Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 38


__ADS_3

Sontak saja Ken langsung berdiri dan menggeser meja yang di depannya hingga lututnya menabrak pegangan kursi. 


"Aduuhh!" Ken meringis kesakitan.


"Eh, hati-hati, Pak." Dino dengan sigap memegangi lengan Ken agar tidak terjelungup ke depan. "Anda mau kemana?" tanya Ken penasaran.


"Mengejar Gitta. Bisa-bisa dia nanti akan digoda para laki-laki di luar sana." Ken buru-buru beranjak ke depan. 


Terdengar suara motor matic Gitta yang hendak keluar dari garasi. Ken buru-buru meraih kunci mobil dan berlari ke arah teras depan. "Tunggu!" teriaknya.


Sontak saja Gitta langsung menghentikan motornya. "Ada apa, Mas?" tanya Gitta bingung.


"Aku antar," ucap Ken sambil mematikan motor Gitta.


"Lhoh, kok? Kenapa jadi diantar? Dino bagaimana?" Gitta masih bingung dengan tingkah Ken.


"Biarin dia nunggu sebentar. Sudah, kalian turun. Aku antar ke depan."


"Nggak usah deh, Mas. Hanya ke depan ini. Aku pergi sama Zee saja, deh."

__ADS_1


"Nggak boleh." Ken berkata dengan tegas. Lagi-lagi Gitta tidak bisa membantah. Entah mengapa sang suami menjadi sangat plin plan seperti itu. Jika sudah begitu, Gitta benar-benar tidak bisa membantah lagi.


Gitta segera menurunkan Zee dan beranjak menuju mobil mengikuti Ken. Zee yang masih bingung pun menoleh ke arah sang mommy.


"Au ana? (Mau kemana?)" tanya Zee.


"Beli ice cream, Sayang. Bareng Daddy juga."


"Tedi itut, Mi? (Daddy ikut, Mom?)"


"Iya."


"Sebenarnya ada apa sih, Mas? Nggak biasanya kamu seperti ini. Biasanya jika aku keluar pun, kamu nggak masalah aku pakai baju apapun. Lalu, kenapa sekarang jadi seperti ini?"


Ken hanya melirik sekilas ke arah Gitta dan Zee yang sedang memakan biskuitnya. "Aku nggak mau kamu terlihat seperti kakaknya Zee daripada mommynya Zee," ucap Ken.


"Astaga, Mas! Masih saja kamu berpikiran seperti itu. Mana ada yang berpikir jika Zee adalah adikku. Kamu ini ada-ada saja." Gitta menggerutu dengan tak kalah kesalnya.


Ken tidak menggubris perkataan Gitta. Hingga beberapa saat kemudian, Ken sudah menghentikan mobilnya di depan minimarket. Tentu saja dia ikut turun dan mengekori sang istri berbelanja. Meskipun kesal, Gitta masih membiarkan sang suami mengikutinya. Ken bahkan tak segan-segan melayangkan tatapan membunuh pada laki-laki yang tengah menatap Gitta.

__ADS_1


Setelah cukup berbelanja, mereka segera pulang karena Dino sedang menunggu di rumah.


"Lain kali, jika kamu mau ikut nggak usah nyuruh-nyuruh ganti baju pakai daster segala, Mas. Aku jadi malu tau!" Gitta masih menggerutu sambil berjalan memasuki rumah untuk menuju dapur. Sementara Ken membantu membawakan barang belanjaan Gitta dan juga ice cream Zee.


Ken hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil menatap sang putra yang tengah berada di gendongan Gitta dan sedang menyendokkan ice cream ke dalam mulutnya. 


Karena terlalu banyak ice cream yang di sendok Zee, membuat ice cream tersebut tumpah pada bagian depan tubuh Gitta. Berhubung saat itu Gitta tengah menggunakan daster dengan bagian depan agak terbuka dan tertarik ke bawah karena menggendong Zee, langsung saja ice Cream tersebut masuk ke bagian dalam daster Gitta.


"Eh, Sayang ice creamnya masuk ke dalam baju Mommy, nih." Gitta merasakan ice cream tersebut meluncur turun melewati lembah yang, ah sudah lah. Gitta langsung menurunkan Zee dan berusaha membersihkan lelehan ice cream.


Namun, belum sempat Gitta bertindak, Ken sudah lebih dulu beraksi. Ken langsung membuka kancing daster Gitta dan menariknya turun hingga membuat pabrik nutrisi Zee terpampang jelas di dalam kacamata yang hampir meluap keluar tersebut.


Tanpa aba-aba lagi, Ken langsung membersihkan lelehan ice cream tersebut. Bukan dengan tangan tapi dengan indera perasanya. Gitta langsung terpekik kaget. "Mas, apa-apaan sih? Lepas, ih!"


Zee yang melihat hal itu langsung menangis histeris. Dia melempar cup ice creamnya hingga mengenai punggung sang daddy.


"Tedi angan ambin mimi cucu Ji. Ji beyum mimi cucu. Huaaaa huaaaa (Daddy jangan ambil mimi susu Zee. Zee belum mimi susu. Huaaa huaaa)" Zee langsung menangis meraung-raung sambil menarik-narik lengan Ken.


\=\=\=\=

__ADS_1


Semoga tidak ada yang seperti Ken di dunia nyata. Othor kok jadi malu sendiri 🤦‍♀️


__ADS_2