Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 115


__ADS_3

Kiara langsung tersentak kaget saat mendengar perkataan Zee. Kedua matanya langsung terbuka dan menatap wajah sang suami yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Wajah Zee terlihat berbinar bahagia.


"A-ap, ehhmmmm…," belum sempat Kiara menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Zee langsung melumatt bibir Kiara.


Sontak saja hal itu membuat Kiara benar-benar terkejut. Saat itu, adalah kali pertama mereka beradu mulut. Itu juga pengalaman pertama bagi mereka. 


Entah dapat privatan dari mana Zee terlihat sangat ahli. Bibirnya bergerak mendesak bibir Kiara hingga terbuka. Setelah berhasil, Zee langsung men*cecap, meng*hisap, dan me*ngu*lum bibir tersebut. Pertukaran saliva pun tidak dapat terelakkan. 


Kedua mata Zee dan Kiara saling tertutup menikmati rasa yang baru pertama kali dirasakannya. Sekujur tubuh Kiara rasanya meremang hebat. Kini, kedua tangan Kiara sudah mencengkram bagian depan kaos Zee. Kiara merasakan ada yang mengalir deras di bagian bawah sana.


Eehhmmm, eehhmmmm.


Suara perpaduan benda kenyal tersebut langsung terdengar menggema di dalam kamar mereka. Dinginnya AC, bahkan tidak mampu menahan kobaran api yang sudah menyala pada diri keduanya.


Ketika sudah sama-sama hanyut dalam rasa yang baru pertama kali mereka rasakan, tiba-tiba Zee menjauhkan wajahnya ketika tersadar sesuatu. Napas Zee dan Kiara sama-sama tersengal-sengal. Mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-paru mereka.


Hah hah huh huh hah hah huh huh. (Bukan latihan vokal lho ya)


Zee menatap bibir sang istri yang sudah sedikit membengkak karena ulahnya. Dia mengusap sisa-sisa saliva mereka yang ada pada bibir Kiara.


"Maaf, aku lupa jika kita tidak bisa melanjutkannya." Zee masih menatap wajah Kiara yang tengah menunduk malu. "Aku tau kamu juga pasti menginginkan episode lanjutannya, kan?" Zee masih menatap wajah Kiara. Tangannya menyentuh pipi Kiara dengan ujung jarinya.


Wajah Kiara langsung memerah. Meskipun dia baru pertama kali melakukan aktivitas intens seperti itu dengan laki-laki, namun tidak dapat dipungkiri jika Kiara juga menginginkan lebih dari pada aktivitas mereka tadi.


Kiara tidak menjawab, namun Zee mengetahui apa yang dirasakan sang istri.


"Tidak apa-apa. Kita bisa melakukannya lagi nanti jika kamu sudah selesai 'berdarah-darah'."


Ya, Zee memang mengetahui jika Kiara sedang berhalangan, karena mereka sudah sekitar empat hari ini tidak sholat berjamaah saat Zee ada di rumah.


Kiara pun mengangguk dengan wajah memerah menahan malu. "I-iya, Mas. Biasanya enam hari aku sudah selesai."


Zee tersenyum senang mendengarnya. Dia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kiara. Lagi-lagi hal itu membuat Kiara semakin panik.


"Aku sudah tidak sabar menunggunya," ucap Zee sambil mencium sekilas pipi Kiara. 

__ADS_1


Setelah itu, bukannya menjauhkan wajahnya, Zee justru menyusuri pipi Kiara dengan ujung hidungnya. Dia menyusuri tulang rahang Kiara bolak-balik dari depan hingga belakang, dan begitupun sebaliknya. 


Belum puas sampai situ, Zee masih menggerakkan hidungnya menuju leher bagian bawah telinga Kiara hingga menuju bahunya yang sedikit terbuka. Sontak saja tindakan Zee tersebut membuat tubuh Kiara meremang hebat. (Yang baca jangan ikutan lho ya)


Kiara hanya bisa menahan napas dan memejamkan mata dengan erat. Bahkan, Kiara menggigit bibirnya kuat-kuat agar tidak sampai kelepasan mengeluarkan suara 'horor' yang mampu membuat sang suami kalap.


Zee yang menyadari reaksi sang istri pun segera menjauhkan wajahnya. Dia tidak ingin membuat sang istri semakin tersiksa. Zee menatap wajah Kiara yang sudah sangat merah karena mupeng.


"Sudah. Mulai sekarang, kita harus membiasakan untuk melakukan hal seperti ini. Dan, aku harap kamu juga bisa melakukannya. Jangan merasa canggung lagi."


Kiara benar-benar masih merasa malu. Namun, dia segera menganggukkan kepala. Malam itu, babak baru pernikahan Zee dan Kiara dimulai. Semoga, setelah ini pernikahan mereka jadi lebih gesrek, eh lebih berwarna maksudnya. 


Zee ini bibit unggul lho Thor. Bibit …



\=\=\=


Mohon maaf numpang promo ya. Ini cerita baru gantinya TCP karena sudah end. InsyaAllah akan up awal tahun di NT. Nanti mohon bantu dukungan klik like, komen dan yang paling penting klik favorit. Temenin othor biar kerasan di sini ya, othor meng syedih jika sedikit yang nemeni nanti 🤧


My Introvert Bodyguard (MIB)


Seorang gadis berjalan menuju pintu restoran dengan ketiga orang temannya. Telinganya benar-benar merasa sakit ketika mendengar pujian-pujian yang dilontarkan oleh teman-temannya tersebut.


"Gie, beneran lo nggak tertarik sama Dion? Dia kan cakep begitu. Gue baru tau jika lo punya bodyguard kece seperti dia." Wajah Sandra, sang sahabat tampak berbinar bahagia.


"Nggak!" Gia tampak malas menanggapi perkataan sahabatnya tersebut. Lagi-lagi, dia kesal mendengar ocehan para sahabatnya yang memuji Sang bodyguard.


"Yakin, nih nggak mau? Kalau nggak mau, jangan halangin gue mau deketin doi," ucap Sandra dengan semangat empat lima.


Giandra mendengus kesal. Dia benar-benar kesal sekarang. Mengapa para sahabatnya itu tertarik dengan Dion, bodyguardnya.


"Silahkan saja jika mau. Asal lo tau, dia nggak tertarik sama perempuan. Dia itu kan g**." 


"Apa?!" 

__ADS_1


Seketika Sandra, Melda, dan Aira terkejut. Mereka benar-benar tidak menyangka jika laki-laki berwajah tampan itu penyuka sesama jenis.


"Apa lo serius, Gie? Lo becandain kita, kan?" tampak Sandra tidak percaya.


"Ngapain gue bohong. Dia sama sekali nggak tertarik sama wanita."


"Eh, serius lo? Dari mana lo tau hal itu?" Kali ini Melda yang penasaran.


"Tentu saja gue tau. Kalian nggak perlu tau gue tau hal itu dari mana." Gia menjawab sambil berjalan menuju tempat parkir. Mereka berpisah karena letak tempat parkir mobil mereka berbeda.


Tentu saja gue tau hal itu. Hampir setiap malam kami berbagi kamar dan ranjang, namun dia sama sekali tidak tertarik dengan gue, batin Gia.


Tanpa diduga, ternyata laki-laki yang mereka bicarakan mendengar semua pembicaraan para gadis tersebut. Dia yang saat itu baru keluar dari toilet, berhenti melangkah saat mendengar obrolan para gadis tersebut.


Gia yang sudah hampir mencapai pintu mobil, seketika terkejut saat mendapati Dion berada di belakangnya.


"Eh, da-dari mana?" Wajah Giandra langsung panik saat melihat tatapan mata Dion menghujam dalam kedua matanya.


Tanpa menjawab, Dion langsung berjalan mendekat ke arah Giandra. Tentu saja tindakan Dion tersebut membuat Gia semakin panik. Dia langsung mundur hingga tubuhnya membentur pintu mobil.


"Ma-mau apa?" Wajah Giandra semakin pucat.


Klek.


Tangan Dion menyusup pada pinggang Gia untuk meraih handle pintu mobil dan membukanya.


"Masuk!" ucap Dion sambil masih menatap wajah Dion yang berjarak sangat dekat dengannya.


Sialaann. Kenapa jantung gue berdebar begini? gerutu Gia dalam hati.


Melihat Gia masih berdiri tak bergerak, Dion semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Gia. Gia bahkan bisa merasakan hembusan napas Dion menerpa wajahnya.


"Kamu mau aku gendong untuk masuk ke dalam mobil?" tanya Dion sambil tangannya menyentuh pinggang Gia dan meremassnya dengan cukup kencang.


"Aaaahhhhh, eehhhmmmm." 

__ADS_1


Siaallaann! Gia merutuki kecerobohan mulutnya.


__ADS_2