Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 122


__ADS_3

Pagi itu, Zee dan Kiara bangun kesiangan. Mereka bahkan sarapan saat jarum jam sudah menunjukkan angka sepuluh pagi. Meskipun begitu, Zee dan Kiara tetap harus mengisi energi tubuhnya agar tidak lemas.


"Mau jalan-jalan dulu setelah ini?" Tawar Zee sambil menyuapkan sarapan ke dalam mulutnya.


Kiara mendongakkan kepala sambil mengunyah sarapannya. Keningnya berkerut saat saat menatap wajah sang suami.


"Ehm, apa tidak apa-apa jalan-jalan sekarang?"


"Memangnya kenapa?"


"Eh, i-itu, kita kesini kan, i-itu…," Kiara terlihat malu-malu untuk melanjutkan perkataannya. Zee yang sudah memahami maksud Kiara hanya bisa terkekeh.


"Memang benar kita akan melakukannya disini. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa menikmati tempat-tempat yang ada di sini, kan? Bagaimana? Atau mau berenang?" tanya Zee.


"Eh, ada kolam renang juga?" Kiara menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri. Semalam, dia tidak melihat ada kolam renang di sana. Yang ada, hanya hamparan laut di sekitar resort yang mereka tempati tersebut.


"Tentu saja ada. Kolam renang ada di bagian samping kanan. Tapi, aku mau berenang di kolam renang alami. Tuh!" Zee menunjukkan dengan gerakan kepala ke arah lautan yang terhampar di luar jendela kamar mereka.


Seketika kedua bola mata Kiara membulat. Dia cukup terkejut mengetahui jawaban Zee.


"Di- di laut langsung?" 

__ADS_1


Zee menganggukkan kepala. "Iya. Memangnya kenapa? Kamu tidak bisa berenang?"


"Bi-bisa, sih. Tapi biasanya juga di kolam renang kecil, atau di sungai saat mencuci baju. Ka-kalau di laut seperti itu, belum pernah. Apa tidak apa-apa berenang di sana? Tidak ada ikan hiu?" Wajah Kiara tampak penasaran hingga membuat Zee benar-benar gemas ingin segera melahap sang istri.


Namun, Zee berusaha untuk menahan diri. Dia ingin membuat istrinya itu merasa rileks dan tidak terbebani.


"Nggak ada ikan hiu di sini. Yang ada hanya ikan seberat enam puluh dua kilogram dengan alat sengat tumpul." 🙄🙄


Kiara masih belum memahami perkataan Zee. Dia cukup panik mendengarnya. "Be-benarkah?"


"Tentu saja benar. Tapi, kamu tenang saja. Dia tidak akan menyerang, kok." Zee masih menikmati mengerjai sang istri.


Kiara tampak mengangguk-anggukkan kepala. Beberapa saat kemudian, sarapan kesiangan mereka sudah selesai. Kiara segera membereskan piring agar memudahkan petugas kebersihan membersihkannya. 


Ceklek.


Pintu kamar terbuka. Begitu melongokkan kepala ke dalam kamar, kedua bola mata Zee langsung membulat saat melihat sang istri memakai baju renang yang menggoda iman. Baju renang two-piece yang dipakai Kiara tersebut benar-benar tidak bisa menampung bagian atas tubuhnya.


Melihat kedatangan Zee, Kiara semakin panik. Saat itu, memang pertama kali bagi Kiara berpakaian cukup terbuka di depan sang suami. Kiara buru-buru menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya. Dia merasa malu dengan wajah terasa panas.


"Kamu mau pakai pakaian seperti itu untuk berenang?"

__ADS_1


"Ma-maaf, Mas. Mommy hanya membawakan baju renang model seperti ini semua." Kiara menundukkan kepalanya.


Zee hanya bisa mendesahkan napas ke udara. Dia sudah tahu jika semua itu adalah ulah sang mommy. Namun, dia juga tidak akan mungkin mengajak Kiara berenang di luar dengan pakaian seperti itu. Enak saja, aku saja belum lihat 'jeroannya', masa mau di umbar, batin Zee.


"Ya sudah. Tapi, kita tunda dulu berenang di luarnya. Kita berendam di jacuzzi saja." Tatapan mata Zee masih tak bisa lepas dari tubuh Kiara yang tampak menonjol di sana sini. Tentu saja, tonjolan-tonjolan tersebut berada di bagian yang seharusnya.


Kiara masih tampak malu-malu. Namun, dia segera mengangguk-anggukkan kepala. Setelah itu, Zee dan Kiara berjalan menuju ke bagian samping kamar tersebut. Ternyata, ada sebuah private jacuzzi di sana. Zee langsung bergegas menceburkan diri ke dalamnya. Sementara Kiara, dia masih berdiri mematung tak jauh dari jacuzzi tersebut.


Zee menolehkan kepala ke arah sang istri. "Kenapa masih berdiri di sana? Ayo kemarilah," Zee menggerakkan tangannya untuk meminta Kiara mendekat.


Dengan langkah malu-malu dan tangan masih bersilang di dada, Kiara berjalan mendekat ke arah jacuzzi. Dia pelan-pelan melangkahkan kaki memasuki jacuzzi tersebut dan segera duduk di depan Zee. Jacuzzi berbentuk persegi panjang tersebut, sangat pas dipakai oleh pasangan.


Kiara masih merasa malu saat Zee menatapnya dengan intens. Kaki Kiara yang awalnya berada di bagian samping, kini dipindahkan Zee ke bagian tengah kaki Zee yang terbuka. Sontak saja ujung jari Kiara menyentuh sesuatu yang dipikirkan reader semua.


Kiara cukup terkejut dengan hal itu. Dia ingin menarik kakinya, namun tangan Zee mencegahnya. Dan kini, gerakan Zee yang tiba-tiba membuat Kiara memekik kaget.


Zee menarik kaki Kiara hingga kini tubuh Zee dan Kiara benar-benar menempel. Tidak hanya bagian atas, namun bagian bawah juga mereka juga sudah saling menempel. Saat itu, adalah 'perkenalan keduanya' untuk pertama kali.


Kiara menjadi panik. "Ma-maasss, a-ada yang mau nyelip di bawah." 


\=\=\=

__ADS_1


Selipan?


Sudah hari senin, mohon bantu vote, like dan kasih hadiah buat Zee ya, biar othor tambah semangat ngetik. 💪


__ADS_2