Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 238


__ADS_3

Setelah perdebatan absurd antara Zee dan kedua orang tuanya, kini Zee sudah kembali ke dalam kamar. Dia melihat Kiara yang sedang mengganti popok Gen. Rupanya, putra Zee tersebut baru saja buang air besar.


"Kok bangun, Yang?" tanya Zee sambil berjalan mendekat.


"Baru pup, Mas. Dari mana?" Kiara menoleh ke arah Zee yang sedang membantunya mengambilkan popok baru untuk Gen.


"Ngobrol sama Mommy dan Daddy. Aku tadi sudah minta izin untuk pulang ke rumah kita sendiri, Yang. Tapi, masih belum diizinkan oleh Mommy."


Kiara yang memang sudah menduga hal itu, berusaha untuk menenangkan sang suami.


"Nggak apa-apa, Mas. Lagian, enak juga disini, rame."


"Rame sih rame, Yang. Tapi, nanti kalau kita mau main kuda-kudaan, jadi nggak berasa nyaman." Zee langsung mengerucutkan bibir sambil menempel pada lengan sang istri. Jangan lupakan tingkahnya yang langsung usel-usel sumber nutrisi Gen.


Sontak saja tindakan Zee tersebut membuat baju bagian depan Kiara jadi basah karena adanya rembesan akibat ulah tangan Zee.


"Mas! Tangan kamu ini ngapain nyelonong masuk kesitu, ih?" Kiara langsung menoleh dan menatap tajam ke arah sang suami.


"Gemes, Yang."


"Cckkk. Tuman kamu, Mas. Gemes sih gemes. Ini jadi basah semua. Capek ganti baju terus, Mas."

__ADS_1


Kiara yang sudah selesai mengganti popok sang putra langsung berdiri dan menatap tajam ke arah sang suami. Zee hanya tersenyum nyengir sambil menusuk-nusuk pabrik nutrisi Gen dengan ujung jari telunjuknya karena gemas.


"Ini gemesin banget sih, Yang. Kok bisa ya kulitnya jadi kenyal-kenyal begini," ucap Zee dengan ekspresi tanpa dosa.


"Nggak usah aneh-aneh deh, Mas. Tungguin Gen, gih. Aku ganti baju dulu." Kiara langsung beranjak pergi meninggalkan Zee yang langsung menggendong putranya. Gen yang tadi terbangun karena merasa risih, kini seprtinya sudah tidak mengantuk lagi.


"Waahhh, anak Daddy kok nggak bobok lagi? Mau main ya, hhmmm?" Zee langsung menciumi pipi gembul Gen. Sesekali Zee juga menggigiti hidung sang putra dengan bibirnya karena benar-benar merasa gemas.


Tak berapa lama kemudian, Kiara sudah kembali dengan baju yang baru. Dia terpaksa mengganti bajunya yang sudah basah bagian depannya karena ulah sang suami.


"Nggak mau bobok, Mas?" Kiara berjalan mendekati Zee.


"Belum. Susuin gih, Yang. Biar dia cepet bobok lagi," ucap Zee sambil menyerahkan Gen ke dalam gendongan Kiara.


"Kok belum merem sih, Yang?" tanya Zee saat melihat kedua bola mata putranya belum terpejam. Jari Zee juga langsung menoel-noel pipi sang putra yang semakin hari semakin menggemaskan tersebut.


"Biarin ih, Mas. Jangan digangguin terus." Kiara menahan tangan Zee yang hendak menoel pipi Gen.


Namun, tindakan Kiara tersebut langsung disalah artikan oleh Zee. Kiara menahan tangan Zee tepat di depan sumber nutrisi Gen yang satunya. Sontak saja otak Zee langsung connect dengan sinyal yang ada. Entah mengapa otak Zee langsung cepat connect saat berhubungan dengan hal-hal seperti itu. 🤧


Dengan semangat empat lima, Zee langsung menyambar apa yang ada di depan tangannya tersebut.

__ADS_1


Grep. Nyep nyep nyep.


Sontak saja tindakan Zee tersebut membuat Kiara terkejut.


"Astaga, Mas. Ngapain lagi sih? Basaha lagi bajunya ini," Kiara langsung protes dengan suara sedikit lebih keras karena terkejut.


"Kalau begitu, dilepas saja Yang bajunya."


Belum sempat Kiara menyahuti ucapan Zee terdengar sebuah suara tangisan Gen.


Ooeeee oeeeee ooeeeee.


\=\=\=


Apa yang akan dilakukan Kiara selanjutnya?


a   melepas baju


b   menenangkan Gen


c   menyusui Zee 

__ADS_1


Kira-kira, pilihan mana yang akan dipilih reader nih? 


__ADS_2