
Mohon maaf othor lama nggak up cerita ini. 🤧
Doakan semoga bisa up nggak lama-lama 🙏
***
Revina menggendong Gen memasuki rumah orang tua sahabatnya itu. Sambil berjalan, sesekali Revina menciumi pipi gembul Gen yang masih sibuk berceloteh. Jangan lupakan air liurnya yang sudah menetes membasahi sudut bibir mungil tersebut.
"Mas, apa tidak apa-apa Kak Revina mengajak Gen? Aku takut Gen rewel dan menyusahkannya nanti," bisik Kiara yang berjalan di samping Zee tersebut.
"Tenang saja, Yang. Gen tidak akan menyusahkan Revina. Dia kan selalu anteng jika ikut wanita-wanita cantik," jawab Zee sambil terkekeh geli.
Rupanya, jawaban Zee tersebut tidak disadarinya jika akan membuat peperangan jilid dua antara dirinya dan sang istri.
Kiara langsung menoleh dan menatap wajah suaminya tersebut dengan kening berkerut. Jangan lupakan tatapan mata tajamnya menelisik ekspresi Zee yang masih sibuk menyembunyikan kekehan tawanya.
Hingga beberapa saat kemudian, Zee baru menyadari jika dirinya telah keceplosan. Zee menghentikan langkah kakinya dan menarik pinggang Kiara hingga menempel di tubuhnya.
"Jangan terlalu jauh berpikir yang tidak-tidak, Yang. Meskipun ada ratusan bahkan ribuan perempuan cantik di luar sana, bagiku kamu tetap juaranya. Tidak ada yang lain. Percaya deh sama aku," ucap Zee sambil mendaratkan sebuah kecupan di kening sang istri.
Mendapati tindakan tiba-tiba sang suami, Kiara tentu saja langsung panik. Bagaimana tidak, mereka masih berada di tengah keramaian para tamu undangan. Jika tidak segera dicegah, bukan tidak mungkin Zee akan melakukan hal lain yang lebih berani.
"Cckkk. Apaan sih, Mas? Nggak usah aneh-aneh, deh. Ini tempat ramai, jangan buat aku malu," bisik Kiara. Dia masih melirik ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada tamu undangan yang memperhatikan tindakan mereka.
Zee terkekeh geli melihat tingkah sang istri yang nampak khawatir jika tindakannya tersebut menarik perhatian para tamu undangan. Namun, beberapa saat kemudian, Zee meraih tangan Kiara dan menariknya menuju tempat yang akan digunakan untuk melaksanakan prosesi ijab kabul El tersebut.
Revina juga tampak berjalan dari arah dalam rumah sambil menggendong Gen. Kedua tangan balita gemoy tersebut tampak sibuk memegang sebuah roti dan potongan buah apel.
__ADS_1
"Maaf, Kia, aku mengembalikan Gen. Aku harus membantu tante Vanya untuk menyiapkan acara yang sebentar lagi akan dimulai."
Revina mengulurkan tubuh Gen hingga Kiara dapat mengambil alih tubuh putranya tersebut.
"Iya, Kak. Tidak apa-apa. Maaf sudah merepotkan," ucap Kiara sambil mengulas senyuman.
"Tidak ada yang direpotkan oleh bayi gemoy ini, Ki." Revina menoel kembali pipi gembul Gen. "Sayang, aunty pergi dulu ya. Nanti kita main lagi, okay?"
"Ote," jawab Gen sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Setelah itu, Revina berpamitan dan segera beranjak meninggalkan Zee, Kiara, dan juga Gen.
"Kita duduk disana saja," ucap Zee sambil menunjuk sebuah tempat duduk yang masih kosong.
Kiara mengangguk dan segera mengikuti langkah kaki suaminya tersebut. Tidak sampai satu jam kemudian, prosesi ijab kabul El sudah selesai dilakukan. Kini, sahabat Zee tersebut sudah resmi menyandang status sebagai seorang suami.
Zee dan Kiara tampak terharu melihat El dan Fara sudah resmi menyandang status baru sebagai sepasang suami dan istri.
Apalagi, saat itu Zee melihat tingkah El yang sepertinya hendak 'ngapa-ngapain' sang istri. El mendekatkan kursi ke arah Fara. El meraih tangan Fara dan hendak mengecupnya. Namun, aktivitasnya terhenti saat mendengar sebuah suara membuyarkan momen romantisnya.
"Eh, pengantin baru mau nyicil nih. Ingat El, ini masih siang. Masih ada banyak tamu juga. Ditahan dulu sampai nanti malam."
Seketika El dan Fara langsung menegakkan tubuhnya. Mereka cukup terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang yang menginterupsi adegan romantis mereka. El menoleh dan menghembuskan napas beratnya saat melihat sang sahabat tengah berdiri tak jauh darinya sambil menggendong sang putra. Sang istri juga terlihat berdiri di sampingnya sambil membuang muka karena malu.
"Ccckkk, apaan sih lho," gerutu El. Dia lantas berdiri dan membantu Fara berdiri di sampingnya.
"Ya, setidaknya lo harus bisa menahannya sampai malam tiba. Ngomong-ngomong, selamat atas pernikahan lo. Gue ikut bahagia dengan pernikahan lo. Semoga pernikahan kalian jadi pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah." Kata Zee sambil memeluk El.
__ADS_1
Hal yang sama juga dilakukan Kiara, istri Zee kepada Fara. Mereka saling bertukar pelukan. Fara yang sangat gemas dengan Gen berusaha menggendongnya. Namun, Kiara melarangnya karena takut riasannya akan rusak. Selanjutnya, mereka terlibat obrolan ringan sambil menikmati hidangan yang tersedia.
"Gue turut bahagia akhirnya lo bisa nikah, El. Dan, gue yakin lo pasti akan menyesal nanti." Kata Zee.
Seketika El dan Fara langsung menoleh menatap Zee dengan kening berkerut. Mereka masih belum mengerti dengan perkataan Zee.
Kiara yang mendengar perkataan sang suami langsung mencubit pinggangnya.
"Aauuwww, sakit Yang. Hobi banget nyubit pinggang ih. Gosong ini, Yang. Gosong." Rengek Zee sambil mengusap-usap pinggangnya bekas cubitan sang istri.
"Itu mulut dijaga kalau ngomong, Mas. Sembarangan saja kalau ngomong," gerutu Kiara.
"Lhah, aku kan ngomong beneran, Yang. Dulu saja aku juga menyesal kok."
Seketika Kiara menoleh menatap Zee dengan tatapan tajamnya.
"Jadi kamu menyesal menikah denganku, Mas?" tanya Kiara dengan napas tertahan. Dia sangat geram dengan tingkah sang suami.
"Iya. Aku menyesal kenapa tidak dari dulu menikah, Yang. Jika tahu menikah seenak ini, aku pasti akan menikah sejak dulu." Jawab Zee.
Sontak saja Kiara, El dan Fara yang mendengarnya langsung melongo. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Zee bisa mengatakan hal absurd seperti itu.
"Apaan sih, Mas. Jangan ngawur ngomongnya. Ada pengantin baru itu." Kata Kiara.
"Biarin. Biar El langsung tancap gas, mumpung belum puasa. Nanti kalau sudah puasa, mana bisa gigit-gigitan siang hari."
Uhuk.
__ADS_1
\=\=\=
Untuk cerita El dan Fara, bisa mampir di The CEO's Proposal, ya. Kenapa babnya banyak disana? Karena semua ceritanya othor jadikan satu tidak dipisah-pisah seperti keluarga Geraldy. 🙏