Mendadak Istri 2

Mendadak Istri 2
Part 71


__ADS_3

Zee yang saat itu sedang bermain di ruang tengah rumah daddy Vanno langsung menoleh saat mendengar namanya dipanggil.


"Zee, mau mamam dulu atau mandi dulu?" tanya mommy Retta dari arah dapur.


"Andi Ami, Ma." (Mandi sama mommy, Ma)"


"Eh, mommy masih sekolah, Sayang. Zee sama mama."


"Cuwah? (Sekolah?)"


"Iya. Zee nanti bobo sini sama mama dan papa."


"Tedi?"


"Daddy juga masih kerja, Sayang." Mommy Retta terpaksa berbohong kepada sang cucu agar Zee tidak merengek minta pulang untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


Belum sempat Zee menanggapi perkataan mommy Retta, terdengar suara daddy Vanno dari arah depan. Sontak saja balita laki-laki tersebut langsung berdiri dan berjalan tergopoh-gopoh untuk menyambut kedatangan daddy Vanno.


"Pappapapapaaaaa." Zee langsung merentangkan kedua tangannya sambil berlari-lari kecil ke arah daddy Vanno.


Hap. Daddy Vanno langsung meraup sang cucu ke dalam gendongannya.


"Waaahhh, cucu Papa, nih. Hhmmm hhmmm," daddy Vanno langsung menciumi pipi gembul sang cucu.


"Aaaa, geyyi, Pa. Geyyii geyiii." Zee tertawa-tawa sambil mendorong wajah daddy Vanno.


"Kok masih bau acem. Zee belum mandi?" 

__ADS_1


"Beyyum."


"Kenapa belum mandi?" Daddy Vanno menggendong Zee sambil berjalan menghampiri mommy Retta yang masih berada di dapur. Mommy Retta sedang membuatkan puding untuk sang cucu.


"Andi Ami."


"Eh, Mommy sekolah, Sayang. Zee mandi sama Papa, mau?" Tawar daddy Vanno.


Zee menatap wajah sang papa sebentar sebelum mengangguk-anggukkan kepala antusias.


"Ja. Ji au andi Papa. Anti ain ancul-anculan ya, Pa." Zee tampak bersemangat.


Seketika mommy Retta berbalik dan menatap tajam ke arah kedua laki-laki yang berbeda generasi tersebut.


"Main ancul-anculan itu apa maksudnya, Mas? Kamu ngajarin apa sama Zee?" Mommy Retta menatap tajam ke arah daddy Vanno.


"Eh, enggak aneh-aneh, Yang. Pancuran itu maksudnya, Yang. Zee suka main pancuran."


Daddy Vanno mencebikkan bibirnya. "Ccckkk, mana mungkin itu, Yang. Hanya kamu yang boleh mainin pancuran alamiku. Yang lainnya nggak boleh."


Zee be like …


***


Sementara di rumah Ken, Gitta baru saja selesai membantu Ken membersihkan diri. Lebih tepatnya, mengelap seluruh badan sang suami. 


Kini, Ken sudah berbaring anteng di atas tempat tidur, dengan tangan masih di infus. Nanti pukul tujuh, akan ada orang yang bertugas untuk menggantikan cairan infus Ken.

__ADS_1


Gitta merapikan selimut Ken sebelum beranjak membersihkan diri. Namun, saat dia hendak berdiri, Ken menarik tangan Gitta hingga dia kembali terduduk.


"Mau kemana?" tanya Ken dengan mata tetap terpejam.


"Aku mau bersih-bersih dulu, Mas."


"Temenin dulu, Yang. Dingin banget ini." Ken sudah mulai merengek. Gitta yang sudah hafal dengan sifat Ken jika sedang sakit, hanya bisa menghembuskan napas beratnya.


"Yang mau diangetin apanya, Mas?"


Mendengar perkataan Gitta, Ken memaksakan untuk membuka mata.


"Kalau aku mau diangetin semuanya, kamu mau bantuin, Yang?" Wajah Kwn sudah mulai berbinar bahagia. Otaknya sudah mulai membayangkan adegan iyes terus iyes terus dengan sang istri. Senyum di bibir Ken pun langsung terbit meskipun dia masih merasa lemas.


"Aku siapkan dulu baskomnya, Mas." Gitta hendak beranjak berdiri namun tangannya langsung ditarik oleh sang suami.


"Eh, buat apa baskom, Yang?"


"Buat angetin tubuh kamu itu, Mas."


Ken mencebikkan bibirnya setelah mendengar jawaban Gitta. 


"Kamu itu sembarangan saja, Yang. Dikira aku ini daging guling apa?" Ken langsung mendengus kesal.


Belum sempat Gitta menjawab perkataan sang suami, netranya  menangkap sebuah pesan masuk pada ponsel Ken. Segera Gitta meraih ponsel tersebut dan membukanya.


Jika aku gagal mendapatkan apa yang aku inginkan, aku pastikan kamu juga akan merasakannya.

__ADS_1


\=\=\=


Bantu dukung Zee ya. Maaf upnya agak lama. 🙏


__ADS_2