Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 134


__ADS_3

Pertarungan Zee dan Kiara malam itu, tidak hanya terjadi satu kali. Zee selalu meminta lagi, lagi, dan lagi. Dia selalu bisa memancing Kiara agar kembali merasa panas. Mau tidak mau, Kiara mengikuti keinginan sang suami.


Menjelang pukul dua dini hari, keduanya baru bisa beristirahat. Kiara merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk. Zee dan Kiara terlelap dengan tubuh saling menempel.


Keesokan hati, Zee sudah bersiap kembali bekerja. Hari itu, dia akan mengadakan beberapa pertemuan dengan para petinggi perusahaan. Mereka akan membahas beberapa hal yang harus dilakukan untuk menstabilkan keadaan perusahaan.


Saking banyaknya hal yang harus dilakukan, Zee kembali ke Villa menjelang tengah malam. Hal itu berlangsung selama hampir empat hari. Kiara merasa sangat kasihan kepada sang suami. Zee juga biasanya langsung terlelap karena kelelahan.


Setelah hampir sepuluh hari berada di Bali, kini saatnya Zee dan Kiara pindah ke Surabaya. Zee harus menangani beberapa hal di sana.


Lagi-lagi, Zee jarang berada di rumah selama berada di Surabaya. Keadaan perusahaan yang belum membaik, membuat Zee harus sering berada di kantor cabang GC. Dia harus selalu berkoordinasi dengan daddy dan kakeknya. Semuanya berusaha untuk menstabilkan keadaan perusahaan.


Pada minggu ketiga, GC sudah mulai stabil. Nilai GC yang ada di Dubai, bahkan sudah terlihat mulai merangkak naik. Daddy Vanno melakukan segala usaha yang dapat dilakukannya untuk mengembalikan GC seperti semula.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Ken. Kini, dia sedang berada di Singapura. Beruntung Ken bisa meyakinkan para rekan GC untuk tetap bekerja sama dengannya. Hal itu bisa membuat saham GC kembali stabil.


Ken masih memperpanjang waktunya berada di Singapura. Dia ingin memastikan jika GC sudah benar-benar kembali seperti semula. Daddy Vanno juga menyusul Ken yang berada di Singapura.


Sementara itu, Zee yang juga sudah bisa mengembalikan keadaan GC seperti semula, benar-benar merasa sangat bahagia. Dia bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang membantunya dengan baik. 


Sebagai ucapan terima kasih, Zee memberikan hadiah berlibur untuk semua orang yang telah bekerja keras membantunya. Zee memberikan tiket liburan ke Bali untuk menikmati liburan bersama dengan keluarga mereka.


Hari ini, Zee sedang bermalas-malasan di rumah mendiang Opa Evan. Dia merasa bersalah kepada sang istri karena sering ditinggal di rumah.


"Mas, siang ini mau dimasakin apa?" tanya Kiara sambil meletakkan jus jeruk untuk sang suami.

__ADS_1


Zee yang saat itu sedang rebahan pun menoleh ke arah sumber suara. Dia memutar tubuhnya hingga kini menghadap ke arah Kiara.


"Masak kamu boleh nggak?" Zee tersenyum jahil ke arah Kiara.


Perkataan Zee tersebut sontak membuat wajah Kiara memerah. Dia masih belum terbiasa dengan godaan-godaan yang dilontarkan oleh Zee.


Belum sempat Kiara menyahuti perkataan Zee, terdengar suara ponselnya berbunyi. Zee buru-buru memeriksa layar ponselnya dan segera menggeser ikon berwarna hijau tersebut.


"Hallo, El. Ada apa?" tanya Zee setelah panggilan telepon tersebut terhubung. Ya, saat itu yang tengah menghubungi Zee adalah Dl, sang sahabat.


"Kemana saja sih lo, Zee? Lama banget nggak muncul di kampus. Sejak masuk semester baru, lo belum muncul juga di kampus."


"Sorry, gue ada kerjaan, El. Gue lagi di Surabaya."


"Hhhmmm."


"Emang belum selesai?"


"Sudah, kok. Semua sudah beres."


"Syukur deh kalau begitu. Kapan lo balik ke Jakarta."


"Besok gue sudah balik, kok. Lusa bisa ke kampus."


"Oke, deh. Gue pusing si Revina nanyain lo mulu."

__ADS_1


"Eh, Revina nanyain gue? Ada apa?"


"Entahlah, gue juga nggak tau."


"Hhhmmm."


" Ya sudah, gue tutup dulu."


"Hhhmmm."


Zee segera menutup panggilan teleponnya. Dia tidak menyadari jika Kiara masih berada di sampingnya.


"Siapa Revina, Mas? Pacar kamu?"


"Eh,"


\=\=\=


Kiara yang cemburu



Zee yang kaget


__ADS_1


__ADS_2