Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 89


__ADS_3

Zee membulatkan kedua bola matanya. Dia cukup terkejut saat mendengar perkataan sang papa jika papanya itu mendatangkan tiga motor sekaligus. Satu motor saja bisa membuat perang Baratayuda, apalagi tiga motor. Zee hanya bisa mendesahkan napas ke udara. 


"Itu bagaimana ceritanya bisa sampai tiga, Pa? Nggak salah ini Papa mau 'kulakan molo'? (Cari penyakit)"


"Ya, Papa kan juga mau punya satu, Zee. Kebetulan semua seri dari ketiga jenis motor tersebut ada semua. Jadi Papa ambil saja semuanya."


Zee hanya menggelengkan kepala. Entah mengapa daddy dan papanya itu gemar sekali dengan motor-motor besar seperti itu. Bahkan, sang daddy berniat untuk melebarkan sayap GC pada industri kuda besi tersebut.


Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya Zee memutuskan panggilan telepon tersebut. Zee dan papa Vanno sepakat untuk menyembunyikan motor tersebut sementara.


Setelah itu, Zee segera bersiap untuk beristirahat. Besok pagi, dia harus segera pergi ke kota M untuk survey lokasi. Ken dan Gitta tidak akan ikut Zee esok hari. Mereka hendak pergi untuk berlibur sendiri.


Enak ya, anak kerja, orang tua liburan. 🤔


Pagi-pagi sekali, Zee sudah bersiap. Sang mommy pun juga sudah menyiapkan keperluan untuk Zee.


"Mom, aku kan langsung pulang. Ngapain juga bawa baju ganti?" Zee memprotes sang mommy yang membawakan baju ganti untuknya.


"Buat jaga-jaga, Sayang. Sekarang musim hujan."


Mau tidak mau, Zee hanya bisa menuruti perkataan sang mommy. Seperti biasa, Gitta selalu memberikan wejangan ini itu kepada sang putra semata wayang. Zee yang sudah hafal dengan wejangan tersebut hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala.


Setelah semua siap, Zee segera berangkat menuju kota M. Kali ini, dia mengendarai mobil sendiri. Sebenarnya, Gitta keberatan jika Zee mengendarai motor sendiri. Namun, sang putra tetap kekeh untuk melakukannya. Mau tidak mau, Gitta hanya bisa mengizinkan putranya tersebut mengendarai mobil sendiri.

__ADS_1


Menjelang makan siang, Zee sudah sampai di kota M. Dia segera mencari tempat makan karena perutnya sudah mulai kelaparan. Setelah menemukan tempat makan yang diinginkan, Zee segera memarkirkan mobilnya.


Ketika sedang melahap makan siangnya, ponsel Zee berdering. Ada sebuah panggilan masuk dari Pak Iskandar, penanggung jawab lapangan proyek tersebut.


"Hallo, Pak."


"Hallo, Mas Zee sudah tiba di kota M?"


"Sudah, Pak. Ini sedang makan siang."


"Makan siang dimana, Mas? Mau dijemput?"


Zee kemudian menyebutkan nama sebuah warung makan sederhana. Dia sedang makan di warung lesehan.


"Nggak usah, Pak. Aku bisa kesana sendiri. Kirim saja alamat lokasinya."


Kening Zee berkerut. Dia bingung dengan maksud perkataan Pak Iskandar.


"Maksudnya lama bagaimana, Pak?"


"Ada sedikit masalah dengan warga, Mas."


"Bukannya kemarin sudah clear?"

__ADS_1


"Sebenarnya iya, Mas. Tapi sepertinya ada yang ingin 'bermain-main', Mas."


Zee yang sudah cukup mengerti pun hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala.


"Perlukah aku meminta Daddy kesini?" tanya Zee.


"Eh, Pak Ken ikut?"


"Masih di Surabaya, Pak."


"Ehm, sebaiknya jangan dulu, Mas. Mungkin, jika mereka berbicara dengan Mas Zee, mereka bisa melunak. Mereka ingin berbicara dengan pimpinan katanya."


"Ini semua warga maksudnya, Pak?" tanya Zee.


"Enggak, Mas. Hanya ada empat warga. Kebetulan, lahan mereka mencapai dua pertiga lokasi yang akan kita jadikan proyek tersebut."


Zee hanya bisa mengangguk-anggukkan kepala. Dia setuju untuk bertemu dengan keempat warga tersebut. Setelah itu, panggilan telepon terputus. Zee kembali melanjutkan makan siangnya.


Setelah selesai makan siang, Zee kembali ke mobil. Sebelum menjalankan mobilnya, Zee menghubungi sang daddy dan menceritakan informasi yang batu saja di dengar. Ken memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi mereka.


Zee bisa mengerti penjelasan sang daddy. Dia sudah punya gambaran apa yang akan dilakukan untuk menghadapi warga tersebut. Ken juga akan bersiap-siap jika sewaktu-waktu dia dibutuhkan.


Setelah mematikan panggilan telepon, Zee segera melajukan mobilnya menuju lokasi yang sudah dikirimkan oleh Pak Iskandar.

__ADS_1


\=\=\=


Masih adakah yang mau daftar jodohnya Zee? Atau mau nyempil ke daddy Ken atau daddy Vanno? 🤭


__ADS_2