Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 66


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, mommy Retta terlihat sudah bisa mengontrol emosinya. Dia meminta Gitta untuk mengantarkan ke ruang ICU tempat Khanza berada. 


Dengan bantuan Gitta, mommy Retta beranjak menuju ruang ICU. Dia benar-benar tak kuasa menahan rasa sakit saat melihat putrinya terbaring di ruang ICU dengan semua alat bantu medis tersebut. Tubuhnya seketika lemas. Jika tidak ada daddy Vanno di sampingnya, bisa dipastikan mommy Retta akan langsung ambruk di lantai.


"Kenapa ini semua terjadi kepada putri kita, Mas? Kenapa? Apa salah putri kita? Hiks hiks hiks," Mommy Retta masih menangis sesenggukan dalam dekapan Daddy Vanno.


"Sayang, ini semua sudah menjadi takdir keluarga kita. Tidak ada yang bisa melawan ketetapan-Nya. Yang bisa kita lakukan adalah tetap berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Khanza." Daddy Vanno masih mendekap tubuh mommy Retta sambil memberikan kecupan bertubi-tubi.


Hampir semua orang yang berada di sana menangis. Mereka benar-benar terpukul dengan peristiwa ini. Ken yang berdiri di samping Al hanya bisa memberikan pelukan pada bahunya. Dia juga sama terpukulnya dengan kedua orang tuanya.


Setelah semuanya cukup tenang, Al memaksa seluruh keluarganya untuk pulang. Dia tidak ingin keluarga yang lainnya sakit karena menunggui Khanza yang entah kapan akan sadar dari komanya.


"Kamu pulang saja, Yang. Kasihan Zee dari tadi di rumah sendirian sama Mbak Fitri," kata Ken meminta Gitta untuk segera pulang.


"Tapi kamu sendirian disini, Mas?"


"Aku temani Al dulu. Kasihan dia masih shock. Mommy dan Daddy juga akan pulang nanti."


Mau tidak mau, Gitta menuruti permintaan sang suami. Dia pulang bersama dengan keluarga yang lainnya.

__ADS_1


Sementara itu, Ken segera berjalan menuju ruang tunggu ICU untuk menemui Al. Ken benar-benar tidak tega melihat adik ipar sekaligus sahabatnya seperti ini. Ken segera mendudukkan diri di samping Al yang tengah menundukkan kepalanya sambil terisak.


"Al, lo harus tenang. Jangan seperti ini terus. Gue tau apa yang lo rasain. Gue juga sama. Khanza itu adik gue, gue juga sama terpukulnya dengan lo. Tapi, jika kita tetap bersedih seperti ini, tetap tidak akan bantu Khanza untuk tetap sadar."


Seketika Al menoleh menatap wajah Ken. Benar apa yang dikatakan oleh Ken. Jika hanya bersedih dan merutuki nasib, tidak ada jaminan Khanza akan segera sadar.


"Lo benar, Ken. Kita tidak bisa hanya terus bersedih seperti ini."


"Betul. Setidaknya, lo harus jaga kesehatan lo dengan baik. Lo tau apa yang harus lo lakuin untuk membantu proses penyembuhan Khanza."


Lagi-lagi Al hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelah itu, dia berusaha untuk menenangkan diri.


Namun, gerakan tangan Ken terhenti saat Al mencegahnya memesan makanan.


"Gue nggak lapar, Ken."


"Lapar atau nggak lapar, lo harus tetap makan. Lagian, gue juga sudah lapar banget ini."


Al hanya bisa pasrah saat melihat Ken mengotak atik ponselnya.

__ADS_1


"Sebaiknya, lo mandi dulu deh Al. Tubuh lo kusut banget gini. Lo punya ruangan kan di rumah sakit ini?"


Al hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelah itu, Al dan Ken langsung berjalan menuju ruangan Al di rumah sakit tersebut. Ken langsung merebahkan diri di atas sofa bed yang ada di bagian dalam ruangan Al sambil menunggu Al selesai membersihkan diri. Ken juga merasakan letih dan lelah pada tubuhnya.


Tak berapa lama kemudian, pesanan makanan Ken sudah datang. Ken menunggu Al selesai membersihkan diri untuk menyantap makanannya. Beberapa saat kemudian, terlihat Al sudah keluar dari kamar mandi. Dia tampak lebih segar dari sebelumnya, meskipun wajah lelah masih tampak di wajahnya.


Ken segera menyerahkan bungkusan makanan untuk Al. Dia juga mengambil bungkusan makanan untuk dirinya sendiri.


"Ken, menurut lo, kejadian yang menimpa Khanza ini murni kecelakaan atau rekayasa?" tanya Al si sela-sela aktivitas makannya.


"Entahlah, Al. Gue juga belum bisa memastikan hal itu. Gue dan Daddy sudah menghubungi Om Arya untuk menyelidiki masalah ini."


Al hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia sudah mengetahui siapa Om Arya ini. Beliau juga yang sudah membantu menyelidiki kasus yang menimpanya dulu saat masih dijodohkan dengan Vita.


"Gue hanya bisa berharap pelakunya mendapatkan hukuman seberat-beratnya."


"Gue dan daddy bisa pastikan itu, Al. Lo tenang saja."


\=\=\=

__ADS_1


Untuk informasi cerita othor yang lainnya, bisa mampir di igeh othor ya, @keenandra_winda


__ADS_2