Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 251 - Telepon Mommy


__ADS_3

Setelah menyiapkan barang-barang Gen, Zee bersiap menggendong putranya tersebut. Gen yang sedang terlelap, hanya menggumam dan menggeliat saat dipindahkan ke dalam gendongan Zee. Tidak lagi memakai stroller, Zee langsung menggendong Gen. 


Zee juga meminta bantuan salah satu pegawainya untuk membawakan barang-barang Gen karena tangannya sedang menggendong putranya tersebut.


Setelah memastikan posisi Gen nyaman dalam kursinya, Zee segera bersiap untuk melajukan mobil menuju kampus Kiara. Dia benar-benar harus mengkonfirmasi cerita Edward kepada Kiara. Zee benar-benar tidak tenang dengan hal itu.


Tidak sampai satu jam kemudian, Zee sudah berada di tempat parkir kampus Kiara yang juga merupakan kampusnya dulu. Dia mengirimkan pesan kepada sang istri jika sudah tiba di kampus. Tak lupa juga Zee memberi tahu dimana dia menunggu.


Belum sampai Kiara datang, Gen ternyata sudah bangun. Anak laki-laki tersebut sudah merengek minta dipangku. Dengan segera, Zee mengambil sang putra dan memangkunya. 


"Mimi cempeng, Ted." Gen memukul-mukul stir mobil yang ada di depannya.


"Gen haus, sebentar. Daddy ambilkan dulu miminya," ucap Zee sambil mengulurkan tangan mengambil botol susu Gen.


Tak lagi memakai mobil berukuran kecil, Zee atau siapapun yang keluar dengan mengajak Gen, akan menggunakan mobil besar. Hal itu dilakukan agar bisa memuat banyak barang-barang kebutuhan Gen.


"Ini miminya. Bismillah dulu," ucap Zee sambil memberikan botol susu kepada Gen."


"Iyah. Hap. Nyep nyep nyep." Gen langsung mengenyot botol susu tersebut dengan rakus. Jangan lupakan tangan dan kakinya yang memukul-mukul stir mobil. 


Tak berapa lama kemudian, terlihat Kiara berjalan ke arah mobil mereka. Dan, hal itu juga ternyata dapat dilihat oleh Gen. Begitu melihat sang mommy berjalan ke arah mobil, seketika Gen melepaskan kenyotan botol susunya. Dia melempar botol tersebut ke kursi di samping Zee dan melompat-lompat kegirangan.

__ADS_1


"Ami. Ami. Hu ah. Ami. Ami." Zee masih melompat-lompat bahagia.


Kiara yang sudah berada di samping mobil Zee, langsung membuka pintu mobil tersebut. Sebuah senyuman langsung terbit begitu melihat suami dan putranya di dalam.


Hap. Secepat kilat Kiara langsung menyambar Gen yang tengah mengulurkan kedua tangannya ke arah Kiara. Baru setelah itu, Kiara meraih tangan Zee untuk dikecup.


Belum sempat Kiara bertanya, Gen sudah mulai membuka kancing baju Kiara. Mau tidak mau, Kiara menuruti keinginan sang putra yang sepertinya masih kehausan tersebut.


"Mau mimi?" tanya Kiara sambil membuka kancing bajunya.


"Au. Mimi uci." Gen terlihat semakin tidak sabar untuk segera menemukan squishy favoritnya dan sang ayah tersebut.


"Mau langsung pulang?" tanya Zee.


"Eh, iya, Mas. Langsung pulang saja. Kasihan Gen sepertinya capek sekali." Kiara menoleh ke arah Zee. Dia sedikit bingung dengan ekspresi Zee yang tampak menahan kesal.


Namun, Kiara mencoba untuk tidak bertanya apa-apa dulu sebelum mereka aman sampai rumah. Bahaya jika sampai Zee mengamuk di jalan.


Ketika masih berada di jalan, tiba-tiba ponsel Zee berbunyi. Dia melirik nama sang mommy ada di layar ponselnya. Ternyata, Kiara juga melihat nama mommy mertuanya tersebut.


"Tolong angkat. Siapa tahu ada hal penting," ucap Zee.

__ADS_1


Kiara menganggukkan kepala. "Iya, Mas."


Setelah itu, Kiara segera menggeser ikon berwarna hijau tersebut untuk menyambungkan panggilan.


"Hallo, Mom."


"Lho, Kia? Kamu sama Zee?"


"Iya, Mom. Ini baru pulang dari kampus."


"Sama Gen juga?"


"Iya."


"Nanti langsung ke rumah Mommy. Gen tinggal disini saja. Mommy sudah kangen sama Gen," ucap Gitta.


"Eh, iya, Mom."


•••


Waahh, Gen ditinggal di rumah Ken, kira-kira Zee mau apa ya nanti? 🤔

__ADS_1


__ADS_2