Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 77


__ADS_3

Empat tahun berlalu. Kini, Zee sudah bersiap untuk memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar. Sudah sejak jauh-jauh hari, Zee dan sang mommy sudah mempersiapkan seluruh keperluannya untuk memasuki tahun pelajaran baru besok lusa.


Zee tak kalah antusiasnya seperti tahun kemarin saat memasuki TK B. Dia bahkan memilih sendiri sekolahnya. Ya, sekolah dasar negeri yang terletak tak jauh dari kantor sang daddy. Hampir setiap hari Zee melewati sekolah itu. Dia begitu tertarik saat melihat anak-anak yang bersekolah disana, memakai seragam merah putih dan seragam khas sekolah pada hari rabu dan kamis tersebut.


Malam itu, Zee kembali memeriksa perlengkapan sekolahnya. Tas baru, buku-buku, seragam sekolah, bahkan sepatu baru tak luput dari perhatiannya. Ken yang melihat tingkah sang putra langsung menghampiri.


"Masih ada yang kurang, Boy?" tanya Ken sambil berjongkok di samping Zee yang saat itu tengah bersila di atas karpet di ruang tengah.


"No, Dad. Sudah siap semua." Zee menggelengkan kepala sambil menoleh ke arah sang daddy.


"Bagus. Pinter sekali anak Daddy ini." Ken mendekatkan wajahnya dan mengecup pucuk kepala Zee.


Menyadari apa yang dilakukan sang daddy, Zee langsung menoleh dan mendelik tajam ke arah sang daddy.


"Aku sudah gede, Dad. Jangan cium-cium lagi. Aku malu tau," Zee langsung cemberut sambil menatap ke arah daddynya.


Sontak saja Ken langsung tergelak. Ken menyadari jika sifat Zee sangat mirip dengannya. Entah mengapa Ken seperti melihat dirinya saat masih kecil. Dia masih ingat saat daddy Vanno menciumnya, Ken pasti akan protes.

__ADS_1


Gitta yang baru saja dari dapur, langsung ikut bergabung dengan Ken dan Zee di ruang tengah. Dia mendudukkan diri di depan sang putra yang masih sibuk memasuk-masukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas.


"Ada apa, Mas? Apa ada yang lucu?" tanya Gitta sambil menatap Ken dan Zee bergantian.


"Putra kamu itu, Yang. Katanya sudah gede dan malu jika di cium. Hahaha." Ken masih meneruskan tawanya.


Zee yang mendengar hal itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Sementara Gitta, dia hanya tersenyum melihat tingkah kedua laki-laki di depannya tersebut.


Malam itu, Zee lagi-lagi merengek untuk tidur dengan Gitta. Tentu saja hal itu membuat Ken uring-uringan. Ya, sejak Zee berusia tiga tahun, dia memang sudah dibiasakan untuk tidur di dalam kamarnya sendiri. Namun, tidak jarang juga dia sering tidur dengan kedua orang tuanya.


Jika Zee sudah merengek seperti itu, mau tidak mau Gitta menuruti keinginan putra semata wayangnya tersebut. Dan bisa dipastikan, si bapak yang akan uring-uringan.


Hari itu adalah hari minggu. Zee memanfaatkan kesempatan liburan, sebelum besok dia akan kembali memasuki tahun pelajaran baru.


Hari itu, Ken sengaja di rumah. Dia tidak ingin menghabiskan waktu seharian bersama dengan Gitta, setelah semalam Gitta disabotase oleh sang putra. Setelah Zee berangkat bersama dengan daddy Vanno dan mommy Retta, Ken langsung membawa Gitta kembali ke dalam kamar. Sudah bisa dipastikan apa yang akan dilakukan oleh Ken. Dia akan balas dendam karena semalam dia nganggur. Ken mah suka gitu, dendaman. 😪


Cukup lama Gitta menuruti keinginan sang suami untuk main tembak-tembakan. Hingga menjelang pukul sebelas, Gitta dan Ken baru keluar kamar. Gitta segera bersiap untuk menyiapkan makan siang untuk Ken dan Zee yang sepertinya akan pulang sebentar lagi.

__ADS_1


Ken melihat ada pisang di atas meja makan. Dia berjalan mendekati Gitta sambil membawa pisang tersebut.


"Yang, ini ada pisang raja. Digoreng, dong." Ken mengangkat pisang tersebut untuk menunjukkannya kepada Gitta.


"Kamu mau, Mas?"


"He eh." Ken mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menampilkan wajah imutnya. Imutnya Ken dimana, Thor? 🤔


Gitta segera mengambil pisang tersebut dan mulai menyiapkan bahan untuk menggorengnya. Ken masih merecoki Gitta di dapur. Tak berapa lama kemudian, pisang tersebut sudah ada yang matang. Gitta meletakkan pisang yang baru saja diangkat dari penggorengan tersebut, di atas piring. Ken yang sudah tidak sabar, segera mengambil piring tersebut dan mulai mencomotnya.


Pada saat bersamaan, terdengar suara Zee dari arah depan. Dia langsung berlari ke dapur saat mendengar Ken dan Gitta memanggilnya.


"Daddy makan apa?


"Hihang hoheng."


\=\=\=

__ADS_1


Sudah ada jatah vote, kasih vote buat Zee ya. Terima kasih. 🤗



__ADS_2