Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 119


__ADS_3

Kiara yang saat itu sedang berdiri di depan pintu kamar mandi pun langsung gelagapan. Wajahnya terlihat merona setelah mendengar perkataan Zee. Entah mengapa jantungnya mendadak gugup saat mendengar perkataan Zee.


Kiara bahkan tidak berani mendongakkan kepala. Dia menunduk dengan kedua tangan saling remass. Zee yang melihat tingkah sang istri pun langsung beranjak mendekati. Tatapan matanya menatap tajam pada wajah Kiara.


Grep.


Zee menarik pinggang Kiara hingga kini tubuh mereka saling menempel hingga tidak berjarak. Kiara cukup terkejut hingga kedua tangannya refleks mencengkram kemeja Zee. Tatapan keduanya saling mengunci.


"Eh, Ma-mas?"


Zee masih fokus pada wajah Kiara. Dia bahkan benar-benar gemas dengan tingkah malu-malu sang istri. Belum sempat Zee bertindak lebih jauh, suara sang mommy sudah menggelegar dari luar pintu kamar mereka.


"Kia Sayang, sudah apa belum bersiapnya? Mommy tunggu di mobil, ya. Zee, Daddy kamu juga sudah nunggu di mobil. Cepetan turun!" 


"Eh, Mommy, Mas." Kiara tampak panik saat mendengar suara sang mommy.


Zee menghembuskan napas berat dan melepaskan Kiara. 


"Iya, Mom. Kami sudah selesai ini. Sebentar lagi turun!" jawab Zee dari dalam kamar. Tatapan matanya masih menatap dalam ke arah Kiara. "Segeralah bersiap. Kita lanjutkan saja nanti malam."

__ADS_1


Kiara hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Setelah itu, mereka segera bersiap. Kiara juga tampak buru-buru. Dia tidak ingin membuat sang mertua menunggunya lebih lama.


Tak berapa lama kemudian, Kiara tampak berjalan menuruni tangga. Dia segera menghampiri sang mertua. Setelah itu, mereka segera berangkat menuju hotel.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Zee. Hari ini, dia harus menemani sang daddy untuk membicarakan kerjasama dengan salah satu perusahaan asing. Beruntung Zee ada jadwal kuliah jam terakhir hari itu.


Zee segera memasuki mobil dan mengambil alih kemudi. Sang daddy yang sudah menunggunya sejak tadi langsung menoleh ke arah putra semata wayangnya. Tampak wajah Zee sedang kesal.


"Kenapa wajahmu? Kusut banget. Memangnya nggak disetrika pakai bibir Kia, tadi sebelum berangkat?" tanya Ken dengan santainya.


Zee yang saat itu sedang fokus mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah, hanya bisa mendengus kesal setelah mendengar perkataan sang daddy.


"Justru Daddy lagi kasih wejangan agar mood kamu bagus seharian."


Zee melirik sang daddy sekilas dengan bibir masih manyun. "Wejangan apanya? Ngeledek iya."


"Eh, masa sih, Daddy ngeledek?" Ken pura-pura nggak sadar. "Begini maksud Daddy, Zee. Dalam berumah tangga, jangan pernah punya pikiran untuk hidup seenaknya. Dua orang yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan berbeda kemudian menikah, tentu saja memerlukan komunikasi yang lebih. Apalagi, kalian juga baru mengenal."


"Daddy juga merasakan apa yang kamu dan Kia rasakan. Seperti yang kamu tau, Daddy dan Mommy kamu juga menikah dadakan waktu itu."

__ADS_1


Zee melirik ke arah sang daddy sekilas. "Iya. Daddy dan Mommy menikah karena 'tawon ndass', kan?" ledek Zee sambil menahan kekehan tawanya.


Ken langsung mendengus kesal setelah mendengar ledekan sang putra. "Biarin. Saat itu memang tawon yang menyengat Mommy kamu kecil. Tapi, setelah menikah, mommy kamu suka kelojotan saat disengat raja tawon. Hahahaha."


Lagi-lagi Zee kalah omongan dengan sang daddy. Dia hanya bisa mendengus kesal. Melihat sang putra kesal, Ken hanya bisa menggelengkan kepala. Setelah itu, dia melanjutkan perkataannya.


"Dengar Zee, kamu dan Kia memang masih baru. Perbanyak komunikasi dengan istri kamu. Cari tau apa yang membuat dia merasa nyaman dan tidak nyaman. Kalau dilihat dari tingkah Kia, dia adalah tipe perempuan pemalu. Jadi, Daddy harap kamu yang harus berinisiatif lebih dulu."


Zee mendengus kesal sambil menghentikan mobilnya di lampu merah.


"Sebenarnya, tadi pagi aku sudah berinisiatif untuk memulai acara 'masak-masakan', Dad. Tapi, Mommy sudah teriak-teriak mengajak Kia berangkat. Mana aku belum icip-icip lagi," Zee masih menggerutu kesal.


Sontak saja jawaban Zee tersebut membuat Ken memutar kepalanya. Dia cukup terkejut dengan jawaban sang putra.


"Astaga, sudah menikah selama ini kamu masih perjaka Zee? Pppfffttttttt."


\=\=\=


Wuaahh, mulutnya si Ken enaknya di apain ya?

__ADS_1


Kasih saran dong.


__ADS_2