Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 161


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Bi Ani, Zee langsung beranjak menuju kamarnya untuk menemui Kiara. Perlahan-lahan, Zee membuka pintu kamar tidur. Dia melongokkan kepala ke dalam kamar, untuk melihat keberadaan Kiara. 


Terlihat Kiara sedang tidur sambil memeluk guling menghadap ke arah jendela. Zee mengulas senyumannya saat beranjak masuk dan menutup pintu. Dia hendak menghampiri Kiara, namun segera mengurungkan niatnya saat menyadari tubuhnya masih penuh dengan kuman. Zee langsung berbalik dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. 


Tak perlu waktu lama bagi Zee untuk membersihkan diri. Sekitar lima belas menit kemudian, dia sudah keluar dari kamar mandi. Zee juga sudah mengganti bajunya dengan baju rumahan, kaos dan celana pendek.


Zee berjalan menuju meja yang berada di dekat jendela, bermaksud untuk mengisi daya baterainya. Dia melihat beberapa pesan dari sang papa. Zee segera memberitahu tentang apa yang terjadi tadi pagi.


Setelah dirasa cukup, Zee segera beranjak menuju tempat tidur dan bergabung dengan Kiara. Pelan-pelan, Zee beringsut menghampiri sang istri dan merebahkan tubuh di belakangnya. Zee langsung melingkarkan tangan kanannya pada perut Kiara. Tak lupa juga, Zee mendaratkan beberapa kecupan pada pucuk kepala sang istri.


Rupanya, apa yang dilakukan oleh Zee tersebut, tidak membuat Kiara terbangun. Hingga keduanya benar-benar terlelap siang itu.


Sekitar setengah jam kemudian, Kiara sudah terbangun. Dia ingin menggerakkan tubuhnya, namun rasanya terlalu berat. Kiara menyadari ada sesuatu yang melingkari perut. Dia juga merasakan ada hembusan napas pada tengkuknya.


Kiara menolehkan wajahnya sekilas. Dia menyadari jika sang suami tengah terlelap sambil memeluk tubuhnya. Sejenak, Kiara tersenyum sambil mengusap-usap punggung tangan Zee dengan tangan kanannya yang masih diperban akibat luka tadi pagi.


Zee yang merasakan ada pergerakan, langsung membuka kedua bola matanya. Dia menyadari sang istri sudah bangun.


"Yang?" Zee semakin mengeratkan pelukannya sambil menciumi bahu sang istri. "Sudah bangun, hhmm?"

__ADS_1


"Kapan kamu datang, Mas? Kenapa tidak bangunin aku tadi?" Kiara berusaha membalikkan tubuhnya.


"Maaf. Tadi kamu tidur nyenyak sekali, Yang. Aku nggak tega bangunin kamu. Bagaimana tangan kamu? Coba sini lihat." Zee menarik tangan Kiara dengan lembut dan membawanya ke depan wajah. Zee langsung menciumi tangan tersebut berkali-kali hingga membuat Kiara kewalahan.


"Mas, apaan sih ini?" Kiara mencoba melepaskan tangannya.


"Masih sakit, Yang?" 


Kiara menggeleng sambil tersenyum.


"Enggak, Mas. Sudah diobati kok tadi."


Lagi-lagi Kiara menggelengkan kepala. "Enggak juga, Mas. Tadi juga sudah diperiksa. Semuanya baik-baik saja."


Mendengar perkataan sang istri, Zee langsung menghujami wajah Kiara dengan kecupan bertubi-tubi. Kecupan basah itu bahkan sudah mulai menjelajah kemana-mana. Tentu saja tindakan Zee tersebut harus dicegah oleh Kiara. Dia tahu akan berlanjut kemana aktivitas suaminya tersebut jika dibiarkan. Sedangkan pesan dokter, Kiara masih harus menjaga kandungannya agar lebih kuat.


"Mas, berhenti dulu. Aku lapar ini," kilah Kiara sambil sedikit mendorong bahu Zee.


Mendengar perkataan Kiara, Zee langsung menghentikan aktivitasnya. Dia menjauhkan wajahnya dan menatap wajah sang istri.

__ADS_1


"Kenapa aku juga jadi lapar, ya? Ehm, aku mau makan lele goreng sepertinya, Yang." Zee bergumam sambil sedikit menerawang.


"Eh, lele goreng? Siang-siang begini?" Kiara masih mengamati wajah Zee.


Zee menelan salivanya beberapa kali saat membayangkan lele goreng di pikirannya. Melihat tingkah sang suami, Kiara hanya bisa mengulas senyumannya sambil beranjak berdiri.


"Baiklah. Cuci muka dulu, Mas. Setelah itu, kita turun cari lele goreng."


Zee menurut. Dia segera membantu Kiara menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Ketika sudah berada di kamar mandi, Zee langsung bergegas untuk buang air kecil. Kiara masih menggerutu karena Zee tidak mau menunggunya selesai. Sekilas, Kiara melirik sang suami yang tengah berada di belakangnya. Kiara mencebikkan bibir saat melihat sesuatu yang sedikit berbeda dari biasanya.


"Kok tumben 'njembrung', Mas?"


"Eh?"


\=\=\=


Mohon maaf slow up untuk kemarin 🙏

__ADS_1


__ADS_2