Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 128


__ADS_3

Part yang di atas tadi, sudah di like dan di komen kan? 🤭


***


Entah ini pelepasan Kiara yang keberapa. Tubuhnya terasa remuk karena ulah sang suami. Bagaimana tidak, Zee bahkan tidak membiarkannya beristirahat. Zee selalu bisa membuatnya terbakar, lagi, dan lagi. Ujung-ujungnya, Kiara harus kembali berbagi cairan tubuh dengan sang suami.


Hingga menjelang sore, akhirnya Zee bisa melepaskan Kiara setelah sang istri tertidur setelah pelepasannya yang entah sudah keberapa.


Sekitar satu jam kemudian, Kiara terbangun. Dia membuka kelopak matanya. Pandangannya mengedar ke seluruh kamar, dan tidak mendapati keberadaan sang suami. Kiara menyadari keadaan tubuhnya saat itu yang masih polosan dibalik selimut.


Ketika mengingat apa yang baru saja terjadi, wajah Kiara langsung memerah. Dia benar-benar merasa malu. Saat mengingat rintihan permintaan-permintaannya kepada Zee, membuat Kiara benar-benar kehilangan muka.

__ADS_1


Bagaimana bisa dia melakukan hal-hal 'horor' seperti itu. Bahkan, tubuh Kiara langsung meremang saat mengingat perkataannya di ronde terakhir sebelum dia terlelap. Kiara yang seperti kehilangan kontrol, malah meminta berganti posisi. Saat itu, dia berada diatas tubuh Zee. Kedua tangannya menopang pada perut sang suami. Jangan tanyakan bagaimana gerakan Kiara, beeuuhhhh, ngebor, ngecor, ngelas semua dipraktekkan.


Tindakan Kiara itu benar-benar membuat Zee terkejut. Namun, dia merasa sangat puas. Kapan lagi dia bisa berdiam diri sambil menikmati live show, kan?


Ketika sedang memikirkan apa yang sudah dilakukannya, Kiara mendengar pintu terbuka. Tampak Zee berjalan memasuki kamar dengan membawa nampan makanan. 


Kiara yang melihat penampilan Zee yang sudah sangat segar tersebut, menjadi semakin malu. Dia merasa seperti bunga yang sudah dihisap madunya, lepek. Hal itu berbeda sekali dengan Zee. Wajah laki-laki itu justru malah kelihatan sangat bahagia. Wajahnya memancarkan aura kepuasan. Benar-benar menyebalkan, batin Kiara.


"Sudah bangun ternyata. Aku kira tadi masih tidur," Zee membawa nampan tersebut dan meletakkan pada meja di dekat jendela. 


Kiara tampak khawatir saat Zee beringsut ke sampingnya. Dia memegangi selimut yang masih menutupi tubuhnya dengan erat. Kiara tidak mau lagi tergoda oleh Zee. Bisa-bisa, dia tidak akan turun dari tempat tidur hingga besok.

__ADS_1


Zee masih menatap wajah Kiara dengan bibir tersungging. "Kenapa wajahnya begitu? Mau lagi? Nggak usah malu begitu jika masih mau lagi. Tinggal ngomong, aku pasti akan siap kapanpun kamu mau."


Kiara hanya bisa melongo dengan mata membulat. Apa-apaan itu tadi? Siapa juga yang masih mau lagi? Benar-benar tidak bisa dibiarkan ini, batin Kiara.


"Ehm, a-aku mau ke kamar mandi, Mas," ucap Kiara lirih. Wajahnya masih terasa panas karena malu. Ya, meskipun mereka sudah berbagi cairan tubuh, namun Kiara belum bisa langsung mencair dengan Zee. Dia masih merasa canggung.


Zee segera menganggukkan kepala. Setelah itu, dia langsung berdiri sambil menarik selimut tiba-tiba. Kiara yang tidak menduga tindakan tiba-tiba Zee, langsung berteriak kaget. Bagaimana tidak, saat ini tubuh polosnya langsung terekspos dengan sempurna. Kiara buru-buru meraih bantal untuk menutupi tubuh polosnya.


Zee yang melihat hal itu, langsung mengernyitkan kening. "Kenapa di tutupi? Tadi aku juga sudah melihat dan merasakan semuanya. Bahkan, bukan hanya dengan tangan, tapi juga dengan lid…,"


Bugh.

__ADS_1


\=\=\=


Jangan lupa kasih dukungan buat othor ya. Biar semangat upnya. Kemarin off dua hari karena kerjaan deadline. Besok, juga masih menyelesaikan kerjaan yang memang belum selesai. Mohon maaf jika up seadanya 🙏


__ADS_2