Daddy ngapain ambil mobil lagi? Itu mobil numpuk di garasi, Dad. Penuh, ih." Zee langsung protes kepada daddynya. Ya, meskipun protes yang dilayangkan Zee hanya setengah hati.


Ken mengamati ekspresi wajah Zee sebentar sebelum menjawab pertanyaan Zee. Dan, dia bisa melihat jika sebenarnya Zee cukup menyukai mobil baru tersebut.


"Yakin kamu tidak menyukai mobil itu, Zee? Gen yang pilih tadi. Mau daddy bawa lagi itu mobil?"


Seketika kedua bola mata Zee langsung terbuka. Tentu saja dia tidak mau jika daddynya akan membawa kembali mobil tersebut. Namun, dia harus pura-pura tidak terlalu membutuhkannya.


"Daddy bilang itu Gen yang pilih, jadi nggak usah dibawa. Biarkan saja. Bisa bingung nanti Gen cari-cari mobil barunya," jawab Zee.


Ken hanya bisa mencebikkan bibir setelah mendengar jawaban sang putra. Dia sudah tahu jika putranya pasti akan menyukai mobil itu.


Tak berapa lama kemudian, Gitta sudah menghampiri mereka dengan membawa dua gelas minuman untuk Ken dan juga Zee. Setelah itu, mereka mengobrol hingga Gen sudah selesai mandi.


***


Dua hari kemudian, Zee dan Kiara serta Gen sudah bersiap untuk menghadiri acara pernikahan El. Mereka sudah bersiap sejak pukul delapan pagi.

__ADS_1


"Ami, Jen au mimi cempeng." 


Gen sudah menarik-narik baju Kiara yang sudah rapi. Saat itu, Gen dan kedua orang tuanya masih berada di dalam kamar hendak berangkat.


"Eh, tadi Gen kan sudah mimi. Mommy buatkan mimi botol, ya?" Kiara membujuk Gen agar mau minum susu formula.


"Indak au. Mimi cempeng. Huuaaa huuaaa." Gen langsung menangis.


Melihat hal itu, Zee langsung menggendong putranya.


"Gen, kita mau berangkat ke rumah Om El. Mimi botol, ya. Mommy sudah cantik, lho."


"Hiks hiks hiks, indak au. Huuaa huuaaa." Gen menangis semakin keras. Melihat hal itu, Kiara merasa tidak tega. Dia segera mengambil Gen dari gendongan Zee dan segera menyusuinya.


Mau tidak mau, Zee harus menunggu putranya tersebut agar kenyang dulu. Namun, saat sedang menunggu Gen, ponsel Zee berbunyi. Sebuah pesan kembali masuk ke nomornya. Zee langsung keluar dari kamar dan membuka pesan tersebut.


Bahagiakah sekarang? Sahabat sudah akan menikah dengan perempuan lain. Dan, kamu bisa mengejar Revina. Cckkk. Sahabat macam apa itu?


•••

__ADS_1


Hhhmmm, masih mau mancing Zee nih sepertinya.


__ADS_2