Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 147


__ADS_3

Revina memberanikan diri untuk bertanya. "Ehm, sebenarnya, aku mau tanya, a-apa benar Kak Zee itu, ehm...,"


"Sudah menikah?" Zee langsung menebak pertanyaan yang kemungkinan besar akan ditanyakan oleh Revina.


"Eh?" Revina cukup terkejut setelah mendengar pertanyaan Zee. Namun, dia berusaha mengatur degup jantungnya yang mulai bekerja tak beraturan. "Ehm, apa benar begitu, Kak?" Revina memberanikan diri bertanya.


Zee mengamati wajah Revina lekat-lekat sebelum menjawab pertanyaannya. "Iya, benar. Aku memang sudah menikah."


Revina sebenarnya memang sudah diberitahu El sejak kemarin. Namun, entah mengapa saat mendengar jawaban langsung dari Zee, jantung Revina langsung berdegup semakin kencang. Tiba-tiba, kedua matanya mulai berkaca-kaca.


Zee yang melihat perubahan ekspresi Revina hanya bisa menunggu hingga Revina bisa sedikit lebih tenang. Setelah itu, dia akan menjelaskan semuanya. Zee juga tidak mungkin memberikan pelukan untuk menenangkan Revina. Dia tidak akan melakukan hal seperti itu meskipun mereka sudah dekat sejak lama.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Revina terlihat sudah bisa mengatur jantungnya. Dia sedikit lebih rileks sekarang.


"Maaf, Kak. Aku sama sekali tidak mengetahui jika Kak Zee ternyata sudah menikah." Revina menundukkan kepala sambil meremass kedua tangannya.


Zee tersenyum dan menggelengkan kepala. "Nggak apa-apa. Aku juga minta maaf karena tidak memberitahu kalian lebih awal. Apa El yang memberitahu kamu?"


"Iya, Kak. Maaf." Revina masih menundukkan kepala.

__ADS_1


"Eh, kenapa harus minta maaf? Seharusnya aku yang meminta maaf karena tidak memberitahu lebih awal." Zee menarik napas dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan perkataannya. "Sebenarnya, pernikahanku ini tidak direncanakan. Aku dan Kia, istriku juga tidak saling kenal sebelumnya. Ada sebuah situasi yang mengharuskan kami menikah sekitar tiga bulan yang lalu."


"Kalau boleh jujur, kami tidak memiliki perasaan apapun saat menikah. Namun, kami berdua sepakat untuk mulai saling membuka hati dan menerima." Zee menghentikan ucapannya sambil menatap Revina. Dia tahu jika Revina sakit hati. Namun, menurut Zee dia harus menjelaskan masalah ini sekarang agar Revina tidak semakin sakit hati nanti.


"Maafkan aku, Rev. Maafkan aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri sejak dulu. Rasa sayangku kepadamu, berbeda dengan rasa sayang antara seorang laki-laki dan perempuan," lanjut Zee.


Revina terlihat mengerjap-ngerjapkan mata. Zee bisa melihat cairan bening keluar dari kedua sudut matanya tersebut. Tidak ada yang bisa Zee lakukan selain meminta maaf dan berusaha membuat Revina mengerti tentang keadaannya sekarang.


Revina tidak salah jika dia memiliki rasa suka kepada Zee. Tidak ada yang bisa mencegah atau memaksa rasa suka seseorang kepada orang lain. Zee pun juga tidak salah. Dia memang sudah menganggap Revina seperti adiknya sendiri. Dan, Zee juga tidak bisa mencegah seseorang untuk menaruh hati terhadapnya.


Setelah beberapa saat, Revina berusaha menegakkan kepala dan menatap wajah Zee. Terlihat sekali dia berusaha tersenyum.


"Awalnya, aku tidak percaya. Aku hanya mengira jika Kak Zee berbohong karena aku sudah menyatakan perasaanku kepada Kakak. Tapi, setelah Kak Zee menjelaskan tadi, aku justru merasa lega. Dengan Kak Zee menjelaskan status Kakak, aku jadi bisa mulai menata hati lagi." Revina mengulas senyumannya sambil berbicara kepada Zee.


"Kamu pantas bahagia, Rev. Sekali lagi, aku minta maaf," ucap Zee.


"Nggak ada yang perlu dimaafkan, Kak. Ini semua sudah menjadi takdir kita, kan? Oh iya, kapan-kapan, apa boleh aku kenalan dengan istri Kakak?" Kali ini, Revina tampak bersemangat.


Zee mengangguk. "Tentu saja. Kamu bisa mengajak El mampir ke rumah."

__ADS_1


"Benarkah? Ehm, bagaimana jika besok lusa kita jalan keluar bareng, Kak. Besok lusa kan sudah weekend."


Zee mengerutkan kening. Bukannya dia tidak mau, tapi mengingat kondisi Kiara yang masih cukup lemah, dia tidak akan mau mengambil resiko.


"Ehm, mungkin kalau untuk jalan-jalan, kita bisa agendakan nanti-nanti saja, ya."


"Eh, kenapa, Kak? Memangnya Kak Zee nggak mengizinkan istri Kakak jalan bareng kita?"


"Bukan begitu, Rev. Kondisi Kia memang masih lemah. Dia, baru saja masuk rumah sakit karena kelelahan."


Jawab Zee tersebut membuat Revina terkejut. "Eh, rumah sakit? Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit, Kak?"


"Dia kelelahan. Kiara, sedang hamil muda saat ini."


"Ha-hamil?"


\=\=\=


Yang belum nyisihin vote buat Zee, cuss kasih bantuan vote ya. Biar Zee semangat puasanya sambil nunggu Kia sehat 🤭

__ADS_1


__ADS_2